Assalamu’alaikum sahabat, semoga senja ini membawa ketenangan. Izinkan aku berbagi sedikit cerita tentang hari yang panjang, tentang duduk, menunggu, dan bertahan…
Sejak pagi kursi roda menjadi sahabatku, menampung tubuh yang tak lelah berjuang meski rasa pegal datang seperti jarum halus yang berulang. Aku duduk, menata berkas, menyambut tamu, lalu menunggu dengan sabar hingga senja.
Rasa sakit memang hadir, menusuk perlahan, tapi aku memilih menjadikannya bagian dari perjalanan. Aku menghibur diri dengan kata-kata, menuliskan cerita, seakan setiap huruf adalah pijakan lembut yang menenangkan.
Menunggu bukan berarti diam. Ada doa yang berbisik, ada harapan yang berdenyut, ada semangat yang tetap hidup meski tubuh terasa berat. Kursi roda ini bukan sekadar tempat duduk, melainkan saksi bahwa aku masih bertahan, masih memberi arti.
Dan ketika senja turun perlahan, aku tersenyum kecil. Hari ini mungkin penuh pegal, tapi juga penuh pelajaran: bahwa kesabaran adalah kekuatan, dan setiap detik yang kutahan adalah cahaya yang tak pernah padam.
Terima kasih sudah singgah di ruang kecil ini. Semoga setiap langkah yang kita tempuh, meski perlahan dan terbatas, tetap membawa cahaya. Mari terus bertahan, dengan sabar dan doa yang tak pernah putus.
