Selamat Hari Puisi 26 Juli

Teruslah menulis walau belum banyak yang membaca
Teruslah berkarya sampai akhir kata
Goreskan penamu, tuangkan imajimu 

Ana Restuningtyas

TERUNTUK PUTRI SHOLEHAKU

Teruntuk putri sholeha ku
Karya : Ana Restuningtyas 

Putriku yang cantik
9 bulan ibu mengandungmu
Waktu itu ibu belum berpengalaman tentang kandungan
Karena ibu belum pernah melahirkan
Tetapi ibu terus berusaha belajar
Tentang anak yang berada dalam kandungan

Putriku yang baik
Ibu sengaja tidak memeriksakan jenis kelaminmu dalam kandungan
Agar supaya menjadi kejutan
Atas kelahiranmu yang sangat ibu harapkan.

Putriku buah hatiku
Setelah menunggu waktu
Akhirnya hari kelahiranmu tiba
Mendengar tangisan pertamamu 
Hilang sudah semua rasa sakit ibu dalam melahirkanmu

Putriku malaikat kecilku
Ibu peluk tubuh mungilmu
Semerbak harum aromamu 
Allohu Robbi..
Tak terasa mengalir air mata di pipi
Doa-doa ibu mengalir tiada henti


Putriku anak sholeha ku
2 tahun sudah kini usiamu
Menjadilah anak yang jujur dan pintar
Karena negara kita banyak orang pintar tetapi kurang orang yang jujur.
Menjadilah anak yang taat dan takut hanya kepada Alloh yang Maha Segalanya
Patuhlah kepada orang tua
bergunalah buat nusa bangsa 
Dan jadilah bermanfaat buat sesama

DZULHIJJAH TAHUN KEDUA DI MASA PANDEMI

ARNT CHANEL
Dzulhijjah Tahun kedua di masa pandemi
Poem : Ana restuningtyas

Jam di dinding menunjukkan pukul 12.00 siang
Suara adzan bedug dzuhur sedang berkumandang 
Suasana masih sunyi 
Di jalanan lalu lalang Ambulan
Entah apa yang di bawanya
Sirine memekakkan telinga
Membuat semakin mencekam suasana

Dzulhijjah tahun kedua di masa pandemi
Masih belum ada pemberangkatan Haji
Begitu merindunya kami 
Berkunjung ke tanah suci
Duhai wabah, segeralah pergi

Dzulhijjah kedua di masa pandemi
Wabah sedang mengitari bumi
Basah tanah penuh air mata
Sampai kapan duka negeriku ini
Kematian, kesakitan, kelaparan,sampai kehilangan pekerjaan 
Santapan berita sehari hari

Dzulhijjah tahun kedua di masa pandemi
Tafakur diri dalam balutan doa
Semoga Alloh ampuni segala dosa 
Dan mengijinkan kami untuk berkunjung ke Rumah-Nya

Allohu Akbar... Allohu Akbar.. Allohu Akbar
Laa illaha illallohu Allohu Akbar
Allohu Akbar walillahilham

MENJALANI TAKDIR


MENJALANI TAKDIR
Karya restuningtyas 



Hanya seorang hamba
Pasrah mau di lahirkan seperti apa
Hanya seorang hamba
Yang menjalankan titah-Nya
Hanya seorang hamba
Dengan sekuat tenaga bekerja dalam ketidaksempurnaanya.

Hidup akan menjadi mudah jika kita berharap dan berpikir bahwa hidup itu mudah.
Takut tidak apa-apa
Sesekali menangislah juga tidak apa-apa.
Dihina, di caci, di rendahkan, di sepelekan, sudah terbiasa. 

Tanamkan di dalam hati kita, untuk terus bangkit dan tunjukkan kepada mereka bahwa ketidaksempurnaan bukan halangan dalam mencapai kesuksesan.

Karena kita
Hanya seorang hamba 
Yang menjalani takdir-Nya.

PPKM DARURAT BULAN JULI

PPKM DARURAT BULAN JULI
Karya : Ana Restuningtyas

Hari ini sudah di berlakukan kembali
Ppkm darurat dari tgl 3 sampai 20 juli mendatang
Semesta sedang tidak kompromi
Menginginkan kami untuk berintrospeksi diri

Dua tahun sudah masa pandemi
Banyak korban yang sudah berjatuhan smpai hari ini
Berbagai upaya pencegahan selalu dilakukan
Kenapa corona belum juga menghilang?
Apakah manusia yang sudah tidak peduli
Dengan kesehatannya sendiri?

Ppkm darurat bulan juli
Kami rakyat biasa 
Yang terkena dampaknya
Karena tidak bisa bekerja seperti biasa
Tetapi kami peduli
Dengan keadaan negeri
Semoga dengan upaya pkpm ini
Pandemi segera pergi

HUJAN DI AKHIR JUNI

HUJAN DI AKHIR JUNI
Puisi : Ana restuningtyas

Hari terakhir di bulan juni
Masih di masa pandemi
Kesehatan begitu sangat berarti

Hujan di akhir bulan
Menyirami bumi yang sedang tersakiti
Terluka, terisak tangis
Semesta berduka
Wabah ssmakin merajalela

Hujan di akhir bulan
Doa-doa di panjatkan
Bersama asa yang tersisa
Ampuni kami Ya Robbi
Lindungi kami dari wabah ini
Semoga segera hilang pandemi
Dari bumi pertiwiku ini

#puisi #hujandiakhirjuni #2021

SEMANGATKU ADALAH KAMU

SEMANGATKU ADALAH KAMU
Karya : Ana restuningtyas 

Haii.. apa kabar kamu
Yang dulu setiap waktu selalu ada 
Dalam hatiku,  jiwaku dan asaku
Menggengam angan hidup berdampingan denganmu

Menunggu adalah ikhtiarku
Pasrah dalam pelukan waktu
Aku menangis
Aku marah 
Aku benci 
Tersakiti, terluka, lebam tak berasa 
Karena kau telah pergi meninggalkanku

Seiring berjalannya waktu
Betapa aku tersadar dari mimpi
Bertanyaku dalam hati
Apa yang harus aku tangisi..?
Apa yang membuatku marah..?
Apa yang harus aku benci..?
Yaa.. Semua sudah ada garisnya dalam takdir Illahi

Semangatku adalah kamu
Lalu aku bangkit dari keterpurukan
Ini adalah teguran
Untuk kita sadar diri
Ada Alloh yang selalu menyayangi 
Memberikan banyak nikmat setiap saat dalam keadaan apapun

Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin...