LANGIT DI DADA


Di tengah gelap yang datang perlahan,  

lampu padam, dunia jadi tenang.  

Tapi tak satu pun cahaya hilang,  

karena di dadanya, langit tetap terang.


Tangan menari di atas kertas,  

huruf-huruf lahir dari cahaya batin.  

Tak butuh gemerlap kota yang bising,  

cukup satu lentera, dan hati yang yakin.


Ia menulis bukan sekadar kata,  

tapi doa yang menyala di tiap jeda.  

Di ruang kecil, di waktu yang sempit,  


ia bawa langit turun, ke dalam setiap kalimat yang ia titip