Hari ini aku pulang, Bu...
bukan ke rumah yang biasa,
tapi ke rumah Ibu yang paling sepi
di mana tak ada atap, hanya langit,
dan tak ada pintu, hanya doa.
Aku datang, Bu...
bawa semua rindu yang tak pernah selesai,
bawa semua cerita yang dulu
selalu Ibu dengar meski aku belum selesai bicara.
Aku sudah berusaha jadi kuat, Bu,
aku datang sendiri ke tempat yang jauh,
berjuang membawa amanah,
sambil diam-diam berharap...
andai Ibu masih ada,
pasti Ibu peluk aku tanpa bertanya banyak.
Di sini aku duduk,
di dekat namamu yang tertulis di batu,
menatap tanah basah,
dan menunduk — karena hanya itu yang bisa kulakukan
ketika rindu tak punya lengan
untuk memeluk kembali.
Ibu...
kalau malam Ibu datang dalam mimpiku,
jangan cepat-cepat pergi ya...
biar aku bisa pulang sebentar
ke dalam pelukan yang tak pernah terganti.
