Ada pagi yang datang tanpa suara,
cukup dengan gambar kecil yang dikirim
dari tempat yang entah berapa ribu langkah jauhnya,
tapi rasanya seperti dekat
karena dikirim dengan rasa.
Angin pesisir menyapa lewat layar,
sementara mata mencoba menerka
apakah di sana seseorang juga memikirkan hal yang sama.
Kadang jarak memang ajaib
semakin jauh, semakin terasa.
Hari ini, aku ingin menyapamu dengan diam,
dengan rindu yang tak perlu dijelaskan,
cukup lewat senyuman yang tertangkap kamera,
cukup lewat “pagi” yang tak pernah benar-benar biasa,
karena kamu adalah alasannya.
