Ketika Data Belum Mengenal Diriku

Ada hal-hal kecil yang kadang membuat kita berhenti sebentar.

Bukan karena marah.
Bukan juga karena kecewa.

Hanya… heran. Hehee.

Beberapa teman pernah bertanya kepadaku,

"Kamu masih dapat bantuan pemerintah?"

Alhamdulillah, dulu memang pernah.

Kemudian berhenti.

Aku tidak terlalu memikirkannya.
Aku juga tidak pernah merasa harus mendapatkan sesuatu hanya karena orang lain mendapatkannya.

Setiap orang punya rezekinya masing-masing.
Setiap orang punya cerita yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.

Sampai suatu hari aku mencoba mengecek data diriku sendiri.

Desil 6.

Aku tersenyum kecil.

"Oh… mungkin memang begitu datanya."

Tapi kemudian mataku berhenti pada satu keterangan.

“Bukan penyandang disabilitas.”

Aku membaca lagi.

Lalu tersenyum lagi.

Bukan karena lucu.

Entahlah…

Mungkin karena bingung harus bagaimana.

Padahal aku tahu betul siapa diriku.

Aku adalah penyandang disabilitas.

Kondisi yang aku jalani bukan sesuatu yang baru aku ketahui hari ini. Aku menjalaninya setiap hari, dengan segala keterbatasan dan perjuanganku sendiri.

Aku kemudian mencari tahu.

Katanya, data sudah diperbarui dan masih menunggu verifikasi.

Baiklah.

Aku tunggu.

Mungkin memang ada proses yang harus dilalui.
Mungkin ada data yang belum selesai diperbarui.
Mungkin memang belum waktunya.

Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa.

Aku juga tidak sedang iri kepada mereka yang menerima bantuan.

Sungguh, bukan itu.

Aku hanya berpikir…

Kalau seseorang memang penyandang disabilitas, bukankah wajar jika ia berharap status itu tercatat sebagaimana adanya?

Bukan supaya dikasihani.

Bukan supaya dianggap lebih pantas daripada orang lain.

Hanya supaya data tentang dirinya tidak berbeda dengan kenyataan yang ia jalani.

Sesederhana itu.

Kadang kita tidak membutuhkan banyak hal.

Kita hanya ingin sesuatu yang sederhana:

dikenali sebagaimana adanya.

Dan mungkin, untuk urusan data ini, aku hanya perlu sedikit lebih sabar.

Menunggu.

Sambil tersenyum kecil dan berkata,

"Hehee… mungkin sistemnya sedang belajar mengenalku." 😊

Semoga nanti, ketika proses verifikasi selesai, data itu tidak lagi berkata bahwa aku bukan penyandang disabilitas.

Karena aku tidak membutuhkan data untuk menentukan siapa diriku.

Aku hanya berharap, data itu akhirnya mengenal diriku sebagaimana adanya. 

— Langit Didada


https://www.wattpad.com/myworks/415679916-ketika-data-tidak-mengenaliku