Hari yang Penuh Isyarat

 Di balik sakit dan listrik padam, ada semangat yang tetap menyala

Hari ini terasa begitu padat, penuh kejadian yang datang bertubi‑tubi. Tubuhku sedang sakit, tapi tetap harus menanggapi pesan dari dinas yang meminta soft file lama, sesuatu yang sudah bertahun‑tahun tersimpan.

Belum selesai urusan itu, listrik mati seharian. Tugas yang harusnya bisa kuselesaikan jadi tertunda, dan di saat yang sama ada kabar dari pengadilan yang membuat hatiku bergetar.

Ketika listrik kembali menyala, aku membuka WhatsApp. Grup LKKS sudah ramai dengan surat undangan untuk Senin besok. Rasanya seperti dunia bergerak cepat, sementara aku masih berusaha menata langkah.

Di tengah semua itu, aku tetap berusaha menulis. Novel untuk kompetisi harus selesai 30 bab dalam 17 hari. Alhamdulillah, sudah 11 bab kutuntaskan. Meski sakit, meski listrik mati, meski pikiran bercabang ke pengadilan dan undangan, aku tetap menulis.

Hari ini mengajarkanku bahwa hidup memang penuh kejutan. Ada sakit, ada tugas, ada listrik padam, ada panggilan pengadilan, ada undangan mendadak. Tapi ada juga semangat yang terus hidup, ada doa yang terus terucap: Allahumma yassir wa laa tu’assir.

Aku belajar menerima bahwa semua ini bagian dari perjalanan. Aku tidak bisa mengendalikan segalanya, tapi aku bisa memilih untuk tetap melangkah, tetap menulis, tetap berharap.

Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra



BAB 6 UPDATE - HARAMKAH - LANGIT DIDADA

Liburan keluarga Raka yang seharusnya menyenangkan mendadak berakhir.

Satu telepon mengubah semuanya.

Ibunya dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif di ICU.

Di tengah kecemasan sebagai seorang anak, Raka juga dihadapkan pada janji yang telah ia berikan kepada Sabrina.

Perjalanan ke luar negeri.

Honeymoon yang sudah lama mereka rencanakan.

Namun saat keluarga sedang diuji seperti ini...

masih pantaskah ia pergi?


HARAMKAH..? - Langit Didada *Chapter : JANJI YANG TERTUNDA* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/a8200d42-1d6c-4a3d-8745-f6f9f97fa407/df88d094-eede-476d-b11f-fd2faa8bad99

BELAJAR DARI BINTANG – Zoom Hari Ini




 

Masyaa Allah, sesi perdana BDB KBM bersama Bapak Isa Alamsyah, CEO KBM App. Dari tanda tangan di surat perjanjian, kini satu frame langsung penuh inspirasi 📚

Dilanjutkan sesi kedua bersama Asma Nadia, dengan bintang tamu Dr. Helvy Tiana Rosa. ✍️ Menulis Tanpa Menunggu Mood 🔥 Sebuah pelajaran berharga: konsistensi lebih penting daripada menunggu mood datang


Update Novel KLI 17

Alhamdulillah, "Cintai Aku Karena Allah" sudah sampai Bab 7. 🤍

Dan jujur...

Aku tidak menyangka akan menangis saat menulis beberapa adegannya.

Terutama saat seorang gadis kecil bernama Gladis diberi kesempatan meminta hadiah, namun justru memilih berbagi dengan anak-anak panti asuhan.

Perjalanan Gladis masih panjang.

Masih banyak rahasia yang belum terungkap.

Masih banyak ujian yang menanti.

Bismillah menuju 30 bab.

Doakan penulis istiqamah sampai selesai ya.





Pancasila, Nafas Persatuan By Langit Didada

Di tanah yang terbentang dari sabang hingga merauke,

berjuta langkah menapaki jalan yang sama.

Berbeda bahasa, adat, dan warna,

namun tetap satu dalam cinta Indonesia.


Pancasila hadir bagai pelita,

menerangi jalan bangsa yang beragam.

Menuntun hati untuk saling menghargai,

menguatkan tangan dalam semangat gotong royong.


Ketuhanan menjadi cahaya jiwa,

kemanusiaan menjadi wajah bangsa.

Persatuan menjelma ikatan yang kokoh,

musyawarah menghadirkan kebijaksanaan,

keadilan menjadi cita-cita bersama.


Hari ini, kita mengenang lahirmu,

bukan sekadar sebagai dasar negara,

melainkan sebagai janji yang terus dijaga,

agar Indonesia tetap berdiri megah dan bermartabat.


Wahai Pancasila,

engkau bukan hanya rangkaian kata,

engkau adalah nafas persatuan,

yang menghidupkan harapan di setiap generasi.


Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila

1 Juni 2026

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia


https://www.wattpad.com/1632980398-pancasila-nafas-persatuan