"Wa ufawwiḍu amrī ilallāh, innallāha baṣīrun bil-‘ibād" (Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. — QS Ghafir: 44)
Ada saat di mana manusia sudah berusaha sekuat tenaga, namun hasilnya tetap di luar kendali. Di titik itu, ayat ini hadir sebagai pengingat: menyerahkan urusan kepada Allah bukan berarti menyerah, melainkan percaya bahwa Dia Maha Melihat setiap langkah, setiap air mata, dan setiap doa yang kita bisikkan.
Tawakkal adalah seni melepaskan beban, agar hati kembali ringan. Takdir bisa berganti, cahaya bisa lahir dari gelap, selama kita masih berdoa dan berharap kepada-Nya.














