Tampilkan postingan dengan label novel eksklusif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel eksklusif. Tampilkan semua postingan

KLI 17 - KBM App

Bismillah

Dengan penuh rasa syukur, novelku yang berjudul *Cintai Aku Karena Allah* resmi mengikuti Kompetisi Literasi Indonesia (KLI) 17 di KBM App.

📖 Sebuah kisah tentang perjuangan, luka, kesabaran, kehilangan, dan perjalanan hati dalam mencari cinta yang diridhai Allah.

Perjalanan ini masih panjang, target masih banyak, dan bab demi bab masih harus ditulis. Namun aku percaya, setiap langkah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa kita lebih dekat pada tujuan.

Mohon doa dan dukungannya, semoga Allah memudahkan proses penulisan hingga tamat dan menjadikan karya ini bermanfaat bagi banyak orang. 🤲

Karena 30 bab tidak ditulis dalam satu hari.

30 bab diselesaikan satu per satu, dengan sabar dan istiqamah. 

Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakan. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan keberkahan yang berlipat ganda. 



“Suamiku Lukaku: Luka yang Terkunci”

Menulis Suamiku Lukaku adalah perjalanan hati. Setiap kata lahir dari luka yang pernah ada, lalu perlahan berubah menjadi makna. Bab awal terbuka untuk semua pembaca, sebagai pintu pertama menuju cerita. Namun bab berikutnya kini lock, hanya bisa unlock dengan koin di KBM App.

Lock bukanlah akhir, melainkan tanda eksklusif. Ia menjadi simbol bahwa kisah ini dititipkan kepada pembaca yang benar-benar setia. Semoga setiap bab yang terbuka bukan sekadar hiburan, tapi juga cermin kehidupan, doa, dan inspirasi.

📖 Suamiku Lukaku — Langit di Dada



Suamiku Lukaku — Langit di Dada Bab awal terbuka, bab berikutnya lock… unlock dengan koin. 📖 Klik di sini: http://kbm.id/book/detail/f5d2b01b-667d-4e7b-a4c3-b414808e0f9b

Mahkota Eksklusif di KBM

Alhamdulillah… delapan novelku kini eksklusif di KBM, dan profilku pun diberi mahkota. Bukan untuk berbangga diri, tapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dijaga dengan ikhlas bisa berbuah pengakuan.

Mahkota ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah agar aku terus menulis dengan hati, menjaga keaslian karya, dan menghadirkan cerita yang bisa menjadi cahaya bagi pembaca.

Semoga Allah senantiasa melapangkan hati, melapangkan rezeki, dan menguatkan langkah dalam setiap ikhtiar… 🤲