HANYA MENJALANKAN TITAH-NYA

 

Terengah-engah nafasmu

Keringat mengucur dari tubuhmu yang lusuh

Nampak perkasa raga yang tak sempurna

Mencari nafkah menghidupi keluarga

 

Kemiskinan tak membuatnya hina

Lapar dahaga sudah terbiasa

Terik mentari tak menjadi penghalang

Hanya semangat yang ia punya

 

Berbalut syukur dalam setiap langkahnya

Hanya hamba sahaya yang mengikuti alur cerita Sang Sutradara

Hidup di dunia hanya sementara

Menjalani titah-Nya menggapai Redho-Nya

 

Walau hanya punya satu kaki dia terus berjalan menjajakan dagangan

Menelusuri jalan dari kampung ke kampung

Dengan beban berat di punggung dan kepalanya

Hari itu belum ada satupun yang terjual





 

 

KEKUATAN DOA (HADIAH HP DARI SAHABAT TERBAIKKU)

Bismillah.. 
doa?  
Saya percaya. Terutama doa yang lahir dari rasa sakit, penderitaan, dan hati yang hancur—doa seperti itu punya pengaruh yang luar biasa.

Saya pernah merasakannya.  
Saat usaha sedang sepi dan saya tidak punya uang sama sekali, saya hanya bisa berdoa.  
Handphone satu-satunya yang biasa saya pakai untuk membuat video puisi sudah saya jual demi melunasi utang.  
Tidak ada bayangan sama sekali bisa membeli HP baru. Untuk kebutuhan sehari-hari pun saya kesulitan.

Saya hanya berserah dan memohon kepada Allah...  
Dan benar saja, kekuatan doa itu begitu dahsyat.  
Masyaa Allah tabarakallah—Allah kirimkan orang-orang baik tepat pada waktunya.

Sahabat saya, Bapak Mujarwo dan istrinya yang berhati mulia, datang membawa sebuah handphone baru dalam kardus.  
Allahu Akbar... sampai saat ini, saya masih terharu setiap kali mengingat momen itu.

Terima kasih sahabatku, yang begitu baik dan suka berbagi rezeki dengan saya dan teman-teman lainnya.  
Semoga Allah melipatgandakan rezekimu dan keluargamu, memberkahi setiap langkahmu, memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang berlimpah.  
Aamiin... ya Mujibassailin.





TERIMA KASIH PENYULUHKU



Terima Kasih Penyuluhku 
Karya : Mujarwo

Tak pernah kudengar lelahmu
Walau peluh semburat didahimu
Tak pernah kulihat keluhmu
Sungguhpun beban teronggok ditengkukmu

Demi kami kau sembunyikan sedu sedanmu
Demi suksesku tak kautunjukkan bebanmu
Setiamu mengiringi langkah asaku
Kesabaranmu adalah wujud keikhlasanmu

Jasamu tak kan pernah kuabaikan
Kesadaranku abadikan kebajikanmu
Lelahmu semoga menjadi keberkahanmu
Sujudku selalu terselip doa untukmu

Jasamu terukir diprasasti kalbuku
Cahayamu bersinar dibinar tatapku
Seribu simpuh teronggok dikakimu
Kupersembahkan sebagai rasa terima kasihku

UNTUKMU GURUKU || SELAMAT HARI GURU NASIONAL

Guru

Dari nya kita bisa menulis dan membaca

Dari nya kita belajar tentang keikhlasan

Walau seringkali ada yang membuat kegaduhan

Kau tetap mengajar dengan penuh kesabaran

 

 

Guru..

Tanpa lelah kau mendidik kami

Darimu kami mengenal ilmu

Dengan berbagai pelajaran yang berharga

Kau bimbing kami menggapai cita-cita

 

Guru…

Kau adalah pejuang pendidikan

Sungguh besar pengabdianmu

Tekadmu terus menguat mencerdaskan anak bangsa

Di pelosok-pelosok desa hingga kota

 

Guru…

Sungguh besar sumbangsihmu terhadap kemajuan Negara

Darimu lahir orang-orang hebat dan bermartabat

Jasamu mengalir di setiap relung jiwa

Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa

 

Terimakasih guru

Doa kami mengalir setiap waktu 






KOPI DAN KEHIDUPAN

Menghirup aroma kopi yang kuat

Hitam pekatnya kopi semakin nikmat

Cita rasa kopi banyak di nikmati

Tua muda miskin kaya pria maupun wanita

 

Mari ngopi kawan..

Banyak hal yang ingin ku ceritakan

Tentang ujian kehidupan

Sepahit kopi yang dihidangkan

 

Puisiku menyapa secangkir kopi hitam

Hangat dalam dingin semesta malam

Bersama kopi aku bertahan melawan sepi

Ketika semuanya seperti tak mau mengerti hanya kopi yang menyemangati

 

Secangkir kopi membuat kita belajar

Dari hitamnya kita belajar ketulusan

Dari pahitnya kita berguru tentang ketabahan

Dari aromanya kita belajar berempati pada kehidupan





 

 

 

 

RENUNGAN SIANG

Kita hanyalah sepenggal nama yang akan terlupa, kecuali bagi mereka yang mencintai kita karena Allah...

Setiap kenangan tentang kita akan terhapus satu demi satu. Hingga tak lagi ada yang menyadari kepergian kita dari dunia ini...




HUJAN MENGHUJAM SENDU

Hujan menghujam sendu

Turun deras bersama air mataku

Penaku terhenti menulis kata

Larut dalam tetesan nikmatNya

 

Kilatan cahaya langit membuyarkan lamunan

Menggelegar bagai dentuman

Yang paling aku takutkan bila Guntur datang

Semesta gelap padamnya lampu penerangan

 

Bagaimana kelak di alam kubur

Sendirian dalam kegelapan

Semoga amal-amal di dunia mampu menerangi

Di alam kubur nanti








PERTOLONGAN ALLOH

Sudah 5 bulan ini listrik di rumah dab deb dab deb (turun voltase), sebulan, dua bulan masih belum memikirkan, setelah setiap hari masih dab deb, baru merasakan dampaknya. Es batu yang biasanya sehari sudah jadi es, sekarang menunggu 2 – 3 hari baru jadi. Bagaimana dengan barang elektronik lainnya?
Bapak memanggil orang untuk merapikan kabel-kabel yang tidak teratur, mungkin dari itu voltase jadi naik turun. Tetapi masih sama.
Aku mau panggil yang pinter dalam bidang listrik tapi ga’ punya uang. kalau panggil pribadi kan bayar. hehee...
Sedih banget ga’ sih…?
Hanya bisa bilang sama Alloh, mohon perlindungan agar barang-barang elektronik tidak rusak karena voltase listrik yang turun terus ini, mohon petunjuk dan jalan keluar.
Punya teman bekerja di PLN, mau minta tolong ga’ enak.

Waktu terus berlalu.. 5 bulan sudah voltase listrik di rumah masih dab deb turun naik terus.
Pompa air sudah kena dampaknya, rusak.
Mungkin bagi orang “normal” yang bisa berjalan bisa laporan ke kantor PLN, tetapi saya tidak bisa. Mau kirim pengaduan lewat aplikasi PLN, saat ini sedang tidak punya handphone. Ada handphone jadul hanya bisa buat telepon seluler.
Hari itu, tiba-tiba ada pikiran browsing PLN, ada alamat/link untuk pengaduan tentang listrik. Alhamdulillah masih ada laptop, bisa untuk browsing, menulis, dll.
Dan mata ini berhenti di tulisan alamat email PLN, “coba aku tulis pengaduan lewat email saja ya..” gumamku dalam hati.
Kemudian aku langsung tulis pengaduanku di email. Hari jumat aku kirim email.
Alhamdulillah langsung di respon oleh PLN, tetapi waktu itu aku belum buka email, aku baru buka email keesokan harinya. Ada beberapa pertanyaan dari PLN dan aku langsung kirim jawabannya. Aku pikir karena hari ahad libur, mungkin besok responnya lagi. Aku tutup email.
Selang 1 jam ada telepon masuk, aku angkat, dan ternyata dari petugas PLN daerahku, mau memperbaiki listrik di rumahku.
Masyaa Alloh tabarakalloh.. cepet banget respon PLN.
Petugasnya baik banget, karena aku ga’ punya pulsa aku bisanya miskol, dan beliau langsung telepon balik.
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

5 bulan hanya bisa diam dan bisanya Cuma berdoa. Dan Alloh permudah dengan sekejap. Listrik di rumah sudah kembali normal, dab deb sedikit.
Di dalam hati sempat berkata, “kok ga’ dari awal-awal yaa, kenapa baru sekarang sesudah 5 bulan berjalan”
Petunjuk dari Alloh baru di dapat sekarang, dan Alloh kasih waktu yang tepat sehingga di beri kemudahan”.
Semuanya atas ijin Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Allohu Akbar…
Terimakasih kakak-kakak admin PLN yang cepat merespon pengaduan saya
Terimakasih para petugas lapangan PLN yang juga respon cepat memperbaiki listrik di rumah sehingga sekarang sudah normal kembali.
Semoga selalu sehat, di beri rezky yg berlimpah, selalu dalam perlindungan Alloh dalam menjalankan tugasnya dan Alloh lipatgandakan kebaikan kalian. Aamiinn Ya Robbal’alamiin…
 
Terimakasih PLN
Ahad, 21 November 2021
Ana Restuningtyas





TANGIS DI SUBUH HARI

Disudut subuh nan sepi
Tangisku terbata bata
Teringat dosa begitu nyata
Khilaf dan salah mengorek luka
 
Bersimpuh diantara sajadah waktu
Aku bertaubat padaMu
Kembali pulang Kerumah nurani genggaman Tuhan
Astoghfirullohaladzim
Aku dawamkan dalam setiap sadar
Tempatku disini, diantara ayat ayat dibawah pohon Arrahman

Tangis di subuh hari 
Puisiku adalah gema do'a-do'a yang kulangitkan,
Aamiinkan dari jiwa yang paling dalam,
Kelak kita akan tuai bersama jawaban dari Tuhan tanpa kesudahan
Bangkitlah.. mari menuju Alloh tanpa bosan bosan







SEROMANTIS ITU KITA PERNAH

Kau adalah lembaran hidupku
Tulisan ini kupersembahkan untukmu
Menikmati kata tanpa bicara
Menghabiskan waktu bersama
 
Pelukanmu penenang kalut
Lelapkan atma yang lelah
Mengisi relung bahagia
Bawa teduh dalam rasa
 
Ada sentuhan di setiap bisikannya
Hembusan nafas beradu
Membelai taman sanubari
Menuju istana surgawi



MOTIVA JUMAH MUBAROK

Siapa yg pernah mengalami ini? Tak kau sangka di saat sulit atau genting, tak ada pintu keluar, tiba-tiba Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kirimkan hamba-Nya tuk menolongmu, padahal kau tak menduga sama sekali.

Apa ini bisa kau bayar dengan segala harta dan amalmu?

Ukirlah Alloh dalam hati dan pikiranmu.

Allohumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Alaa Aali Sayyidina Muhammad



BANJIR MULAI MENYAPA KITA

Sudah memasuki musim penghujan

Air langit mengguyur setiap hari

Terkadang di sertai kilatan cahayaNya

Angin berhembus kencang, daun-daun berguguran

 

Di hutan banyak pohon-pohon di tebang liar

Sehingga tak ada resapan air hujan

Di sungai sampah-sampah menyumbat

Airpun meluap menuju pemukiman

 

Dahulu negeriku banyak penghijauan

Hutan-hutan rimbun, hewan leluasa bermukim di dalamnya

Namun kini, hutan menjadi gersang

Ulah manusia rakus tak punya pikiran

 

Alam semesta murka

Kenapa tak bisa menjaga titipanNya

Kalian masih sumpah serapah adanya bencana

Keserakahan manusia semakin nyata


Doa ketika terjadi bencana banjir :

Bismillah..

Wa qila ya arubla’i ma’aki wa ya sama`u aqli’i wa gidal-ma`u wa quiyal-amru wastawat ‘alal-jdiyyi wa qila bu’dal lil-qaumi-zalimin

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah, dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” 



SENTUHAN SENJA

Berdiri membisu di tepi jendela

Diam tanpa suara

Melukis bayangmu di cakrawala senja

Ada inspirasi di setiap sentuhannya

Kupahat dalam pagar atma

Bias elok wajah semesta

Rinai hujan tak membasuh lara

Tetesnya menimpa rapuh hati

Jiwaku merintih pada sang pencipta

Merangkai asa dalam doa



ASA PEMULUNG KECIL

Tubuh kecil berjalan tanpa alas kaki

Di atas trotoar dari pagi hingga malam

Mengais sisa-sisa barang, botol minuman dan mainan

Yang sudah di buang di tempat sampah

 

Sebuah karung di pundaknya yang mungil

Sudah semakin terisi, semakin terasa berat

Namun kaki kecil itu terus melangkah

Tak peduli dengan teriknya mentari yang menyengat

 

Pemulung kecil

Di saat teman-teman sebayanya bermain gembira

Dia sudah bekerja untuk kelangsungan hidupnya

Bercita-cita ingin membahagiakan orang tua

 

Terlahir dari keluarga miskin papa

Dia selalu ingat pesan orang tuanya

Nak.. carilah uang dengan cara yang halal

Jangan mencuri apalagi korupsi




SAMPAI LUPA AKU CARANYA BAHAGIA

Untuk saat ini, aku hanya punya puisi

Apakah aku masih bisa punya rasa bahagia?

Sedangkan kesedihan sudah menjadi makanan sehari-hari

Ataukah.. hatiku sudah mati

 

Dalam fase hidup yang datar

Lebih baik menghindar dari hingar bingar

Semua sangat melelahkan

Pundak ini seakan tak sanggup menahan beban

 

Kesakitan, kegagalan, keterpurukan

Aku hanya pura-pura tegar, pura-pura kuat

Agar terlihat bahwa aku baik-baik saja

Padahal sedang menahan air mata



PADAMU


Padamu cinta

Sapaku setiap hari tanpa kau pinta

Masih disini memeluk sepi

Berkawan kata yang ku rangkai menjadi puisi

Harapku, suatu waktu kamu membacanya

 

Padamu rindu

Mengingatmu masih menggetarkan qalbu

Kamu yang membuatku banyak belajar

Belajar menjadi diri sendiri

Belajar tentang pahitnya kehidupan

Belajar untuk selalu bergantung hanya kepada Tuhan

BERTEMU DIA DALAM MIMPI SAJA, AKU BAHAGIA

 

Untuk kesekian kalinya aku bermimpi tentangnya

Sejak kau dan aku sudah tak menjadi kita

Lewat mimpi kita bisa bersua

Serasa tak ingin terjaga, ingin berlama-lama bersama

 

Bumi berputar sangat cepat

Seperti baru kemarin lalui waktu dengan dia

Dalam dekapannya hilang semua gulana

Hingga takdir memisahkan kita

 

Untukmu yang kini sudah menjadi kenangan

Terimakasih sudah memberi warna kehidupan

Menulis tentangmu terkadang membuatku rindu

Karena hingga detik ini, aku tak sanggup untuk membencimu



 

TERIMAKASIH SAHABATKU

Ku gores secarik kertas dengan tinta

Mengukir aksara yang terlontar dari jiwa

Merubah syair puisi menjadi doa

Untuk sahabatku di manapun kau berada

 

Di luar angin berhembus merasuk kedalam qalbu

Taburan cahaya bintang kelap kelip di angkasa

Teringat petuah sahabat bahwa akan selalu ada cahaya dari gelap menuju terang

Lewatilah fase-fase kehidupan dengan penuh kesabaran

 

Disaat aku jatuh terpuruk tak berdaya

Disaat yang lain meninggalkan, kau tetap ada

Bila hari-hariku penuh keresahan

Kaulah yang menenangkan

 

Duhai sahabat baikku

Maafkan aku

Yang sering merepotkanmu

Yang sering mengganggu waktumu

 

Kaulah sahabatku

Kau telah mengajariku banyak hal tentang kehidupan

Dalam setiap doaku terselip namamu

Lewat bait-bait puisi kusampaikan

Terimakasih yang tak terhingga



PAGI MEMUISI

Di awali dengan Bismillah

Senyum mentari menyapa semesta

Sambut hari baru nan cerah

Bersyukur atas rahmat Alloh yang Maha pemurah

Ku langitkan asa berbingkai doa

Genggam tekad penuh semangat

Mencari redhoMu dalam setiap langkahku



TENTANG HUJAN DAN KENANGAN

Kita pernah di suatu tempat, hanya kau dan aku

Di suatu Senja, mendung menggelayut

Jingga di ujung langit, selaksa memerah tertutup awan tebal

Gerimis membasahi wajah semesta

 

Dengan sigap kau raih tanganku,

Kita bergandengan, berlari kecil menerjang hujan yang menderas

Sesekali kau menatapku penuh mesra

Membuat jantungku mekar dalam kesejukan

 

Waktu itu, dunia seperti milik kita berdua

Bagaikan kisah romi dan juli

Cinta kita seakan-akan tak kan pernah berhenti

Mengalir deras setiap hari

 

Hingga akhirnya kau tancapkan belati

Seketika cinta kita berdarah-darah

Perih menyayat hati hingga kini

Walau rasa cinta ini masih terpatri



MOTIVANA

Goreslah penamu, carilah ide, gali imajinasi, rajin baca buku penulis2 terkenal, jangan lelah belajar, tulislah dan sajikan dengan ciri khasmu sendiri.
Jangan lelah menulis walau tidak ada yang membaca tulisanmu/karyamu
Karena tulisanmu bisa menjadi warisan ilmu mu.
(Ana Restuningtyas)


PELUK ERAT HIDAYAHMU

Ingin menjadi lebih baik dalam setiap waktunya

Ingin menjadi lebih taat dalam menjalani sisa usia

Mendekatkan diri beribadah kepadaNya


Setahun sudah berhijrah

Walau proses menuju hijrah tidaklah mudah

Ujian datang silih berganti

Keluarga, ekonomi, pertemanan

Sampai berada di titik terendah dalam kehidupan

 

Fa bi ayyi aalaa'i rabbikuma tukazziban

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sudah begitu banyak nikmat yang Alloh berikan

Kenapa masih saja banyak keluhan..?

 

Hanya kepadaNya berserah dan berpasrah

Semoga cahaya hidayahMu selalu memancar dalam qalbu

Memohon istiqomah dalam beribadah




PAHLAWANKU INSPIRASIKU




Pahlawanku inspirasiku

Selongsong peluru siap menembus kulitmu sewaktu-waktu

Deru debu bertebangan lalu lalang tank-tank besar

Para pejuang dengan bambu runcing siap melawan

 

Pahlawanku inspirasiku

Kau pertaruhkan nyawamu

Darahmu berceceran berjuang demi negara

Bergejolak di dada dengan pekikan MERDEKA...!!!

 

Pahlawanku inspirasiku

Hari ini kami memperingati perjuanganmu dulu

Kucuran keringatmu, tumpahan darahmu

Sebagai cambuk semangat kami para penerusmu

 

Pahlawanku inspirasiku

Kini perjuanganmu ternodai

Air mata rakyat jelata menggenangi bumi pertiwi

Kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan sosial, diskriminasi

Dan korupsi masih membayangi negeri


10 NOVEMBER 2021








 

ALASANKU

Lentera hatiku masih kamu

Inginku rebahkan kepalaku di dadamu

Karena di dadamu tempat ternyaman melepas gundahku

Nafas terengah dalam balutan rindu

 

Ku untai aksaraku dalam keremangan senja

Meski raga terbentang jeda

Peluk erat aksara, ku untai dalam keremangan rasa

Ingin ku lumat rindu dengan hangatnya temu

 

Kamulah satu-satunya alasanku bertahan

Kamulah satu-satunya alasanku menunggu

Walau sebanyak apapun air mataku tumpah

Cintaku padamu semakin membuncah




DALAM HENING SEPIKU

Dan Kau adalah langit, tempat aku menggantungkan segala asa

Biarpun lidahku kelu, tengadah tanganku tak pernah ragu

Ketika terdapat jutaan luka di dada

Jika kusebut namaMu Ya Robbi, hilang semua luka tanpa tersisa

 

Dalam keheningan sepiku

Di atas sajadah, tumpahlah air mataku

Aku memohon istiqomahkan aku dalam ketaatan dengan kesabaran

Aku memohon ketabahan dalam setiap ujian


MOTIVASI

Seseorang tidak tercela karena kemiskinannya,

Tidak pula tercela karena kekurangan fisiknya.

Karena semua itu diluar daya dan upayanya.


Namun seseorang itu menjadi tercela karena buruk lisannya dan rendah akhlaknya

TUNTUNLAH AKU DI JALAN-MU

Dalam pekatnya malam, kurapalkan doa

Bercerita kepada semesta

Terisak pilu teringat dosa-dosaku

Memohon segala ampunanMu

 

Ya Aziz…

Ku ketuk pintu Arsy-Mu

Tuntun tanganku yang rapuh ini

Tuntun hatiku yang sering lalai

 

Ihdinas shiraatal mustaqim

Tunjukkan kami jalan yang lurus

Jangan biarkan kami terlena dengan kesenangan padahal itu ujianMu

Jangan biarkan kami terlena dengan pujian,padahal itu cobaan dariMu

 

Ya Robbi…

Hanya padaMu kulabuhkan segala asa

Hanya padaMu kupasrahkan segala rasa

Jauhkan aku dari putus asa yang sering menghampiri


Allaziina yaquuluuna robbanaa innanaa aamanna faaghfirlanaa

Dzunuubanaa waqinaa ‘adzaabanaar

 


ANTARA SEMBURAT PAGI DAN PUISI

Bagaimanapun permasalahan yang sedang di hadapi

Awali hari dalam lembaran semesta pagi

Yang terkadang berselimut mendung

Terkadang pula berselimut senyum

 

Di ufuk timur terlihat indah cakrawala jingga

Suara adzan subuh menggema di seantero jagat raya

Jiwa-jiwa bangkit tuk tunaikan kewajibannya

Menjalankan ibadah bersujud kepada-Nya

 

Jarum jam merangkak menggilas ruang dan waktu

Kepada Tuhan, kita memohon ampunan

Redho akan setiap ketentuan-Nya

Dan kekhusuk’an akan menemani sepanjang masa

 

Aku bersyukur untuk hari yang ku lewatkan dengan baik-baik saja

Bersabar untuk segala hal baik yang tertunda

Berhusnuzon selalu kepada Alloh sang Maha segalanya

Berharap naungan keberkahan dalam menjalani sisa usia

 

Ya Muqallibal quluub tsabit qalbii ‘alaa diinika




 

 

ARAH BATIN

Orang yang berusaha selalu ada untuk orang lain, biasanya mereka
paham betul gimana rasanya tidak punya apa-apa dan siapa-siapa.

CATATAN MANIS DI BALIK TANGIS

Jika hujan itu rindu,

Di sekelilingku akan penuh dengan segala tentangmu

Mengumbar degub di detak jantung

Menghangatkan dadaku


Kamu... adalah aksaraku

Debarmu menggetarkan

Rasamu menghangatkan

Riuh rasa menjadi Satu

 

Ketika kau menari didalam khayalku

Bait-bait kusiapkan

Kepingan harap kubentangkan

Seribu doa kupanjatkan

 

Dengan ridhoMu rasa ini tercipta

Kukemas rapi disudut ruang puisi

Walau semesta seakan tak berpihak

Ku pasrahkan rasa kepada Yang Kuasa





MOTIVA ME

Tak perlu terlalu terang 

Hanya cukup ada 

dan tidak pernah padam

SELAMAT DATANG BULAN KELAHIRAN (0211)

Bulan bersejarah, dimana aku dilahirkan

Hari pertama aku menghirup udara di dunia

Setelah 9 bulan dalam rahim ibuku

Kelahiranku yang sangat di tunggu orang-orang sekitarku

 

Sengaja sudah aku tiadakan perayaan

Tak ada lagi kue ulang tahun

Tak berharap ada ucapan selamat dari siapapun

dan tak ada lagi lagu-lagu ulang tahun yang mengalun

 

Hari lahirku sekarang sebagai hari perenungan

Asa kulangitkan, doa2 kupanjatkan

Semoga dalam berkurangnya usia, Alloh ampuni dosa-dosaku

Semakin kuat iman dan islamku, semakin istiqomah dalam beribadah


02 Nofember 2021