Terengah-engah nafasmu
Keringat mengucur dari tubuhmu yang lusuh
Nampak perkasa raga yang tak sempurna
Mencari nafkah menghidupi keluarga
Kemiskinan tak membuatnya hina
Lapar dahaga sudah terbiasa
Terik mentari tak menjadi penghalang
Hanya semangat yang ia punya
Berbalut syukur dalam setiap langkahnya
Hanya hamba sahaya yang mengikuti alur cerita Sang Sutradara
Hidup di dunia hanya sementara
Menjalani titah-Nya menggapai Redho-Nya
Walau hanya punya satu kaki dia terus berjalan menjajakan dagangan
Menelusuri jalan dari kampung ke kampung
Dengan beban berat di punggung dan kepalanya
Hari itu belum ada satupun yang terjual


.jpg)

