Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini kembali mengajarkanku bahwa Allah sering kali bekerja dengan cara yang tidak pernah kuduga.
Pagi ini, setelah menunaikan salat Dhuha, aku melanjutkan menulis novel bab baru novelku di KBM App
Satu bab selesai kutulis.
Entah karena semalam kurang istirahat atau memang tubuh sedang lelah, aku tertidur di depan laptop.
Begitu terbangun, aku melihat dua panggilan WhatsApp dan beberapa pesan yang belum sempat kubaca.
Aku membukanya.
Ternyata dari petugas BRI.
Beliau memberi kabar bahwa rekannya akan datang ke rumah untuk melakukan survei.
Beberapa bulan yang lalu aku memang mendaftarkan diri menjadi Agen BRILink tanpa mesin EDC.
Kalau dipikir-pikir, mungkin orang akan bertanya,
"Berani sekali?"
Aku hanya bisa tersenyum.
Karena sebenarnya modal terbesarku bukan uang.
Modal terbesarku adalah Bismillah.
Dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya.
Aku memang belum memiliki modal besar.
Tetapi rekeningku hampir setiap hari menjadi saksi.
Ada uang yang masuk.
Lalu keluar lagi.
Untuk kebutuhan
Untuk menggaji orang-orang yang bekerja.
Untuk berbagai amanah yang Allah titipkan.
Lalu mengapa aku tetap mendaftar menjadi Agen BRILink?
Karena aku tidak sedang berpikir untuk sehari.
Tidak juga untuk sebulan.
Aku sedang belajar mempersiapkan sesuatu yang bisa menjadi ikhtiar jangka panjang.
Selama ini aku sering melakukan transaksi.
Mengapa tidak memiliki layanan sendiri?
Kalau Allah berkenan memberikan rezeki melalui usaha ini, aku sudah memiliki niat sejak awal.
Tujuh puluh persen untuk kebutuhanku.
Tiga puluh persen untuk kas yayasan.
Mungkin jumlahnya belum besar.
Tetapi sedikit demi sedikit, semoga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan yang halal dan berkelanjutan.
Selama ini ketika ada yang bertanya,
"Yayasannya punya usaha apa?"
Aku sering tersenyum.
Insyaa Allah...
Hari ini aku mulai memiliki jawaban.
Ini adalah salah satu ikhtiar kecil.
Setelah semua proses selesai, aku kembali bercerita kepada sahabatku yang juga menjadi pembina yayasan.
Karena Agen BRILink tanpa EDC tidak mencetak bukti transaksi, aku berpikir untuk membeli printer Bluetooth agar pelanggan tetap bisa menerima bukti pembayaran.
Aku teringat...
Pagi tadi Allah mengirimkan rezeki melalui sahabatku.
Dan tanpa kusangka, rezeki itu langsung menemukan tempatnya.
Untuk membeli perlengkapan usaha yang baru saja Allah bukakan jalannya.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad, Wa alaa ali Sayyidina Muhammad
Menjelang Magrib, beduk berkumandang.
Aku membatalkan puasa dengan seteguk air putih.
Lalu seperti biasa, aku berdoa.
Namun sore ini ada doa yang terasa lebih panjang.
Lebih khusus.
Aku menyebut nama sahabat baikku.
Sahabat sejak kecil.
Yang hari ini kembali Allah jadikan perantara datangnya rezeki.
Aku belajar lagi.
Terkadang kita mengira Allah sedang memberi kita uang.
Padahal sesungguhnya Allah sedang memberi kita kesempatan.
Kesempatan untuk memulai sebuah usaha.
Kesempatan untuk membangun masa depan.
Kesempatan untuk menghadirkan manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi yayasan yang sedang diperjuangkan.
Hari ini aku kembali diingatkan.
Bahwa ketika niat diarahkan kepada kebaikan, Allah mampu mempertemukan satu rezeki dengan rezeki lainnya.
Satu bantuan dengan satu peluang.
Dan satu doa dengan satu jawaban.
SING TENANG.
🤲 Allahumma Sugih.
💰 Allahumma Duit Okeh.
🌿 Allahumma Sehat.
✨ Aghnini bi fadlika amman siwak.
LangitDiDada



































