Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Doa Tolak Bala di Selasa Pagi

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm  

Allāhumma innā na‘ūdhu bika min jahdi al-balā’  
wa daraki al-shaqā’  
wa sū’i al-qaḍā’  
wa shamatati al-a‘dā’.

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesulitan bala, dari kesengsaraan,

dari buruknya takdir, dan dari kegembiraan musuh atas penderitaan kami.”


Renungan Selasa Pagi

🌿 Doa ini bisa dibaca setelah shalat Subuh atau kapan saja di pagi hari.
🌿 Sertakan niat: “Ya Allah, jadikan pagi ini awal yang damai,

jauhkan kami dari segala bala, dan limpahkan rahmat-Mu sepanjang hari.
🌿 Tambahkan dzikir dan shalawat untuk memperkuat hati.


TESTIMONI




Tahun demi tahun menulis, bukan karena ingin terkenal…

tapi karena aku ingin berbagi. Tentang hidup, luka, harapan, dan keteguhan.

Sejak 2021, tulisanku telah terbit dalam berbagai antologi.

Namun tetap, setiap kali karyaku lolos seleksi dan akan dibukukan,

rasanya masih seperti pertama kali: haru dan penuh syukur.

Terimakasih Ya Alloh…

dan terimakasih untuk orang-orang baik yang diam-diam mendoakan dan menyemangati.

Semoga setiap baitku bisa jadi cahaya.

Sekecil apapun, semoga cukup untuk menghangatkan hati yang membacanya.

DIRI SENDIRI

 Jadilah pijakan saat langkah terasa goyah,  

Penguat di kala hati hampir menyerah.  

Sebab yang paling memahami luka,  

Adalah diri sendiri, yang merasakannya.  


Bukan orang lain yang menentukan arah,  

Bukan suara asing yang menggurat resah.  

Tetapi tanganmu sendiri yang menguatkan,  

Dan hatimu yang tetap bertahan.  


Dalam sunyi, temukan ketenangan,  

Dalam lelah, berikan pelukan.  

Sebab kekuatan sejati ada di dalam diri,  

Menemani setiap langkah, tanpa henti


SELAMAT DATANG JUNI

Selamat datang, Juni yang manis,

Langkahmu lembut, membawa kisah baru yang realistis.

Setelah hujan di bulan lalu reda,

Kini harapan tumbuh, menjulang ke udara.


Juni, engkau bagai senyum pagi,

Hangat menyentuh hati yang sempat letih berdiri.

Bersamamu, kami belajar lagi,

Tentang sabar, syukur, dan berani menapaki.


Mentari lebih lama bersinar,

Langit cerah, semangat pun mengalir deras tak gentar.

Bulan keenam—tanda pertengahan jalan,

Tapi langkah kami tak akan perlahan.


Juni, tuntun kami dalam doa-doa,

Dalam usaha yang tak pernah sia-sia.

Biar sedikit, asal terus melaju,

Menuju kebaikan, menuju restu.


Selamat datang, Juni penuh harapan,

Mari menulis cerita yang penuh kebaikan.

Dengan cinta, doa, dan hati yang bersih,

Insyaa Alloh, segalanya terasa lebih indah dan berseri. 




CAHAYA DALAM GELAP

Jangan bersinar di tempat yang terang,  

di sana, gemerlap sudah berlimpah,  

mata yang memandang tak akan bertanya,  

siapa kau, cahaya kecil yang bercahaya?  


Namun di gelap, meski redup sinarmu,  

kau adalah harapan yang tak tergantikan,  

seberkas lembut, secercah tenang,  

keindahanmu hadir dalam kesunyian.  


Tak perlu menjadi bintang di langit yang ramai,  

cukup jadi lentera di malam yang sepi,  

sebab dalam gulita yang menelan dunia,  

cahayamu adalah arti,  

adalah keindahan,  

adalah hidup bagi yang mencari.


NIKMAT PAGI YANG TAK TERBELI



Uang bisa membeli kasur empuk dan lampu temaram,

Obat tidur dan suasana yang nyaman.

Tapi ia tak mampu membeli rasa tenang,

Apalagi jaminan untuk bisa terbangun esok pagi.


Ada yang malamnya panjang dalam derita,

Berharap pagi membawa cahaya.

Namun tak semua diberi kesempatan kedua—

Untuk membuka mata dan melihat dunia.


Maka jika pagi ini kita terbangun,

Tanpa alarm, tanpa sentuhan,

Hanya karena kasih Tuhan

Yang meniupkan hidup ke dalam tubuh yang lelah

Bersyukurlah bukan hanya karena nyawa masih ada,

Tapi karena itu tanda:

Masih ada tugas, masih ada makna,

Masih ada cinta Tuhan yang belum selesai untuk kita.


Karena bangun pagi bukan sekadar rutinitas,

Tapi anugerah yang tak semua orang dapat wariskan.

Jangan anggap biasa,

Sebab detik itu bisa jadi bekal surga—atau ujian yang meminta jawabannya.




DIRIMU SENDIRI

Di antara ribuan langkah dan bayang,

Ada satu yang tak pernah menghilang —

Dirimu sendiri, yang diam-diam bertahan

di saat dunia tak bisa jadi sandaran.


Ia menampung letihmu tanpa keluh,

menyeka air mata saat tak ada yang tahu.

Satu-satunya yang selalu tinggal,

meski yang lain pergi, tinggal kenang mengental.


Maka sayangilah ia sepenuh hati,

jangan letakkan beban yang terlalu tinggi.

Ia bukan karang yang takkan retak,

ia juga ingin bahagia dan tak merasa sesak.


Peluk dirimu, damaikan jiwamu.

Jangan paksa ia kuat setiap waktu.

Karena dirimu adalah rumah terindah,

yang paling layak diberi cinta paling ramah.




AKU DAN KURSI RODA

Melaju bersama dalam sunyi,

menyusuri jalanan kehidupan,

dengan luka, dengan harapan.


Bukan sayap yang kupunya,

tapi roda yang setia menemani,

membawaku melewati badai,

mengajakku menari di bawah mentari.


Kadang, dunia menatap iba,

seakan aku hanyalah bayang,

tapi tak mereka tahu,

aku adalah cahaya di jalanku sendiri.


Bukan keterbatasan yang mengikatku,

melainkan mimpiku yang membebaskan,

aku dan kursi rodaku,

bukan kisah sedih—tapi kisah perjuangan.


Biarkan roda ini terus berputar,

mengukir jejak, menembus batas,

karena aku tak diam dalam duka,

aku melaju, meraih bahagia.



KEKURANGAN

 Jangan kejar kesempurnaan,

sebab ia sering bersembunyi di balik topeng kepalsuan,

menjanjikan kilau… tapi tak memberi damai.


Lihatlah sejenak ke dalam kekurangan,

di sanalah hati belajar rendah hati,

jiwa tumbuh dengan tulus,

dan cinta hadir tanpa syarat.


Kesempurnaan itu fana,

tapi kekurangan yang diterima dengan ikhlas,

menjadi indah yang abadi.


Karena bukan sempurna yang membuatmu berharga,

melainkan caramu menerima diri apa adanya.

Di situlah keindahan sejati bernama… manusia.




JEJAK LANGKAH RELAWAN





Langkah kecil, hati terbuka,
Menempuh jalan tanpa ragu,
Dari desa hingga kota penuh cerita,
Menebar harap di tiap temu.

Tangannya tak selalu kuat,
Tapi jiwanya tetap menyala,
Menyalakan semangat,
Dalam tiap doa dan kata.

Bukan harta yang ia cari,
Bukan pujian, bukan nama,
Hanya ingin dunia berseri,
Walau setitik dalam senyum semesta.


KASUR MULTIFUNGSIKU

Buat sebagian orang, kasur itu cuma tempat tidur. Tapi buat aku, kasur ini lebih dari itu!

🛏️ Tempat tidur? Jelas!

🚿 Kamar mandi? Bisaaa... soalnya aku mandi di sini 😆

🍽️ Ruang makan? Iya dong, makanku juga di sini!

🙏 Mushola? Sholatku pun di atas kasur ❤️

💻 Ruang kerja? Jelas! Di sini aku ngetik & edit video.

📱 Studio live streaming? Pastinya!

😢 Tempat nangis? Kadang-kadang... tapi habis nangis, bangkit lagi! 💪


Kasur ini saksi bisu perjuanganku. Dari sini aku berusaha, berkarya, dan tetap semangat menghadapi hari. Batasanku bukan penghalang, justru jadi penyemangat! ✨


RELAWAN SOSIAL



Di jalan sunyi penuh debu dan duri,
Melangkah tanpa ragu, tanpa pamrih.
Hati kecil membawa terang,
Meski badai tak henti menghadang.

Tanganmu adalah pelita bagi mereka,
Yang kehilangan harapan di tengah derita.
Kau bangun kembali senyum yang redup,
Dengan cinta, kau teguhkan yang hampir runtuh.

Tak jarang lelah merayap dalam diam,
Namun tekad ini tak pernah padam.
Rintangan datang seperti gelombang,
Namun hatimu tetap kuat, tetap tenang.

Dalam gelap kau menyalakan cahaya,
Meski sering sendiri di tengah bahaya.
Tak kau hitung peluh yang tercurah,
Karena kasih adalah nafas yang kau pasrah.

Wahai relawan, pahlawan tanpa tanda,
Kau adalah bukti cinta masih ada.
Meski dunia sering abai akan kisahmu,
Alloh tahu setiap langkah perjuanganmu.

Tetaplah berdiri, meski angin mengguncang,
Kau adalah harapan yang takkan hilang.
Karena lewat tanganmu yang penuh kasih,
Dunia belajar apa arti berbagi.


14rajab
_Ana Lksa PSB_

KATA-KATA HARI INI




 Ketika yang aku sembunyikan lebih dahsyat dari yang aku tuliskan

HIDUP ADALAH PILIHAN




 Karya : Agus Riyanto


Seribu kata satu makna

Mengapa tidak kau pilih satu kata untuk seribu makna...

Mengapa

Kau berjalan ke barat, berharap menemukan ujung dunia.

Adalah tempatmu berpijak itulah ujung dunia.

Di halaman depan terpaku jalma tengah merana

Hanya ada dua pilihan, 

Merangkul sepenuh jiwa atau 

Diam dan lalai sepenuh pongah...

Hidup adalah pilihan

Aku memilih berpeluk mesra pada yang merana, dan disana aku menemukan sebagian isi dunia.....

Hidup adalah pilihan.....

MUNAJAT MALAMKU

Jika puisi tak jua mampu mewakilkan perasaan ku padamu, kekasih, biarlah ku hantarkan dengan do'a-do'a yang ku tompangkan lewat kereta Tuhan dimalam-malam buta. Biarlah kuwakilkan lewat sampan-sampan yang berlayar diatas genangan air mata munajat.

firman nofeki 

MOTIVASI SENIN

 Belajar dari tanah yang selalu diam meskipun di injak-injak,
tapi tanah juga mampu mengubur orang yang menginjak nya.





JALAN MENUJU LUAR BIASA

Luar biasa bukanlah kilatan cahaya,  

Ia tumbuh dari luka yang mengajarkan makna.  

Setiap sakit, setiap air mata jatuh,  

Menjadi jejak langkah menuju kuat yang utuh.  


Hinaan bukan belenggu, tapi ujian,  

Menguji hati, membentuk keteguhan.  

Waktu mengukir cerita di tubuh yang gigih,  

Menjadikan kita lebih dari sekadar bersih.  


Jam terbang tak sekadar angka,  

Ia adalah pengalaman yang membakar asa.  

Dan dalam semua itu, kita bertumbuh,  

Menjadi luar biasa, bukan karena mudah, tapi karena kita mampu


SABTU SENDU

Saat aku putuskan untuk menutup semua jalan menujuku, hanya satu jalan yang kubiarkan terbuka. Masuklah melalui jalan puisi, kau akan menemukannya, dan takkan pernah kehilanganku


MOTIVANA

Goreslah penamu, carilah ide, gali imajinasi, rajin baca buku penulis2 terkenal, jangan lelah belajar, tulislah dan sajikan dengan ciri khasmu sendiri.
Jangan lelah menulis walau tidak ada yang membaca tulisanmu/karyamu
Karena tulisanmu bisa menjadi warisan ilmu mu.
(Ana Restuningtyas)


MOTIVASI

Seseorang tidak tercela karena kemiskinannya,

Tidak pula tercela karena kekurangan fisiknya.

Karena semua itu diluar daya dan upayanya.


Namun seseorang itu menjadi tercela karena buruk lisannya dan rendah akhlaknya