Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Allahumma Sugeh: Catatan Seorang Pengurus Yayasan yang Masih Belajar Istiqomah

Kadang aku bertanya kepada diriku sendiri, mengapa aku masih bertahan?

Padahal mengurus yayasan tidak mudah. Ada laporan yang harus diselesaikan, data anak binaan yang harus diperbarui, arsip yang harus dirapikan, program yang harus dijalankan, dan kebutuhan operasional yang selalu menunggu untuk dipenuhi.

Namun setiap kali pertanyaan itu muncul, aku selalu menemukan jawaban yang sama:

Karena Allah masih mengizinkan.

LKSA Peduli Sahabat Batang berdiri pada tahun 2017. Saat itu aku tidak pernah membayangkan seperti apa perjalanan yang akan dilalui. Yang ada hanya keinginan sederhana, semoga yayasan ini bisa menjadi tempat yang bermanfaat bagi anak-anak yatim dan mereka yang membutuhkan.

Tahun demi tahun berlalu.

Ada masa mudah, ada masa sulit.

Ada saat-saat ketika bantuan datang tanpa diduga, ada pula saat ketika aku harus berpikir keras bagaimana memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak.

Tahun 2023 menjadi salah satu momen yang tidak akan kulupakan. Dengan segala keterbatasan yang ada, LKSA Peduli Sahabat Batang mengikuti proses akreditasi dan Alhamdulillah memperoleh nilai A.

Saat itu aku kembali belajar bahwa Allah tidak melihat seberapa besar kemampuan kita, tetapi seberapa sungguh-sungguh kita berusaha.

Namun perjalanan tidak berhenti di sana.

Setelah ibuku wafat pada tahun 2021, banyak hal berubah. Rumah yang sebelumnya dapat digunakan sebagai kantor yayasan tidak lagi bisa dipakai seperti dulu. Kami harus mencari tempat lain dan akhirnya menyewa kantor.

Sejak saat itu, aku semakin memahami bahwa menjalankan yayasan membutuhkan lebih dari sekadar niat baik. Dibutuhkan biaya, tenaga, waktu, dan kesabaran yang panjang.

Kadang aku harus mencari donasi untuk biaya sewa kantor.

Kadang aku harus memperbaiki bagian-bagian bangunan yang rusak.

Kadang aku harus menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Sedih?

Tentu saja pernah.

Lelah?

Sering.

Menangis?

Berkali-kali.

Tetapi setiap kali aku hampir menyerah, Allah selalu menunjukkan satu hal:

Bahwa pertolongan-Nya tidak pernah terlambat.

Mungkin tidak datang dalam bentuk yang aku inginkan.

Mungkin tidak datang dari orang yang aku harapkan.

Tetapi selalu datang pada waktu yang tepat.

Karena itulah sampai hari ini aku masih sering berdoa:

"Allahumma sugeh."

Bukan karena aku ingin hidup mewah.

Bukan karena aku ingin menjadi kaya untuk diriku sendiri.

Aku hanya ingin LKSA Peduli Sahabat Batang berdiri lebih kokoh.

Aku ingin suatu hari nanti yayasan ini memiliki rumah sendiri yang bisa digunakan sebagai kantor dan panti.

Aku ingin ada kendaraan operasional agar mobilitas tidak selalu bergantung pada biaya sewa.

Aku ingin anak-anak yatim yang dibina memiliki tempat yang nyaman untuk tumbuh dan belajar.

Aku tidak memiliki keturunan.

Karena itu, aku berharap jika Allah mengabulkan semua impian ini, manfaatnya bisa terus mengalir bahkan ketika aku sudah tidak ada.

Jika suatu hari nanti berdiri sebuah rumah panti yang penuh dengan tawa anak-anak yatim, jika kegiatan-kegiatan sosial terus berjalan, jika yayasan ini mampu bertahan dan berkembang, maka itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Dan sampai hari itu tiba, tugasku adalah terus melangkah.

Satu laporan demi satu laporan.

Satu arsip demi satu arsip.

Satu program demi satu program.

Satu Jumat demi satu Jumat.

Karena aku percaya, bangunan yang kokoh tidak dibangun dalam satu hari.

Begitu pula dengan mimpi.

Hari ini mungkin hanya Jumat Berbagi Episode 26.

Minggu depan Episode 27.

Lalu Episode 28.

Sedikit demi sedikit.

Tetapi bukankah setiap perjalanan panjang memang dimulai dari langkah-langkah yang terus dijaga?

Untuk itu, aku menitipkan doa kepada Allah:

Ya Allah, kuatkan langkahku selama Engkau masih memberiku usia.

Ya Allah, sehatkan badanku agar aku bisa terus melayani.

Ya Allah, lapangkan rezekiku agar aku bisa terus berbagi.

Ya Allah, cukupkan kebutuhan LKSA Peduli Sahabat Batang dari jalan yang halal dan penuh keberkahan.

Ya Allah, karuniakan rumah sendiri untuk kantor dan panti yayasan.

Ya Allah, karuniakan kendaraan operasional yang memudahkan pelayanan kepada anak-anak binaan.

Ya Allah, hadirkan orang-orang baik yang mau membantu karena cinta kepada-Mu.

Ya Allah, jadikan setiap tetes keringat, setiap air mata, dan setiap langkah dalam mengurus amanah ini sebagai amal jariyah yang Engkau terima.

Dan jika suatu hari nanti semua impian ini terwujud, izinkan aku melihatnya dengan penuh syukur.

Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.



Saat Jatuh

Yang penting bukan siapa di sisimu,

bukan bayangan yang sekadar menemu,

melainkan jiwa yang tetap meramu,

cahaya kecil di gelap yang membeku.

 

Saat kau jatuh dunia terasa pilu,

ada yang hadir menguatkan kalbu,

bukan sekadar teman yang lalu,

melainkan sandaran yang tak pernah layu.

 

Bukan siapa yang sekadar tampak,

melainkan yang bertahan di saat retak,

yang menyalakan harapan di tengah sesak,

yang menjadikan luka sebagai langkah bijak.

 

Karena cinta sejati tak pernah rapuh,

ia hadir di saat kau runtuh,

bukan sekadar bayang yang kabur dan lusuh,

melainkan cahaya yang selalu teduh.

 



HIDUP ITU CAPEK

"Hidup itu cape, makanya kita butuh yang sama-sama éxcited, someone to talk, sefrekuensi dan saling mengerti."


— Langit Didada


Doa Tolak Bala di Selasa Pagi

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm  

Allāhumma innā na‘ūdhu bika min jahdi al-balā’  
wa daraki al-shaqā’  
wa sū’i al-qaḍā’  
wa shamatati al-a‘dā’.

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesulitan bala, dari kesengsaraan,

dari buruknya takdir, dan dari kegembiraan musuh atas penderitaan kami.”


Renungan Selasa Pagi

🌿 Doa ini bisa dibaca setelah shalat Subuh atau kapan saja di pagi hari.
🌿 Sertakan niat: “Ya Allah, jadikan pagi ini awal yang damai,

jauhkan kami dari segala bala, dan limpahkan rahmat-Mu sepanjang hari.
🌿 Tambahkan dzikir dan shalawat untuk memperkuat hati.


TESTIMONI




Tahun demi tahun menulis, bukan karena ingin terkenal…

tapi karena aku ingin berbagi. Tentang hidup, luka, harapan, dan keteguhan.

Sejak 2021, tulisanku telah terbit dalam berbagai antologi.

Namun tetap, setiap kali karyaku lolos seleksi dan akan dibukukan,

rasanya masih seperti pertama kali: haru dan penuh syukur.

Terimakasih Ya Alloh…

dan terimakasih untuk orang-orang baik yang diam-diam mendoakan dan menyemangati.

Semoga setiap baitku bisa jadi cahaya.

Sekecil apapun, semoga cukup untuk menghangatkan hati yang membacanya.

DIRI SENDIRI

 Jadilah pijakan saat langkah terasa goyah,  

Penguat di kala hati hampir menyerah.  

Sebab yang paling memahami luka,  

Adalah diri sendiri, yang merasakannya.  


Bukan orang lain yang menentukan arah,  

Bukan suara asing yang menggurat resah.  

Tetapi tanganmu sendiri yang menguatkan,  

Dan hatimu yang tetap bertahan.  


Dalam sunyi, temukan ketenangan,  

Dalam lelah, berikan pelukan.  

Sebab kekuatan sejati ada di dalam diri,  

Menemani setiap langkah, tanpa henti


SELAMAT DATANG JUNI

Selamat datang, Juni yang manis,

Langkahmu lembut, membawa kisah baru yang realistis.

Setelah hujan di bulan lalu reda,

Kini harapan tumbuh, menjulang ke udara.


Juni, engkau bagai senyum pagi,

Hangat menyentuh hati yang sempat letih berdiri.

Bersamamu, kami belajar lagi,

Tentang sabar, syukur, dan berani menapaki.


Mentari lebih lama bersinar,

Langit cerah, semangat pun mengalir deras tak gentar.

Bulan keenam—tanda pertengahan jalan,

Tapi langkah kami tak akan perlahan.


Juni, tuntun kami dalam doa-doa,

Dalam usaha yang tak pernah sia-sia.

Biar sedikit, asal terus melaju,

Menuju kebaikan, menuju restu.


Selamat datang, Juni penuh harapan,

Mari menulis cerita yang penuh kebaikan.

Dengan cinta, doa, dan hati yang bersih,

Insyaa Alloh, segalanya terasa lebih indah dan berseri. 




CAHAYA DALAM GELAP

Jangan bersinar di tempat yang terang,  

di sana, gemerlap sudah berlimpah,  

mata yang memandang tak akan bertanya,  

siapa kau, cahaya kecil yang bercahaya?  


Namun di gelap, meski redup sinarmu,  

kau adalah harapan yang tak tergantikan,  

seberkas lembut, secercah tenang,  

keindahanmu hadir dalam kesunyian.  


Tak perlu menjadi bintang di langit yang ramai,  

cukup jadi lentera di malam yang sepi,  

sebab dalam gulita yang menelan dunia,  

cahayamu adalah arti,  

adalah keindahan,  

adalah hidup bagi yang mencari.


NIKMAT PAGI YANG TAK TERBELI



Uang bisa membeli kasur empuk dan lampu temaram,

Obat tidur dan suasana yang nyaman.

Tapi ia tak mampu membeli rasa tenang,

Apalagi jaminan untuk bisa terbangun esok pagi.


Ada yang malamnya panjang dalam derita,

Berharap pagi membawa cahaya.

Namun tak semua diberi kesempatan kedua—

Untuk membuka mata dan melihat dunia.


Maka jika pagi ini kita terbangun,

Tanpa alarm, tanpa sentuhan,

Hanya karena kasih Tuhan

Yang meniupkan hidup ke dalam tubuh yang lelah

Bersyukurlah bukan hanya karena nyawa masih ada,

Tapi karena itu tanda:

Masih ada tugas, masih ada makna,

Masih ada cinta Tuhan yang belum selesai untuk kita.


Karena bangun pagi bukan sekadar rutinitas,

Tapi anugerah yang tak semua orang dapat wariskan.

Jangan anggap biasa,

Sebab detik itu bisa jadi bekal surga—atau ujian yang meminta jawabannya.




DIRIMU SENDIRI

Di antara ribuan langkah dan bayang,

Ada satu yang tak pernah menghilang —

Dirimu sendiri, yang diam-diam bertahan

di saat dunia tak bisa jadi sandaran.


Ia menampung letihmu tanpa keluh,

menyeka air mata saat tak ada yang tahu.

Satu-satunya yang selalu tinggal,

meski yang lain pergi, tinggal kenang mengental.


Maka sayangilah ia sepenuh hati,

jangan letakkan beban yang terlalu tinggi.

Ia bukan karang yang takkan retak,

ia juga ingin bahagia dan tak merasa sesak.


Peluk dirimu, damaikan jiwamu.

Jangan paksa ia kuat setiap waktu.

Karena dirimu adalah rumah terindah,

yang paling layak diberi cinta paling ramah.




AKU DAN KURSI RODA

Melaju bersama dalam sunyi,

menyusuri jalanan kehidupan,

dengan luka, dengan harapan.


Bukan sayap yang kupunya,

tapi roda yang setia menemani,

membawaku melewati badai,

mengajakku menari di bawah mentari.


Kadang, dunia menatap iba,

seakan aku hanyalah bayang,

tapi tak mereka tahu,

aku adalah cahaya di jalanku sendiri.


Bukan keterbatasan yang mengikatku,

melainkan mimpiku yang membebaskan,

aku dan kursi rodaku,

bukan kisah sedih—tapi kisah perjuangan.


Biarkan roda ini terus berputar,

mengukir jejak, menembus batas,

karena aku tak diam dalam duka,

aku melaju, meraih bahagia.



KEKURANGAN

 Jangan kejar kesempurnaan,

sebab ia sering bersembunyi di balik topeng kepalsuan,

menjanjikan kilau… tapi tak memberi damai.


Lihatlah sejenak ke dalam kekurangan,

di sanalah hati belajar rendah hati,

jiwa tumbuh dengan tulus,

dan cinta hadir tanpa syarat.


Kesempurnaan itu fana,

tapi kekurangan yang diterima dengan ikhlas,

menjadi indah yang abadi.


Karena bukan sempurna yang membuatmu berharga,

melainkan caramu menerima diri apa adanya.

Di situlah keindahan sejati bernama… manusia.




JEJAK LANGKAH RELAWAN





Langkah kecil, hati terbuka,
Menempuh jalan tanpa ragu,
Dari desa hingga kota penuh cerita,
Menebar harap di tiap temu.

Tangannya tak selalu kuat,
Tapi jiwanya tetap menyala,
Menyalakan semangat,
Dalam tiap doa dan kata.

Bukan harta yang ia cari,
Bukan pujian, bukan nama,
Hanya ingin dunia berseri,
Walau setitik dalam senyum semesta.


KASUR MULTIFUNGSIKU

Buat sebagian orang, kasur itu cuma tempat tidur. Tapi buat aku, kasur ini lebih dari itu!

🛏️ Tempat tidur? Jelas!

🚿 Kamar mandi? Bisaaa... soalnya aku mandi di sini 😆

🍽️ Ruang makan? Iya dong, makanku juga di sini!

🙏 Mushola? Sholatku pun di atas kasur ❤️

💻 Ruang kerja? Jelas! Di sini aku ngetik & edit video.

📱 Studio live streaming? Pastinya!

😢 Tempat nangis? Kadang-kadang... tapi habis nangis, bangkit lagi! 💪


Kasur ini saksi bisu perjuanganku. Dari sini aku berusaha, berkarya, dan tetap semangat menghadapi hari. Batasanku bukan penghalang, justru jadi penyemangat! ✨


RELAWAN SOSIAL



Di jalan sunyi penuh debu dan duri,
Melangkah tanpa ragu, tanpa pamrih.
Hati kecil membawa terang,
Meski badai tak henti menghadang.

Tanganmu adalah pelita bagi mereka,
Yang kehilangan harapan di tengah derita.
Kau bangun kembali senyum yang redup,
Dengan cinta, kau teguhkan yang hampir runtuh.

Tak jarang lelah merayap dalam diam,
Namun tekad ini tak pernah padam.
Rintangan datang seperti gelombang,
Namun hatimu tetap kuat, tetap tenang.

Dalam gelap kau menyalakan cahaya,
Meski sering sendiri di tengah bahaya.
Tak kau hitung peluh yang tercurah,
Karena kasih adalah nafas yang kau pasrah.

Wahai relawan, pahlawan tanpa tanda,
Kau adalah bukti cinta masih ada.
Meski dunia sering abai akan kisahmu,
Alloh tahu setiap langkah perjuanganmu.

Tetaplah berdiri, meski angin mengguncang,
Kau adalah harapan yang takkan hilang.
Karena lewat tanganmu yang penuh kasih,
Dunia belajar apa arti berbagi.


14rajab
_Ana Lksa PSB_

KATA-KATA HARI INI




 Ketika yang aku sembunyikan lebih dahsyat dari yang aku tuliskan

HIDUP ADALAH PILIHAN




 Karya : Agus Riyanto


Seribu kata satu makna

Mengapa tidak kau pilih satu kata untuk seribu makna...

Mengapa

Kau berjalan ke barat, berharap menemukan ujung dunia.

Adalah tempatmu berpijak itulah ujung dunia.

Di halaman depan terpaku jalma tengah merana

Hanya ada dua pilihan, 

Merangkul sepenuh jiwa atau 

Diam dan lalai sepenuh pongah...

Hidup adalah pilihan

Aku memilih berpeluk mesra pada yang merana, dan disana aku menemukan sebagian isi dunia.....

Hidup adalah pilihan.....

MUNAJAT MALAMKU

Jika puisi tak jua mampu mewakilkan perasaan ku padamu, kekasih, biarlah ku hantarkan dengan do'a-do'a yang ku tompangkan lewat kereta Tuhan dimalam-malam buta. Biarlah kuwakilkan lewat sampan-sampan yang berlayar diatas genangan air mata munajat.

firman nofeki 

MOTIVASI SENIN

 Belajar dari tanah yang selalu diam meskipun di injak-injak,
tapi tanah juga mampu mengubur orang yang menginjak nya.





JALAN MENUJU LUAR BIASA

Luar biasa bukanlah kilatan cahaya,  

Ia tumbuh dari luka yang mengajarkan makna.  

Setiap sakit, setiap air mata jatuh,  

Menjadi jejak langkah menuju kuat yang utuh.  


Hinaan bukan belenggu, tapi ujian,  

Menguji hati, membentuk keteguhan.  

Waktu mengukir cerita di tubuh yang gigih,  

Menjadikan kita lebih dari sekadar bersih.  


Jam terbang tak sekadar angka,  

Ia adalah pengalaman yang membakar asa.  

Dan dalam semua itu, kita bertumbuh,  

Menjadi luar biasa, bukan karena mudah, tapi karena kita mampu