Kubuka buku catatan,
Halaman kosong menanti cerita,
Tinta pena menari pelan,
Sambil angin pantai menyisir jiwa.
Ombak tak pernah lelah bercerita,
Aku dengarkan, kuresapi maknanya,
Kadang aku tulis, kadang hanya kurasa,
Seperti rahasia yang hanya aku dan laut tahu isinya.
Dia duduk tak jauh dariku,
Membiarkanku larut dalam imajinasi,
Tak mengganggu, tak bertanya,
Cukup hadir, dan itu puisi paling abadi.
Pantai jadi tempatku bercerita tanpa suara
Saat dunia terlalu ramai, dan kepala penuh kata.
Kupilih duduk lama biar pikiran reda
Biar aku dan dia menyatu dalam senja
Senja memudar di ujung cakrawala,
Aku masih menulis,
Tentang hari ini, tentang dia, tentang segala,
Yang tak sempat kukatakan, tapi abadi di kertas tipis


.png)




.png)


