Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

MENULIS DI TEPI SENJA

Kubuka buku catatan,

Halaman kosong menanti cerita,

Tinta pena menari pelan,

Sambil angin pantai menyisir jiwa.


Ombak tak pernah lelah bercerita,

Aku dengarkan, kuresapi maknanya,

Kadang aku tulis, kadang hanya kurasa,

Seperti rahasia yang hanya aku dan laut tahu isinya.


Dia duduk tak jauh dariku,

Membiarkanku larut dalam imajinasi,

Tak mengganggu, tak bertanya,

Cukup hadir, dan itu puisi paling abadi.


Pantai jadi tempatku bercerita tanpa suara

Saat dunia terlalu ramai, dan kepala penuh kata.

Kupilih duduk lama biar pikiran reda

Biar aku dan dia menyatu dalam senja


Senja memudar di ujung cakrawala,

Aku masih menulis,

Tentang hari ini, tentang dia, tentang segala,

Yang tak sempat kukatakan, tapi abadi di kertas tipis



RINDU YANG TAK BISA DIAM

(Kutulis untuk anak2 LKSA Peduli Sahabat Batang)


Hari-hari berlalu dalam kesibukan,

tapi di sela itu, ada rindu yang diam-diam tumbuh dalam diam.

Rindu senyum-senyum polos penuh harapan,

rindu tawa kecil yang tulus, tanpa beban.


Mereka bukan sekadar anak binaan,

mereka bagian dari doa yang kusebutkan setiap malam.

Setiap nama, setiap wajah,

tersimpan rapi di ruang hati yang tak pernah lelah.


Andai bisa kugenggam waktu,

ingin sekali datang dan memeluk satu-satu.

Bercerita, mendengar, dan menyeka duka,

walau hanya dengan tatapan hangat seadanya.


Ya Robb.. sampaikan rinduku lewat angin,

biar mereka tahu:

di manapun aku berada…

mereka tak pernah jauh dari doa.



DOA SEPERTIGA MALAMKU

 



Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  
Untuk seseorang yang bergelar suamiku, imamku
Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.

Rumah tangga kita, seperti taman yang selalu mekar,
Penuh bunga cinta yang tak pernah layu,
Meski terkadang badai datang mengusik,
Kita tetap bertahan, saling menggenggam tangan.

Doa malamku selalu untuk kita berdua,
Semoga kebahagiaan ini tak pernah pudar,
Semoga sabar dan cinta jadi cahaya penerang,
Di setiap langkah yang kita tempuh,hingga akhir waktu nanti.

Kehidupan rumah tangga, bukanlah tentang sempurna,
Tapi tentang menerima, tumbuh, dan berkembang,
Bersama kita jalani setiap detik yang ada,
Dengan penuh cinta dan doa yang tak pernah putus.


RELAWAN SOSIAL



Di jalan sunyi penuh debu dan duri,
Melangkah tanpa ragu, tanpa pamrih.
Hati kecil membawa terang,
Meski badai tak henti menghadang.

Tanganmu adalah pelita bagi mereka,
Yang kehilangan harapan di tengah derita.
Kau bangun kembali senyum yang redup,
Dengan cinta, kau teguhkan yang hampir runtuh.

Tak jarang lelah merayap dalam diam,
Namun tekad ini tak pernah padam.
Rintangan datang seperti gelombang,
Namun hatimu tetap kuat, tetap tenang.

Dalam gelap kau menyalakan cahaya,
Meski sering sendiri di tengah bahaya.
Tak kau hitung peluh yang tercurah,
Karena kasih adalah nafas yang kau pasrah.

Wahai relawan, pahlawan tanpa tanda,
Kau adalah bukti cinta masih ada.
Meski dunia sering abai akan kisahmu,
Alloh tahu setiap langkah perjuanganmu.

Tetaplah berdiri, meski angin mengguncang,
Kau adalah harapan yang takkan hilang.
Karena lewat tanganmu yang penuh kasih,
Dunia belajar apa arti berbagi.


14rajab
_Ana Lksa PSB_

AKU DAN TULISANKU

 Aku dan Tulisanku

Kata-kataku tumbuh dari rindu,  

melayang bebas di antara sunyi,  

setiap huruf adalah denyut nadiku,  

setiap kalimat adalah cerminan diri.  


Tulisanku adalah senja yang bicara,  

menyimpan rahasia dalam warna,  

ia tak sekadar tinta di atas kertas,  

ia adalah aku—utuh dan nyata.  


Di antara dunia yang gaduh,  

ia menjemputku dengan lembut,  

menjadi suara saat aku tak bersuara,  

menjadi rumah saat dunia terasa jauh


AKU DAN HUJAN


Aku dan hujan, dua jiwa yang berpadu,

Dalam ritme deras, hati yang terbuka.

Air mata langit,   menyiram bumi,

Membasuh jiwa, membersihkan hati.


Hujan mengguyur, aku menemukan kedamaian,

Dalam setiap tetes, ada pesan kehidupan.

Keheningan hujan, menghibur jiwa,

Membawa kenangan, menghidupkan mimpi.


Aku dan hujan, bersatu dalam melodi,

Harmoni alam, yang tak terpisahkan.

Dalam hujan, aku menemukan diri,

Mencari kebijaksanaan, merasakan kebahagiaan.


Ahad di akhir Tahun 2024

AKU DAN CORETAN HATIKU


Dua jiwa dalam satu hati

Bersatu dalam kata, tak terpisahkan lagi.

Setiap kalimat cerminan jiwa dalam mengalurkan pikiran ini.


Tangan ini menggoreskan cerita, 

Menghidupkan impian, mengejar mimpi.

Kata²ku bunga ditaman pikiran.

Mekar dengan cinta, bersemi dengan harapan.


Aku menulis karena aku merasakan.

Kata²ku bagian dari jiwaku

Tulisanku senjata melawan kesunyianku.


Terus menulis

Karena Tulisanku, jejakku di bumi ini.

Warisan kata, untukmu, untuk semua.


Rabu, penghujung tahun 

DUNIA #DIKSI ARNT




 Tentang panggung kehidupan

sudah menjadi kebiasaan

amarah terus membuncah, ada saja yang di jadikan sasaran

hati memelihara dendam, lisannya mematikan, kesombongan terus di pertontonkan

perkara selalu ada

suudzon memenuhi isi kepalanya

kapan sadarnya?

di dunia hanya sementara

kenapa sifat pembenci kau pelihara

memutar balikkan kata

adu domba

berapa orang yang sudah kau dzolimi?

ingat, kematian itu pasti


PERCIKAN API PERPISAHAN





Awal perjalanan cinta dua sejoli
Mengarungi hidup bersama dalam ikatan suci
Bahagia rasa dalam dada
Sehari bak ratu dan raja

Kehidupan kita semakin bahagia
Kehadiran bayi mungil buah cinta kita
Aku makmum yang menjalankan perintah agama
Sebagai ibu rumah tangga nan bahagia

Seiring waktu, bermunculan sifat aslinya
Semakin hari semakin nyata
Lelaki yang aku cinta tak seperti pertama jumpa
Sejak saat iitu percik api pertengkaran mulai ada

Rumah tangga sudah tak sehat lagi
Terlontar kata talak dari mulut suami
Kubertahan walau hati terus di tusuk duri
Hingga akhirnya aku memiliih untuk pergi 


JALAN MENUJU LUAR BIASA

Luar biasa bukanlah kilatan cahaya,  

Ia tumbuh dari luka yang mengajarkan makna.  

Setiap sakit, setiap air mata jatuh,  

Menjadi jejak langkah menuju kuat yang utuh.  


Hinaan bukan belenggu, tapi ujian,  

Menguji hati, membentuk keteguhan.  

Waktu mengukir cerita di tubuh yang gigih,  

Menjadikan kita lebih dari sekadar bersih.  


Jam terbang tak sekadar angka,  

Ia adalah pengalaman yang membakar asa.  

Dan dalam semua itu, kita bertumbuh,  

Menjadi luar biasa, bukan karena mudah, tapi karena kita mampu


SEROMANTIS ITU KITA PERNAH

Kau adalah lembaran hidupku
Tulisan ini kupersembahkan untukmu
Menikmati kata tanpa bicara
Menghabiskan waktu bersama
 
Pelukanmu penenang kalut
Lelapkan atma yang lelah
Mengisi relung bahagia
Bawa teduh dalam rasa
 
Ada sentuhan di setiap bisikannya
Hembusan nafas beradu
Membelai taman sanubari
Menuju istana surgawi



SENTUHAN SENJA

Berdiri membisu di tepi jendela

Diam tanpa suara

Melukis bayangmu di cakrawala senja

Ada inspirasi di setiap sentuhannya

Kupahat dalam pagar atma

Bias elok wajah semesta

Rinai hujan tak membasuh lara

Tetesnya menimpa rapuh hati

Jiwaku merintih pada sang pencipta

Merangkai asa dalam doa



SAJAK CINTA UNTUK SUAMIKU

Suamiku

Pinjami aku jemarimu

Tuk usap butiran air mataku

Dan pinjami aku bahumu 

Sebagai tempat melepas lelahku

Kelak.. bila telah habis waktuku

Pinjamkan aku pahamu

Sebagai tempat pembaringan jasadku

Dan gunakan jemarimu

Tuk taburkan bunga dikuburku





BAIT SENJA


Aku cemburu pada segelas kopi, yang selalu bisa dekat dengan bibir mu, menyentuh mu dengan rasa, dan menikmatinya dengan leluasa.


SAJAK RINDU

Karya : Ana restuningtyas

Dalam setiap narasi yang ku tulis
Dalam setiap hentakan penaku
Dalam helaan nafasku
Dalam degup jantungku
Segalanya tentangmu

Masih seperti dulu
Kamu adalah alasanku yang membuatku bergairah mengharungi kehidupan 
Walau hanya sekedar bayangan 
Terkadang aku cemburu dengan waktu yang selalu mendampingimu

Dia yang selalu membuatku jatuh cinta
Selalu hadir dalam goresan aksara
Memendam rasa yang membuncah di dada

Entah sampai kapan aku bisa menahan gejolak ini
Denganmu aku menemukan kasih nan tulus
Namun.. Cinta meminta sabar
Dan hanya bisa kudawamkan dalam doa 

POEM DEAR TUAN

ARNT CHANEL
DEAR TUAN
Karya : Ana Restuningtyas

Tuan 
Aku tahu hatimu sedang dilanda bimbang
Dilema dalam kehidupan
Akibat salah ucap yang pernah kau lontarkan
Perjanjian hati kau permainkan

Tuan
Penaku selalu menulis kisahmu
Entah kenapa penaku memujamu
Betapa bahagia perempuan yang ada dalam hatimu
Kamu curahkan segala rasa cintamu

Tuan
Apakah kamu sedang merindukan seseorang
Yang terhalang pembatas atas nama pandemi
Seseorang yang kamu perjuangkan
Yang hilang akan kerakusan, keegoisan diri

Teruslah berjuang tuan
Waktu dan kesempatan akan datang lagi
Teruslah menguat dengan taat
Walau kanan kiri membuatmu sesat

Tuan
Penaku akan selalu mengukir aksara tentangmu
Jangan biarkan keadaan melemahkan imanmu
Percayalah tuan
Alloh sedang menaikkan tinggi levelmu
Menembus batas dimensimu
Raihlah dengan kesabaran yang tiada batas