Tampilkan postingan dengan label KBM APP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KBM APP. Tampilkan semua postingan

Menulis Fiksi yang Mengubah Cara Pandang Pembaca

Malam ini saya mengikuti sesi Belajar dari Bintang bersama Dr. Helvy Tiana Rosa. Tema yang diangkat sungguh menyentuh: bagaimana fiksi mampu mengubah cara pandang pembaca.

Sering kali kita membaca sebuah novel, lalu tanpa sadar cara kita melihat hidup ikut bergeser. Bukan karena cerita itu menggurui, melainkan karena ia berhasil menyentuh hati, membuka pikiran, dan meninggalkan pertanyaan yang terus hidup bahkan setelah halaman terakhir ditutup.

Dr. Helvy mengingatkan bahwa fiksi bukan sekadar hiburan. Ia bisa menjadi jembatan untuk memahami perbedaan, menghargai perjuangan, menyadari kesalahan, bahkan menemukan harapan di saat hidup terasa gelap. Sejarah pun membuktikan, banyak karya sastra yang telah menggerakkan hati manusia dan memengaruhi cara masyarakat memandang persoalan.

Sebagai penulis, kita memegang tanggung jawab besar. Kata-kata yang kita tulis bisa menjadi cahaya kecil yang menuntun pembaca, atau bahkan mengubah hidup seseorang.

Malam ini saya belajar bahwa menulis bukan hanya soal merangkai kata indah, tetapi soal menghadirkan cerita yang terus hidup di benak pembaca. Semoga setiap karya yang lahir dari tangan kita mampu menjadi bagian dari perjalanan perubahan itu.

📖





COMING TOMORROW KLI 18 - KBM App

Tidak semua yang selesai adalah kehilangan.

Ada yang memang harus selesai agar sesuatu yang lebih baik bisa dimulai.

Besok, pukul 10.00 WIB, KLI 18 resmi dibuka.

Dan aku pun bersiap membuka bab baru dalam hidupku.

Bismillah...

Semoga Allah menuliskan takdir terbaik di setiap halaman yang akan datang.


Langit Didada



COMING SOON... KLI 18 - KBM App

Katanya...

Waktu bisa menyembuhkan segalanya.

Lalu mengapa, setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih belum sanggup melupakan lelaki berseragam loreng itu?

Ia datang bukan membawa janji-janji manis.

Ia datang membawa kesungguhan.

Bahkan keberaniannya mengetuk pintu rumahku jauh lebih besar daripada keberanianku memberikan jawaban.

Ada cinta yang tidak kalah karena hadirnya orang ketiga.

Ada cinta yang tidak berakhir karena pengkhianatan.

Melainkan... karena sebuah keraguan yang datang pada waktu yang salah.

DI UJUNG SERAGAM LORENG

Sebuah novel remaja yang terinspirasi dari kisah yang pernah singgah dalam hidup.

Insya Allah... segera hadir.

Siapkan hati, karena mungkin... kamu akan menemukan sepotong kisahmu di dalamnya. 

A Novel by Langit Didada






Belajar dari Bintang: Perjalanan Kak Ayu Wandira

Rabu, 24 Juni 2026. Malam ini kembali hadir Belajar Dari Bintang 📚

Kisah Kak Ayu Wandira, penulis KBM jenjang Gold, menjadi pengingat bahwa mimpi seorang penulis bisa menemukan jalannya di waktu yang tepat.

Hingga hari ini, ia telah melahirkan 17 buku. ✨ Ipar Jadi IstriDulu Dibuang, Sekarang DikejarOTW Jadi Janda

Dan justru buku ke-17 inilah yang mengubah segalanya. 🔥 OTW Jadi Janda berhasil FYP di awal Juni 2026. Bertahan beberapa hari di posisi TBS 1. Terus diperbincangkan pembaca. Dan memecahkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang perjalanan kepenulisannya.

Perjalanan Kak Ayu Wandira adalah bukti nyata bahwa konsistensi melahirkan keajaiban. Menulis 17 buku bukanlah hal mudah. Ada jatuh bangun, ada karya yang mungkin tidak sepopuler lainnya. Namun ia terus melangkah, hingga akhirnya satu karya menemukan jalannya menuju cahaya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa:

  • Ketekunan adalah kunci, meski hasil belum terlihat.

  • Kesabaran menjaga mimpi tetap hidup.

  • Momentum bisa datang dari satu karya yang mengubah segalanya.

  • Syukur dan cahaya menjadikan setiap karya bermakna, bahkan melampaui waktu.

Mari kita jadikan kisah ini sebagai pengingat: jangan pernah berhenti menulis, jangan pernah berhenti bermimpi. Karena bisa jadi, karya berikutnya adalah yang akan membuka pintu cahaya dan rezeki.




H-2 KLI 17 📖


Ada langkah yang sudah sampai di titik cukup,

tapi jiwa memilih untuk melampaui.
Bab minimal telah terlewati,
dan kini pena kembali bergerak
menyusuri bab-bab yang belum bernama.
Semangat, jangan padam.

Bismillah, Judul Baru untuk Perjalanan yang Sama

 

Hari ini aku ingin menyampaikan sebuah kabar kecil terkait novel yang sedang saya ikutsertakan dalam Kompetisi Literasi Indonesia (KLI) 17 di KBM App.

Setelah melalui perjalanan penulisan dan perkembangan cerita hingga puluhan bab, aku memutuskan untuk mengganti judul novel yang sebelumnya berjudul:

📖 Cintai Aku Karena Allah (Perjalanan Hati Menggapai Cinta Sejati)

menjadi:

🏠 Ketika Kakakku Menjadi Rumah

Perubahan ini dilakukan karena seiring berjalannya cerita, aku merasa judul baru lebih mewakili isi novel, perjalanan para tokohnya, serta pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Novel ini tetap menceritakan Gladis dan Kakaknya dengan segala perjuangan, harapan, dan pelajaran hidup yang mereka jalani.

Yang berubah hanyalah judul, cover, dan penyesuaian identitas cerita agar lebih selaras dengan isi novel yang telah berkembang hingga saat ini.

Alhamdulillah, atas izin Allah, novel ini juga telah melewati batas minimal jumlah bab yang dipersyaratkan untuk mengikuti KLI 17 yang insya Allah akan ditutup pada tanggal 22 Juni.

Perjalanan ini masih panjang.

Masih banyak bab yang akan ditulis.

Masih banyak pelajaran yang akan saya dapatkan sebagai penulis.

Karena itu aku ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah membersamai perjalanan ini sejak awal.

Terima kasih atas doa, dukungan, komentar dan semangat yang diberikan.

Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan kebaikan yang berlipat.

Bismillah.

Semoga judul baru ini menjadi pengingat bahwa rumah tidak selalu berupa bangunan.

Kadang rumah hadir dalam sosok yang menjaga, menguatkan, dan tidak pernah lelah mendoakan.

Allahumma yassir

Allahumma barik.

Allahumma sehat.

Allahumma lancar.

Allahumma sugeh.

Semoga Allah memberkahi setiap proses, memudahkan setiap langkah, dan menjadikan karya ini bermanfaat bagi banyak orang.

Aamiin ya Rabbal 'Alamiinn




https://kbm.id/book/detail/e9f7b585-93c4-4b79-a099-12e469302744

Menulis Adalah Perjalanan: Inspirasi dari Mas Dwi Wahyudi

 






Komunitas penulis KBM malam ini kembali belajar dari bintang. Kisah Mas Dwi Wahyudi dari Blora adalah pengingat bahwa mimpi seorang penulis tidak pernah mati, meski jalan penuh liku.

Bertahun-tahun ia menulis tanpa hasil besar. Naik sedikit, turun lagi. Ada masa ketika hasilnya nyaris tak terlihat. Namun ia tidak berhenti. Ia tetap menulis, tetap mengirim naskah, tetap mengikuti lomba.

Perlahan, namanya mulai dikenal: 🏆 Finalis Inspiring Story: Sang Petarung 🏆 Finalis KLI 12: Jerat Dosa Nadia 🏆 Juara Harapan KLI 13: Pernikahan yang Sempurna

Puncaknya datang ketika karyanya Surga di Bawah Telapak Kaki Terpidana Mati berhasil menjadi Juara Utama Spesial Ramadan 3. Sebuah capaian yang bukan hanya penghargaan, bukan hanya apresiasi, tetapi juga hadiah perjalanan umroh 🕋.

Kisah ini bukan hanya milik Mas Dwi Wahyudi, tetapi juga milik kita semua sebagai penulis KBM. Ia mengajarkan bahwa:

  • Ketekunan adalah kunci, meski hasil belum terlihat.

  • Kesabaran menjaga mimpi tetap hidup.

  • Syukur dan cahaya menjadikan setiap karya bermakna, bahkan melampaui waktu.

Mari kita jadikan kisah ini sebagai pengingat: jangan pernah berhenti menulis, jangan pernah berhenti bermimpi. Setiap kata yang kita tulis adalah doa, setiap karya adalah cahaya.

Dengan syukur dan cahaya, kita akan terus belajar… belajar… dan belajar.

Refleksi Perjalanan 30 Bab KLI 17: Tentang Ikhtiar, Doa, dan Tidak Menyerah

Alhamdulillah.

Hari ini aku ingin berhenti sejenak, bukan untuk merayakan kemenangan, melainkan untuk bersyukur atas sebuah proses.

Target minimal 30 bab untuk naskah KLI 17 akhirnya tercapai.

Mungkin bagi sebagian orang, angka 30 bab adalah hal biasa. Namun bagiku, angka ini menyimpan banyak cerita. Ada rasa lelah, ada rasa ragu, ada hari-hari ketika ide terasa mengalir deras, dan ada hari-hari ketika aku hanya bisa menatap layar sambil berdoa agar Allah memudahkan langkah berikutnya.

Aku sadar bahwa perjalanan ini masih panjang.

Views ku masih jauh dibandingkan para penulis senior yang mengikuti kompetisi yang sama. Namun saya memilih untuk tidak menjadikan mereka sebagai pembanding yang melemahkan semangat.

Sebaliknya, aku memilih melihat mereka sebagai bukti bahwa sebuah perjalanan panjang memang mungkin ditempuh.

Jika mereka bisa sampai di titik itu, maka saya pun harus terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus melangkah.

Karena setiap penulis besar pun pernah memulai dari nol.

Melalui perjalanan menulis ini, aku belajar bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan.

Satu bab yang selesai lebih berharga daripada seratus rencana yang tidak pernah ditulis.

Satu langkah kecil lebih berarti daripada menunggu waktu yang dianggap sempurna.

Dan satu doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh sering kali mampu menguatkan hati ketika semangat mulai menurun.

Aku juga belajar bahwa hasil bukanlah wilayahku.

Tugasku hanyalah berikhtiar.

Menulis sebaik mungkin.

Mengunggah sebaik mungkin.

Belajar sebaik mungkin.

Sedangkan hasil akhirnya adalah hak Allah semata.

Karena itu hari ini aku tidak ingin terlalu sibuk memikirkan peringkat, jumlah views, atau hasil kompetisi.

Aku hanya ingin bersyukur.

Bersyukur karena Allah masih memberi kesehatan.

Bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan untuk belajar.

Bersyukur karena Allah masih mengizinkan saya menyelesaikan target yang dulu terasa begitu berat.

Dan saya ingin menyimpan tulisan ini sebagai pengingat.

Kelak ketika semangat menurun.

Kelak ketika merasa tertinggal dari orang lain.

Kelak ketika merasa perjalanan terlalu panjang.

Semoga saya bisa kembali membaca tulisan ini dan mengingat bahwa Allah pernah membantuku sampai sejauh ini.

Afirmasi dan doa yang ingin terus aku pegang:

Bismillah.

Allahumma yassir wa la tu'assir.

Allahumma barik.

Allahumma sehat.

Allahumma lancar.

Allahumma mudahkan setiap langkah yang baik.

Allahumma berkahi setiap ilmu yang dipelajari.

Allahumma berkahi setiap huruf yang ditulis.

Dan doa yang selalu membuatku tersenyum:

Allahumma sugeh.

Ya Allah, cukupkan rezeki kami dengan rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat.

Jika tulisan ini kelak menjadi jalan rezeki, jadikan ia rezeki yang mendekatkan kepada-Mu.

Jika tulisan ini kelak dibaca banyak orang, jadikan ia sumber kebaikan.

Jika tulisan ini kelak berhasil, jangan biarkan hati menjadi sombong.

Dan jika belum berhasil, jangan biarkan hati kehilangan harapan.

Alhamdulillah atas 30 bab pertama.

Bismillah untuk bab-bab berikutnya.

Karena perjalanan ini belum selesai.



Baca selengkapnya di KBM App:

https://kbm.id/book/detail/e9f7b585-93c4-4b79-a099-12e469302744







Belajar dari Bintang: Malam Penuh Syukur dan Cahaya




 Malam ini aku kembali duduk di antara cahaya layar Zoom, menyimak ilmu dari para bintang.

Sesi pertama bersama CEO KBM App, Bapak Isa Alamsyah, membuka mata tentang perjalanan menulis dan membangun karya. Sesi kedua bersama Asma Nadia dan penulis senior Kak Rona Mentari, menyalakan semangat untuk menjaga jati diri penulis di tengah derasnya arus digital.

Aku yang masih seumur jagung di dunia menulis KBM, merasa seperti benih kecil yang disiram cahaya. Setiap kata mereka adalah pelita, menuntun langkahku agar tidak padam di jalan panjang ini.

Syukurku malam ini begitu dalam. Karena setiap ilmu yang kuterima bukan sekadar teori, melainkan cahaya yang menuntun hati. Perjalanan ini masih panjang, tapi dengan syukur dan cahaya, aku akan terus belajar… belajar… dan belajar

BELAJAR DARI BINTANG – Zoom Hari Ini




 

Masyaa Allah, sesi perdana BDB KBM bersama Bapak Isa Alamsyah, CEO KBM App. Dari tanda tangan di surat perjanjian, kini satu frame langsung penuh inspirasi 📚

Dilanjutkan sesi kedua bersama Asma Nadia, dengan bintang tamu Dr. Helvy Tiana Rosa. ✍️ Menulis Tanpa Menunggu Mood 🔥 Sebuah pelajaran berharga: konsistensi lebih penting daripada menunggu mood datang


“Suamiku Lukaku: Luka yang Terkunci”

Menulis Suamiku Lukaku adalah perjalanan hati. Setiap kata lahir dari luka yang pernah ada, lalu perlahan berubah menjadi makna. Bab awal terbuka untuk semua pembaca, sebagai pintu pertama menuju cerita. Namun bab berikutnya kini lock, hanya bisa unlock dengan koin di KBM App.

Lock bukanlah akhir, melainkan tanda eksklusif. Ia menjadi simbol bahwa kisah ini dititipkan kepada pembaca yang benar-benar setia. Semoga setiap bab yang terbuka bukan sekadar hiburan, tapi juga cermin kehidupan, doa, dan inspirasi.

📖 Suamiku Lukaku — Langit di Dada



Suamiku Lukaku — Langit di Dada Bab awal terbuka, bab berikutnya lock… unlock dengan koin. 📖 Klik di sini: http://kbm.id/book/detail/f5d2b01b-667d-4e7b-a4c3-b414808e0f9b

Refleksi Dzulhijjah ke‑9

Semalam penuh doa, ba’da Isya aku tenggelam dalam dzikir:

Laa ilaha illallahu wahdahu la syarika lah… seribu kali, sebagai penguat tauhid di dada.

Selesai dzikir, aku melanjutkan berbuka, lalu menulis bab demi bab novel KBM. Malam ini aku tidak tidur, bergadang demi menyelesaikan bab kedua. Setelah rampung, aku berdiri dalam tahajud, lalu sahur, dan menunaikan sedekah subuh.

Usai shalat Subuh, aku tenggelam dalam lantunan Surah Al‑Ikhlas seribu kali, mengisi pagi dengan cinta kepada Allah.

Mumpung masih pagi, aku siapkan tenaga untuk siang nanti: mengedit video produk affiliate sebelum Asar, agar ikhtiar duniawi tetap berjalan seiring ibadah.





Mahkota Eksklusif di KBM

Alhamdulillah… delapan novelku kini eksklusif di KBM, dan profilku pun diberi mahkota. Bukan untuk berbangga diri, tapi sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dijaga dengan ikhlas bisa berbuah pengakuan.

Mahkota ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah agar aku terus menulis dengan hati, menjaga keaslian karya, dan menghadirkan cerita yang bisa menjadi cahaya bagi pembaca.

Semoga Allah senantiasa melapangkan hati, melapangkan rezeki, dan menguatkan langkah dalam setiap ikhtiar… 🤲



NOVEL BARU "HARAMKAH" SUDAH TAYANG

Menjadi istri kedua tidak pernah ada dalam rencana hidup Sabrina.

Di usia 23 tahun, saat banyak perempuan seusianya masih mengejar mimpi dan karier, Sabrina justru menerima pinangan seorang pria yang telah memiliki keluarga.

Raka.

Seorang pejabat kaya raya yang mapan, berwibawa, dan begitu mencintainya.

Pernikahan mereka sah.
Diakadkan dengan wali.
Disaksikan penghulu.

Namun keberadaannya harus disembunyikan dari dunia.

Di balik tembok tinggi rumah mewah yang menjadi hadiah pernikahannya, Sabrina hidup dalam cinta yang begitu besar. Raka memanjakannya, melindunginya, dan berjanji akan membahagiakannya.

Tetapi cinta saja ternyata tidak selalu cukup.

Karena di luar sana masih ada Dina, istri pertama yang belum mengetahui rahasia terbesar suaminya.

Ketika Sabrina mulai mengalami mual, lemas, dan keterlambatan yang mengarah pada satu kemungkinan besar, ketakutan itu perlahan muncul.

Bagaimana jika ia benar-benar hamil?

Akankah kebahagiaan mereka bertambah?

Atau justru menjadi awal dari terbongkarnya rahasia yang selama ini dijaga mati-matian?

Sebuah kisah tentang cinta, pengorbanan, rahasia, dan pilihan yang tidak pernah mudah.

📖 Ikuti perjalanan Sabrina dan Raka dalam novel "Haramkah?"

Karena terkadang...

yang paling menyakitkan bukanlah mencintai orang yang salah.

Melainkan mencintai orang yang halal, tetapi harus terus bersembunyi.



Ikuti kisah misteriusnya di HARAMKAH..? - Langit Didada *Chapter : AKAD DALAM SUNYI, CINTA DALAM SEMBUNYI* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/a8200d42-1d6c-4a3d-8745-f6f9f97fa407/ce72fe86-6c75-42cd-a447-6ed27d34211f

IDE, TAHAJUD DAN PUASA

Semalam tak bisa tidur,

ide datang mengetuk pintu,

kerangka kutulis, eksekusi kulanjutkan,

koleksi novel eksklusif bertambah di KBM.

 

Tahajud menenangkan hati,

sahur menguatkan niat.

Tertidur sekejap, lalu bangun dengan mual,

asam lambung kembali naik.

 

Namun dengan Bismillah,

puasa sunah tetap kulanjutkan hari ini.

Lelah tubuh bukan alasan berhenti,

justru doa dan niat menjadi cahaya,

menuntun langkah di bulan mulia.



NOVELKU DI KBM

📚 Setiap judul hanyalah pintu.

Di baliknya, ada dunia fiksi yang penuh cinta, perjuangan, dan makna.

Novel-novelku di KBM siap menemani harimu dengan cerita yang tak biasa.

👉 Temukan kisahnya, rasakan imajinasinya

~ Langit DIdada




https://kbm.id/profile/penulis/bb578d83-96a4-4803-a2b7-a2c2ba264636


TEASER BAB 7 - Kerikil Kecil Sebelum Pernikahan - Perselingkuhan Suamiku

“Hitungan hari menuju pernikahan… tapi justru godaan datang dari kantor.”

Azka baru kembali dari perjalanan.

Alena sibuk menyiapkan hari bahagia mereka.

Lalu muncul sekretaris baru cantik, muda, dan terlalu berani.

Sekali melangkah, kantor langsung heboh.

Cowok terpukau. Cewek mengernyit.

Tapi satu hal yang pasti:

➡️ Dia punya target.

➡️ Dan target itu adalah Azka, calon pengantin.

Padahal Azka sudah menunggu tujuh tahun untuk menikahi Alena.

Padahal cinta mereka sudah melalui banyak rintangan.

Tapi yang namanya godaan… selalu datang tanpa permisi.

“Kerikil sebelum pernikahan kadang kecil… kadang bisa berubah jadi badai.”


PERSELINGKUHAN SUAMIKU - Yang Hampir Hilang dari Sebuah Pernikahan - Langit Didada *Chapter : KERIKIL KECIL SEBELUM PERNIKAHAN* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/a39c0939-e882-42bc-9b2e-ea96b741681f/825012f9-efb4-4194-b7c8-e9c8189639f3

Menulis Adalah Cahaya

Alhamdulillah, sudah absen dan ikut KBM bersama Asma Nadia. Kata-kata beliau seperti lentera yang menyalakan ruang hati. Menulis bukan sekadar merangkai huruf, tapi merawat jiwa dan menyalakan harapan. Semoga perjalanan ini jadi catatan yang menguatkan diri dan orang lain.




Teaser Bab: Selangkah Menuju Pelaminan - PERSELINGKUHAN SUAMIKU - KBM APP

Jejak Hari Ini

“Lamaran selesai… keluarga kembali ke Medan.

Malam itu, Azka pamit dari rumah Alena.

Satu tahap sudah terlewati.


💍 Tinggal selangkah lagi menuju pelaminan.

Tapi… apakah perjalanan mereka mulus?

Azka — advokat sibuk di Jakarta.

Alena — Direktur Operasional PT Nusantara Energi Persada.

Dua karier besar, dua dunia penuh tanggung jawab.

Ditambah tradisi Jawa yang kental…

Mereka harus mencari hari baik.

“Selangkah Menuju Pelaminan” 

Apakah cinta mereka mampu menembus padatnya jadwal dan kuatnya adat…?”


https://kbm.id/book/read/a39c0939-e882-42bc-9b2e-ea96b741681f/e96d36aa-be4a-4927-a0b4-fa0980398f77

NOVEL - KISAH GELAP AGNES - KBM APP

PERTEMUAN YANG TIDAK PERNAH KEBETULAN* Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah: https://kbm.id/book/read/07a8b943-b830-4b13-b145-8f273448f013/45218cc8-fa66-410b-80cf-b45d2ab1248a

Teaser:

Maya mengira semua bukti sudah di tangannya.

Foto-foto itu, Agnes dan Doni dalam satu mobil, senyum yang terasa terlalu akrab, momen-momen kecil yang terlihat seperti “lebih dari sekadar rekan kerja” dia simpan rapi. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk meledakkannya di depan Mas Arif.

Tapi yang tidak Maya tahu adalah…

Ada satu foto yang tak sengaja tertangkap kamera.

Satu momen yang seharusnya mustahil terjadi.

Satu momen yang bahkan Agnes sendiri belum berani mengakuinya, bahkan pada dirinya sendiri.

Senyum Doni.

Tatapan itu.

Dan detak jantung Agnes yang berkhianat… untuk pertama kalinya.

Dan di saat semua ini mulai manis…

bahaya justru semakin dekat.

Karena seseorang lain…

ikut memperhatikan mereka.

Bukan Maya.

Yang satu ini… jauh lebih berbahaya.

“Kalau Maya saja bisa melihat apa yang mulai tumbuh di antara Agnes dan Doni…

Lalu siapa sosok lain yang diam-diam memperhatikan mereka dari jauh?


Bab selanjutnya… jauh lebih manis.

Tapi juga jauh lebih berbahaya.

Siap lanjut?”