Tampilkan postingan dengan label DIKSI ANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIKSI ANA. Tampilkan semua postingan

Manis yang Tak Terjamah

 Lebih baik teguk pahitnya kenyataan,  

Daripada menunggu manis yang tak kunjung tiba,  

Sebab luka yang jujur lebih menenangkan,  

Daripada harapan yang hanya fatamorgana.  


Pahit itu mengajar, mendewasakan,  

Ia tak menipu, tak berjanji palsu,  

Sedang angan yang terlalu indah,  

Seringkali berakhir menjadi abu.  


Maka biarkan lidah mencicipi getirnya hidup,  

Sebab dari sana kita belajar makna syukur,  

Tak semua pahit adalah duka,  

Tak semua manis adalah bahagia




HIDUP SEPERTI BUKU

Hidup adalah sebuah buku,

ditulis perlahan, halaman demi halaman,

ada bab yang membuat kita menangis diam-diam,

ada bab yang penuh tawa dan harapan.


Ada halaman yang ingin kita lewati cepat-cepat,

terlalu perih untuk diulang,

namun tetap bagian dari cerita—

yang membentuk siapa kita hari ini.


Lalu ada bab-bab indah,

yang ingin kita peluk selamanya dalam ingatan,

tentang cinta, tentang doa yang dijawab,

tentang harapan yang akhirnya menemukan jalan.


Namun, ada juga bab yang belum terbuka,

masih tersembunyi di balik kehendak-Nya,

rahasia yang hanya Allah tahu,

dan kita diminta percaya—meski belum tahu akhirnya.


Maka tulislah kisahmu dengan sabar dan syukur,

meski tintanya kadang bercampur air mata,

karena setiap bab punya makna,

dan buku hidupmu… sedang ditulis indah oleh-Nya


Untuk Sahabat-Sahabatku Tercinta

Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa terima kasihku pada kalian…

Di saat langkahku terasa berat, kalian datang membawa cahaya.

Di saat aku terjatuh, kalian mengulurkan tangan tanpa ragu.

Kalian bukan sekadar teman lama, tapi keluarga yang Tuhan titipkan dalam hidupku.


Aku masih ingat saat aku lemah, kalianlah yang menguatkan…

Saat aku merasa sendiri, kalian hadir dengan cinta tanpa syarat.

Bukan hanya materi yang kalian berikan, tapi juga kehangatan, perhatian, dan doa yang tak henti-henti.

Aku menangis bukan karena sedih, tapi karena terharu atas ketulusan kalian.


Terima kasih karena tetap di sini, meski waktu telah memisahkan langkah kita.

Terima kasih karena tak pernah lelah mendukungku, bahkan saat aku merasa tak berdaya.

Semoga Allah membalas setiap kebaikan kalian dengan limpahan berkah dan kebahagiaan.


Kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku.

Aku bangga pernah berjalan bersama kalian,

dan akan selalu bersyukur memiliki sahabat sebaik kalian.


Dari hati yang paling dalam,

Aku mencintai kalian, sahabat-sahabatku.





Untuk Dua Sosok Luar Biasa

Ada orang-orang yang datang dalam hidup kita sebagai cahaya,  

yang menerangi saat langkah terasa gelap,  

yang mengulurkan tangan tanpa diminta,  

yang hadir bukan hanya dalam kebahagiaan, tapi juga dalam setiap luka dan perjuangan.  


Kepada kalian, dua sahabat luar biasa yang begitu peduli padaku…  

Aku ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.  

Kalian bukan hanya sekadar teman, tapi saudara yang Allah kirimkan untukku.  

Kepedulian kalian bukan hanya menguatkan aku,  

tapi juga menjadi jembatan bagi teman-teman lain untuk ikut peduli.  

Dari kalian, aku merasakan hangatnya kebersamaan, ketulusan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.  


Aku tahu, tak ada balasan yang bisa sebanding dengan kebaikan kalian…  

Tapi aku selalu berdoa, semoga Alloh membalas semuanya dengan keberkahan yang luas,  

dengan kebahagiaan yang tak terhitung, dan dengan kemudahan dalam setiap langkah kalian.  


Terima kasih, sahabat-sahabatku.  

Tanpa kalian, aku mungkin tak sekuat ini.  

Aku bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup kalian,  

dan aku akan selalu membawa nama kalian dalam doaku


AKU, RATU UNTUK DIRIKU SENDIRI

Aku,

bukan menunggu disayang,

tapi memilih menyayang diriku lebih dulu dengan tenang.

Bukan menanti diselamatkan,

karena sudah kutemukan kekuatan di balik setiap air mata yang kutahan.


Aku,

ratu bagi kerajaanku sendiri.

Yang berdiri di antara badai,

tanpa kehilangan arah atau arti.


Tak kubutuhkan mahkota dari pujian,

karena kepalaku sudah ditopang oleh perjuangan.

Aku adalah rumah yang tak pernah runtuh,

meski berkali dihantam oleh rindu yang tak utuh.


Biarlah dunia bicara semaunya,

aku tahu siapa aku sebenarnya.

Dan bila cinta datang,

ia harus tahu:

aku bukan perempuan yang menunggu disempurnakan,

karena aku sudah utuh ,

dengan atau tanpanya


DIKSI ASMARALOKA ARNT



Gulita menemani harsa kalbu nan penuh renjana 

Arkana 

Selamat malam Penyandang hati sang pujangga tokoh utama coretan ceritaku 

Tentang asmaraloka yang mengubah aksara menjadi cerita




DUNIA #DIKSI ARNT




 Tentang panggung kehidupan

sudah menjadi kebiasaan

amarah terus membuncah, ada saja yang di jadikan sasaran

hati memelihara dendam, lisannya mematikan, kesombongan terus di pertontonkan

perkara selalu ada

suudzon memenuhi isi kepalanya

kapan sadarnya?

di dunia hanya sementara

kenapa sifat pembenci kau pelihara

memutar balikkan kata

adu domba

berapa orang yang sudah kau dzolimi?

ingat, kematian itu pasti


ADA APA DENGANMU KORONA

Kedatanganmu yang tidak terduga

Menghebohkan sejagat raya

Dari rakyat biasa hingga para pemegang kuasa

Semua membentengi dirinya dengan doa


 Ada apa denganmu corona

Yang sudah menjalar kemana-mana

Tidak pandang kepada siapa

Yang kaya hingga miskin papa

 Banyak korban berjatuhan

Banyak orang yang terisolasi

Para medis mengerahkan tenaganya

Garda terdepan mereka mempertaruhkan nyawanya

 

Kita ikuti aturan yang berkuasa

Membatasi diri keluar rumah yang tidak ada kepentingannya

Menjaga jarak sebentar untuk orang-orang yang tersayang

Hingga mengunci wilayah demi mencegah corona

 

Ada apa denganmu corona

Lihatlah orang-orang kecil di sekitarnya

Dari juru parkir hingga wiraswasta

Banyak kehilangan mata pencahariannya