Lebih baik teguk pahitnya kenyataan,
Daripada menunggu manis yang tak kunjung tiba,
Sebab luka yang jujur lebih menenangkan,
Daripada harapan yang hanya fatamorgana.
Pahit itu mengajar, mendewasakan,
Ia tak menipu, tak berjanji palsu,
Sedang angan yang terlalu indah,
Seringkali berakhir menjadi abu.
Maka biarkan lidah mencicipi getirnya hidup,
Sebab dari sana kita belajar makna syukur,
Tak semua pahit adalah duka,
Tak semua manis adalah bahagia


.png)


.png)
.png)