AKU, RATU UNTUK DIRIKU SENDIRI

Aku,

bukan menunggu disayang,

tapi memilih menyayang diriku lebih dulu dengan tenang.

Bukan menanti diselamatkan,

karena sudah kutemukan kekuatan di balik setiap air mata yang kutahan.


Aku,

ratu bagi kerajaanku sendiri.

Yang berdiri di antara badai,

tanpa kehilangan arah atau arti.


Tak kubutuhkan mahkota dari pujian,

karena kepalaku sudah ditopang oleh perjuangan.

Aku adalah rumah yang tak pernah runtuh,

meski berkali dihantam oleh rindu yang tak utuh.


Biarlah dunia bicara semaunya,

aku tahu siapa aku sebenarnya.

Dan bila cinta datang,

ia harus tahu:

aku bukan perempuan yang menunggu disempurnakan,

karena aku sudah utuh ,

dengan atau tanpanya