Rumah di Desa-Tengah Alas Roban
(aku tulis untuk Tim CAA dan para Hamba Alloh)
Di tengah heningnya Alas Roban,
tempat di mana sinyal kerap menghilang,
listrik padam tak beraturan,
jalanan menanjak tak kenal ampun,
kalian datang…
membawa hati seluas lautan.
Rumah itu dulu cuma tanah…
sunyi, tak bertuan,
tempat bocah yatim piatu menunduk tanpa harapan.
Lalu kalian hadir,
dengan tangan-tangan yang tak segan kotor,
dengan keringat yang tak pernah dihitung,
dengan senyum yang selalu merekah
meski raga letih,
meski semua serba susah.
Dua puluh lima hari
bukan waktu yang pendek.
Tapi kalian tak pernah singkat dalam keikhlasan.
Bersama herbel, semen dan kayu,
kalian tancapkan cinta,
kalian sematkan doa,
di setiap sudut rumah itu.
Kini rumah itu telah berdiri,
kokoh, rapi, bersih, penuh arti.
Tempat adik Ririn memulai hidup baru,
di bawah atap yang dibangun oleh cinta kalian,
oleh doa para dermawan,
oleh kasih dari hamba-hamba Allah
yang tak ingin namanya disebutkan
tapi amalnya mengalir tanpa henti.
Terima kasih…
takkan pernah cukup satu kata itu,
tapi biarlah semesta yang mencatat
betapa luhur niat dan langkah kalian.
Kebaikan ini bukan hanya membangun rumah,
tapi juga membangun harapan.
Semoga Alloh membalas semuanya
dengan rumah yang lebih indah di surga kelak.
Aamiin Ya Mujibassailin
Batang, 9 Juli 2025
Ana