Tak Harus Sendiri

Ada hari-hari di mana aku memilih diam,  

bukan karena kalah,  

tapi karena sedang menata ulang semangatku.


Aku mundur selangkah,  

bukan untuk menyerah,  

melainkan mengatur napas  

agar langkah selanjutnya lebih mantap.


Di balik sunyi,  

ada percakapan dengan diri sendiri—  

tentang impian yang belum padam,  

dan harapan yang terus tumbuh diam-diam.


Aku tidak menghindar,  

aku sedang memeluk diriku sendiri,  

mengisi ruang kosong dengan keberanian baru.


Karena mencintai hidup,  

kadang artinya memberi jeda sejenak—  

bukan untuk berhenti,  

tapi untuk kembali melangkah  

dengan hati yang lebih teguh  

dan cahaya yang lebih terang.