KAMU

Satu yang Ditakdirkan

Di bawah langit yang tak lelah menyimpan rahasia,

Ada satu nama yang kusebut pelan dalam setiap sujudku.

Bukan karena sempurna,

Tapi karena ia menuntunku mendekat kepada-Nya.


Bukan hanya aku yang mencintai,

Tapi doa-doa pun ikut jatuh hati padamu.

Kau bukan sekadar teman hidup,

Kau adalah harapan untuk hidup setelah hidup.


Aku mencintaimu dengan ridha, bukan ragu.

Dengan sabar, bukan sekadar senang.

Dengan yakin, bahwa cinta ini bukan milikku,

Tapi titipan yang akan kukembalikan pada surga-Nya.


Jika waktu menua dan kulit kita berubah,

Biar cinta tetap muda dalam amal dan taqwa.

Satu, karena dua akan terlalu ramai,

dan kamu sudah menjadi arah yang paling tenang