Tampilkan postingan dengan label Doa & Cahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa & Cahaya. Tampilkan semua postingan

Refleksi Dzulhijjah ke‑9

Semalam penuh doa, ba’da Isya aku tenggelam dalam dzikir:

Laa ilaha illallahu wahdahu la syarika lah… seribu kali, sebagai penguat tauhid di dada.

Selesai dzikir, aku melanjutkan berbuka, lalu menulis bab demi bab novel KBM. Malam ini aku tidak tidur, bergadang demi menyelesaikan bab kedua. Setelah rampung, aku berdiri dalam tahajud, lalu sahur, dan menunaikan sedekah subuh.

Usai shalat Subuh, aku tenggelam dalam lantunan Surah Al‑Ikhlas seribu kali, mengisi pagi dengan cinta kepada Allah.

Mumpung masih pagi, aku siapkan tenaga untuk siang nanti: mengedit video produk affiliate sebelum Asar, agar ikhtiar duniawi tetap berjalan seiring ibadah.





Cahaya Sedekah di Pagi Hari

Bismillah

Pagi selalu datang membawa pesan syukur. Di setiap langkah kecil berbagi, ada doa yang terbang ke langit, ada senyum yang tumbuh di wajah orang lain. Inilah catatan hati, refleksi sederhana tentang bagaimana Allah melapangkan rezeki lewat tangan yang memberi.

Ya Allah, Sang Maha Pemberi,

cukupkanlah aku dengan kasih-Mu,

lapangkanlah rezeki yang Engkau titipkan,

agar tangan ini tak pernah letih memberi.

Ya Razzaq, Ya Dzul Quwwah,

kuatkan langkah meski kursi roda menuntun,

jadikan setiap sedekah cahaya,

yang membahagiakan hati banyak insan.

Dan kembalikanlah, ya Rabb,

setiap yang keluar dari genggamanku,

dengan lipatan rahmat,

agar aku tetap bisa menjadi jalan kebaikan.

Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kasih-Mu,

lapangkanlah rezeki yang Engkau titipkan,

agar aku tetap bisa memberi,

meski pundak ini lelah,

meski langkah ini terbatas.

Jadikanlah setiap sedekah cahaya,

yang menghapus gelap dari hati,

dan mengundang senyum dari banyak wajah.

Aamiinn..

Semoga setiap langkah untuk berbagi menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Semoga Allah melipatgandakan rezeki, menguatkan hati, dan menjadikan kita perantara kebahagiaan bagi banyak orang. Ya Allah, jadikanlah sedekah ini bukan sekadar pemberian, tetapi jembatan menuju ridha-Mu.



LANGKAH DI JALAN BERKAH

Bismillah

Langkah kecil di jalan sunyi,

menjadi jejak menuju cahaya.

Senyum yatim, doa dermawan,

bertemu di pintu keberkahan 

Aku hanyalah perantara amanah,

namun setiap amplop yang terbuka

adalah doa yang terbang ke langit,

mengetuk rahmat Allah tanpa henti.


"Ya Allah, di hari penuh berkah ini aku bersyukur atas para dermawan yang Engkau gerakkan hatinya untuk berbagi dengan anak-anak yatim.

Aku hanyalah perantara kecil yang menyalurkan amanah, namun setiap senyum mereka adalah cahaya yang menenangkan hati.

Rezeki mungkin datang dari arah yang tak terduga, kadang cukup, kadang kurang, namun Engkau selalu menjaga jalan kebaikan ini.

Selama ada niat tulus untuk menjadi jalan bahagia bagi orang lain, aku percaya Engkau akan menjaga langkah kami.

Kuatkan aku dalam puasa, dalam amanah sosial, dan dalam karya-karya yang kutulis.

Jadikan setiap Jumat sebagai pintu keberkahan, ketenangan, dan kekuatan baru.

Aamiin.



DOA SAHUR DI BULAN MULIA

Tubuh lemah, perut bergejolak,

asam lambung naik, muntah yang tak tertahan.

Aku sudah hati-hati memilih santapan,

namun pikiran dan lelah tetap mengetuk pintu sakit.

 

Di sela bab novel yang harus rampung,

di antara live TikTok dan sunyi edit video,

badan berbisik lirih: “Istirahatlah, aku pun punya hak.”

 

Namun Alhamdulillah…

di bulan mulia ini, aku masih mampu

menjalankan puasa Dawud, puasa Dzulhijjah.

Saat sahur aku berdoa:

“Ya Allah, sehatkan, hamba ingin berpuasa sunah besok.”

 

Obat hadir, dikirim sahabat lama,

siang aku rebah, malam selepas Isya aku terlelap,

lalu bangun jam satu atau dua,

menyulam kata, menulis bab baru.

 

Sakit bukan penghalang,

justru ia mengajarkan sabar,

menyulam syukur di sela doa,

menjadikan ibadah lebih dekat,

lebih tulus, lebih indah

 

- Langit Didada

 

“Di sahur yang sunyi, doa tulus menjadi cahaya.”

THR Terindah dari Langit: Menjemput Cinta di Malam 21 Ramadan

Memasuki gerbang sepuluh malam terakhir, suasana hati biasanya mulai bercampur aduk. Ada rindu yang semakin membuncah, namun ada pula tanya yang mengusik: “Sudahkah aku layak dicintai oleh-Nya?” Malam ke-21 bukan sekadar penanda hitung mundur menuju Idul Fitri, melainkan awal dari perburuan harta karun spiritual yang paling berharga. Di saat dunia sibuk menanti THR berupa materi, Allah SWT justru membentangkan "THR" yang jauh lebih mewah bagi hamba-Nya yang bersimpuh dalam sujud.

THR dari Allah itu hadir dalam bentuk ampunan yang menghapus noda hitam di hati, rahmat yang membasuh luka jiwa, serta keberkahan yang membuat setiap detik usia menjadi lebih bermakna. Tidak ada kebahagiaan yang lebih hakiki selain ketenangan hati saat kita merasa begitu dekat dengan Sang Pencipta. Di malam-malam ganjil ini, setiap doa adalah anak panah yang meluncur tepat ke sasaran, setiap hidayah adalah cahaya yang menuntun kita pulang, dan setiap rintihan tobat adalah jalan menuju puncak kecintaan-Nya.

Mari kita manfaatkan sisa waktu yang singkat ini untuk mengetuk pintu Arasy dengan penuh harap. Di antara desis zikir dan heningnya malam, jangan lupakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Sayyidah Aisyah RA, doa yang menjadi kunci utama bagi siapa saja yang mengharap kemuliaan Lailatul Qadar:

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku."

Semoga di malam ke-21 ini, nama kita termasuk dalam daftar hamba yang dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan limpahan kasih sayang-Nya yang tak bertepi.

Ramadan Kareem | 21 Ramadan 1447 H





Langkah yang Dilapangkan – Catatan Ramadhan, Doa, dan Jalan Baru

Assalamu’alaikum 

E-book ini adalah catatan perjalanan hati: dari doa Ramadhan, jejak masa lalu yang ditinggalkan, hingga cahaya yang membuka jalan baru. Ditulis dengan kelembutan, kisah ini bukan sekadar cerita pribadi, melainkan serpihan cahaya yang bisa menjadi pengingat bagi siapa pun yang sedang mencari ketenangan.

Untuk membaca versi lengkap e-book ini, silakan unduh di sini:
https://drive.google.com/file/d/10h28WVafFv17NQ07hrcxhA9MsU1RYx9g/view?usp=drive_link





"Redho adalah cahaya yang membuka jalan baru, membawa hati menuju ketenangan."