AKU PERNAH BERTANYA

 Aku pernah bertanya,

apa sih tujuan hidupku?

Dan dalam keheningan,

hatiku menjawab:

“Hidupku bukan milikku sendiri.”


Maka, meski ragaku terbatas,

aku ingin kelak—saat nafasku berhenti—

ada bagian dari diriku yang tetap hidup,

yang terus memberi arti,

walau aku telah pergi.


Mataku mungkin akan terpejam selamanya,

tapi semoga bisa membuka pandangan bagi jiwa lain,

yang masih ingin melihat dunia…

yang masih punya mimpi.


Sebab aku percaya,

Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin.

Segala ibadah, hidup, dan matiku… untuk Allah semata.


Terima kasih telah menjadi jembatan harapan ini.

Semoga kebaikan kecil ini membawa manfaat yang besar


TENTANG DIA

Puisi tercipta dari tumpukan imajinasi 
Tentang cerita yang secara tiba-tiba 
Ataupun tentang dia 

Hingga tertulis ratusan puisi
Padamu tuan
Berpuluh-puluh penghargaan
Kupersembahkan 
Rangkuman kata yang tak mampu terucapkan

16Mei2022
Ana Restuningtyas