Tampilkan postingan dengan label LKSA Peduli Sahabat Batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LKSA Peduli Sahabat Batang. Tampilkan semua postingan

KALIAN GA TAU KAN?

Hari ini aku kembali menyusuri rutinitas di kantor: menata arsip yang mulai menumpuk, mencetak kegiatan Jumat Berbagi, dan memperbarui cetakan surat masuk dari dinas untuk lembaga tri semester pertama. Di sela kesibukan itu, waktuku juga terbagi untuk live affiliate di TikTok, sambil menjaga ritme menulis bab‑bab baru novel yang sudah terjadwal setiap harinya.

Kadang aku tersenyum sendirI.... kalian ga tahu kan? semua ini aku jalani sendiri. Kalau pun minta bantuan orang, aku yang menanggung biayanya, bukan yayasan. Di sini tidak ada gaji, hanya niat dan keikhlasan yang terus aku jaga.

Setiap aktivitas terasa seperti potongan puzzle yang perlahan membentuk gambaran besar perjalanan hidup. Ada kerja, ada berbagi, ada kreativitas yang terus tumbuh. Semoga Allah senantiasa melapangkan hati, melapangkan rezeki, memberi kesehatan, dan menguatkan langkah dalam setiap ikhtiar… 🤲



Pelan-Pelan Menuju Rumah yang Allah Siapkan

Rabu pagi yang sederhana,

namun penuh makna yang tak biasa.

 

Aku duduk di hadapan layar,

mendengarkan satu per satu kata,

tentang aturan, tentang langkah,

tentang bagaimana sebuah lembaga bertumbuh dengan arah.

 

Hari ini aku belajar,

bahwa tidak semua langkah harus berlari,

tidak semua mimpi harus segera dimiliki.

 

Ada yang perlu dipersiapkan,

ada yang harus dipantaskan,

dan ada yang memang harus menunggu waktu terbaiknya datang.

 

Kami mungkin belum memiliki tanah,

belum berdiri di atas bangunan sendiri,

namun kami tetap berdiri

di atas niat, doa, dan kepedulian yang tak pernah berhenti.

 

Karena bagi kami,

rumah bukan sekadar dinding dan atap,

melainkan tempat di mana harapan anak-anak

tetap hidup dan dijaga.

 

Dan hari ini, aku mengerti,

bahwa setiap proses adalah bagian dari perjalanan.

Pelan… tapi pasti.

 

Menuju tempat yang telah Allah siapkan,

di waktu yang paling tepat.


 

Ketika Langit Membuka Jalan

Jumat Berbagi — Ramadhan 2026

Sejak pagi, hujan turun tanpa jeda. Langit kelabu, bumi basah, dan udara terasa berat.

Di tengah derasnya hujan itu, ada satu kegelisahan kecil yang tumbuh di hatiku:
“Bagaimana anak yatim itu bisa datang ke kantor? Hujannya terlalu deras… kasihan dia.”

Jam terus berjalan.
Undangan kami terjadwal pukul 13.00.
Hujan masih deras, seolah tidak ingin berhenti.
Aku hanya bisa menatap jendela dan berdoa dalam hati,
“Ya Allah… mudahkan langkah kecilnya. Jangan biarkan ia kehujanan.”

Lalu sesuatu terjadi.
Ketika jarum jam tepat menyentuh pukul satu…
hujan tiba-tiba reda.
Awan membuka diri.
Cahaya matahari turun dengan lembut, seperti salam dari langit.

Adik yatim itu datang tepat waktu.
Kakinya tidak basah, bajunya tidak basah, langkahnya ringan.
Seolah alam pun menunggu kedatangannya.

Dan setelah ia pulang…
hujan turun lagi.
Lebih deras dari sebelumnya.
Seolah langit menutup pintunya kembali setelah memberi ruang bagi satu urusan kebaikan.

Masyaa Allah…
Hatiku langsung bergetar.

Betapa lembutnya Allah menata setiap detik.
Betapa halus pertolongan-Nya.
Betapa besar perhatian-Nya pada niat baik sekecil apa pun.

Ini bukan kebetulan.
Ini adalah cara Allah menunjukkan:

“Selama kau berjalan di jalan kebaikan, Aku akan buka jalannya.”

Jumat Berbagi hari ini terasa berbeda.
Tidak hanya tentang santunan, tidak hanya tentang program.
Tapi tentang bagaimana Allah sendiri turun tangan
untuk melindungi satu langkah kecil menuju sebuah kebaikan.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.
Semoga kisah ini menjadi penguat bagi siapa pun yang membacanya.
Bahwa Allah selalu dekat…
bahkan di sela-sela rintik hujan.