KATA-KATA HARI INI



Di tengah kesibukan yang tak berkesudahan,
Kamu tetap menjadi prioritas hatiku.

DI SELA KESIBUKAN KITA



Di antara detik yang terus berputar,  

Langkah kita berbeda sementara  

bukan karena saling menjauh 

tapi karena impian yang harus dijaga.  


Kau sibuk di duniamu, aku di duniaku,  

jarang bersua, sekadar sapa pun kadang berlalu,  

namun di tiap hembusan lelah yang menyapa,  

aku tahu, ada cinta yang tetap setia.  


Meski raga tak selalu berjumpa,  

doa-doa kita bertemu di langit yang sama,  

sebab jarak bukan tentang seberapa jauh,  

tapi tentang hati yang tetap utuh.  


Terimakasih atas waktumu untukku

Dalam riuhnya kesibukanmu

Bersama dalam hembusan nafas kita  

Menumpahkan rindu yang menggumpal di dada  


✨💖  


BAYANGAN





Setiap kali aku mencoba sibuk, bayangannya tetap muncul. Kayak ada kekosongan yang nggak bisa diisi dengan apapun, dan aku cuma bisa berharap waktu bisa cepat berlalu. Mungkin dia nggak tahu, tapi setiap detik tanpa dia itu terasa panjang banget.

KEKURANGAN

 Jangan kejar kesempurnaan,

sebab ia sering bersembunyi di balik topeng kepalsuan,

menjanjikan kilau… tapi tak memberi damai.


Lihatlah sejenak ke dalam kekurangan,

di sanalah hati belajar rendah hati,

jiwa tumbuh dengan tulus,

dan cinta hadir tanpa syarat.


Kesempurnaan itu fana,

tapi kekurangan yang diterima dengan ikhlas,

menjadi indah yang abadi.


Karena bukan sempurna yang membuatmu berharga,

melainkan caramu menerima diri apa adanya.

Di situlah keindahan sejati bernama… manusia.




RINDU DI ANTARA DOA

Ibu, hari ini aku datang lagi,
membawa rindu yang tak pernah mati.
Di antara hembusan angin yang lembut,
kuusap namamu dengan jemari lirih.

Kubersihkan batu yang menaungi tidurmu,
agar damai engkau di rumah abadimu.
Ramadhan hampir tiba, ibu,
tanpa hadirmu, tapi dengan doaku.

Tak ada genggaman tanganmu lagi,
tak ada suara lembut yang menenangkan hati.
Namun kasihmu tetap abadi,
tertulis dalam jejak langkah ini.

Semoga tenang dalam cahaya-Nya,
dalam doa yang kupanjatkan setiap hari.
Sampai waktu mempertemukan kita,
di surga yang kau impikan dulu.

KATA-KATA HARI INI



Jika sudah sangat cinta maka kesulitan akan menjadi ringan.

KATA-KATA HARI INI



Sibuknya kita, tidak mengurangi arti,
Cinta dan kasih sayang, selalu ada di hati.

SEHATI DALAM MISI KEBAIKAN

 ak banyak yang punya,

Pasangan yang sama-sama berjiwa sosial itu… langka.

Kadang yang satu semangat memberi,

yang satu lagi sibuk menghitung untung rugi.


Tapi saat dua hati dipertemukan dalam satu frekuensi yang sama —

memberi, berbagi, berbuat tanpa pamrih,

itu bukan sekadar jodoh…

itu anugerah.


Aku bangga pada kalian yang saling genggam tangan

di jalan kebaikan.

Yang saling dorong, bukan tarik.

Yang saling kuatkan saat satu lelah, bukan menyalahkan.

Kalian ini inspirasi... bukti bahwa cinta tak hanya diukur dari kata manis,

tapi dari aksi yang berdampak hingga ke hati sesama.


Pasti ada yang baper, pasti ada yang tersinggung…

Tapi biarlah,

karena kebaikan tak selalu diterima semua telinga.

Yang penting Allah tahu siapa yang sungguh-sungguh.


Untuk kalian yang sehati dalam misi kemanusiaan —

lanjutkan. Jangan ragu. Jangan lelah.

Langit merekam segalanya...

dan anak-anak yatim, dhuafa, serta mereka yang terbantu,

mendoakan kalian tanpa henti.


Langkah yang Tak Tercatat di Langit, Tapi Didengar Langit

Di jalan sunyi, ia melangkah,

bukan untuk dirinya—tapi untuk jiwa-jiwa kecil yang rapuh namun bermimpi.
Di antara debu kampung dan suara bocah yang menanti,
ia menaruh hati, tak sekadar tangan.

Laptop retak, tapi tekad tak pernah pecah.
Dua mesin tumbang, tapi semangat tetap menyala.
Bukan karena kuat, tapi karena tahu:
cinta yang tulus tak pernah minta pamrih.

Ia bukan dermawan dengan dompet besar,
tapi pelita yang tak padam, walau sumbu hampir habis.
Dengan satu senyum anak-anak binaan,
ia tahu, hidupnya punya arti.

Langit mungkin tak mencatatnya di headline dunia,
tapi langit mendengar doa-doa yang ia bisikkan di balik keheningan.
Tentang santunan yang telat tapi penuh cinta,
tentang takjil yang dibagikan meski kantong sendiri pun kosong.

Kini, di ujung sabar dan sabda yakin,
datang kabar baik, pelan tapi pasti:
"Allah melihatmu."
Lewat surat hibah, lewat sahabat yang datang tepat waktu,
lewat laptop pinjaman dan puisi ini untukmu.

Kau tak sendirian,
karena yang berjalan di jalan Allah,
akan selalu ditemani oleh kasih-Nya,
meski sepi, meski tak terlihat.






DI AMBANG PINTU RAMADHAN



Sepuluh hari lagi menuju Ramadhan suci,
Hati berdebar menanti datangnya cahaya,
Bulan penuh rahmat dan kasih illahi,
Menghapus gelap, menerangi jiwa.

Angin berbisik dalam syahdu malam,
Mengingatkan hati untuk bersiap diri,
Meninggalkan dosa, mendekap salam,
Menyambut bulan yang suci nan tinggi.

Puasa menanti, menahan godaan,
Lisan dijaga, hati disucikan,
Doa terlantun penuh harapan,
Agar Ramadhan membawa keberkahan.

Ya Alloh, bimbing langkah kami,
Sepuluh hari menuju cahaya abadi,
Jadikan hati ini bersih kembali,
Menyambut Ramadhan dengan cinta iIlahi.

KATA-KATA HARI INI


 

Ketika aku memikirkanmu,

aku menulis puisi

DOA SEPERTIGA MALAMKU

 



Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  
Untuk seseorang yang bergelar suamiku, imamku
Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.

Rumah tangga kita, seperti taman yang selalu mekar,
Penuh bunga cinta yang tak pernah layu,
Meski terkadang badai datang mengusik,
Kita tetap bertahan, saling menggenggam tangan.

Doa malamku selalu untuk kita berdua,
Semoga kebahagiaan ini tak pernah pudar,
Semoga sabar dan cinta jadi cahaya penerang,
Di setiap langkah yang kita tempuh,hingga akhir waktu nanti.

Kehidupan rumah tangga, bukanlah tentang sempurna,
Tapi tentang menerima, tumbuh, dan berkembang,
Bersama kita jalani setiap detik yang ada,
Dengan penuh cinta dan doa yang tak pernah putus.


GABUT



GABUT

Di sudut waktu yang perlahan berlalu,
kutatap layar, tak tahu mau apa dulu.
Angin berbisik tanpa tujuan,
Seketika terhentakku dalam lamunan

Tugas bertumpuk, tapi hati enggan,
pikiran melayang ke awan tak beraturan.
Jualan sepi, tak ada suara,
hanya notifikasi kosong belaka.

Namun di sela hening yang membeku,
ada ide kecil mulai bertamu.
Mungkin gabut tak sekadar jemu,
tapi ruang untuk lahirnya sesuatu.

MENULIS DI TEPI SENJA

Kubuka buku catatan,

Halaman kosong menanti cerita,

Tinta pena menari pelan,

Sambil angin pantai menyisir jiwa.


Ombak tak pernah lelah bercerita,

Aku dengarkan, kuresapi maknanya,

Kadang aku tulis, kadang hanya kurasa,

Seperti rahasia yang hanya aku dan laut tahu isinya.


Dia duduk tak jauh dariku,

Membiarkanku larut dalam imajinasi,

Tak mengganggu, tak bertanya,

Cukup hadir, dan itu puisi paling abadi.


Pantai jadi tempatku bercerita tanpa suara

Saat dunia terlalu ramai, dan kepala penuh kata.

Kupilih duduk lama biar pikiran reda

Biar aku dan dia menyatu dalam senja


Senja memudar di ujung cakrawala,

Aku masih menulis,

Tentang hari ini, tentang dia, tentang segala,

Yang tak sempat kukatakan, tapi abadi di kertas tipis


DICINTAI SEMPURNA

Cintailah dia yang mencintaimu,

bukan karena rupa atau waktu,

tapi karena hatinya memilihmu,

dalam diam, dalam doa yang tak pernah jemu.


Sebab di matanya, kau tak perlu menjadi lebih,

tak harus sempurna atau serupa bintang di langit bersih,

karena baginya, dirimu sudah cukup,

cukup indah, cukup utuh, cukup penuh harap.


Ia melihatmu bukan dengan mata,

tapi dengan jiwa yang rela,

menerima luka dan tawa,

menjadikanmu satu-satunya makna.


Cintailah dia yang mencintaimu,

karena hanya di hatinya,

kau akan selalu terasa sempurna,

meski dunia berkata sebaliknya.




CINTA DALAM KEIKHLASAN




Aku memilih jalan ini dengan hati lapang,
Bukan karena tak mampu menghalangi,
Tapi karena cinta yang kupahami,
Adalah memberi waktu, bukan hanya memiliki.

Bahagiaku bukan saat dia di sisiku selalu,
Tapi saat rumah pertamanya tetap utuh.
Saat wajahnya berseri karena damai,
Saat tanggung jawabnya tetap terjaga.

Walau hatiku menjerit merindu
Ingin mengeluh, tapi kuurungkan.
Karena aku tahu, mencintai dengan hati,
Berarti merelakan tanpa menguasai.

Jalan ini mungkin tak semua pahami,
Tapi bagiku, cinta bukan hanya tentang aku.
Selama dia tetap dalam kejujuran
Aku pun bahagia dalam doa yang kupanjatkan

JEJAK LANGKAH RELAWAN





Langkah kecil, hati terbuka,
Menempuh jalan tanpa ragu,
Dari desa hingga kota penuh cerita,
Menebar harap di tiap temu.

Tangannya tak selalu kuat,
Tapi jiwanya tetap menyala,
Menyalakan semangat,
Dalam tiap doa dan kata.

Bukan harta yang ia cari,
Bukan pujian, bukan nama,
Hanya ingin dunia berseri,
Walau setitik dalam senyum semesta.


PESAN CINTA DI MALAM NIFSU SYA'BAN

Malam Nifsu Sya'ban, saatnya bertemu
Dalam doa, hati menyatu
Kisah cinta yang terhalang oleh waktu
Sibuknya dunia, membuat jarang bertemu

Dia yang dicintai, seperti bintang di langit
Jauh dimata  tapi tetap terlihat dalam hati
Pasrah, kuserahkan cintaku pada-Nya
Pada Alloh, yang Maha Mengerti

Malam ini, aku berdoa 
Mengharapkan kesehatan, keselamatan & perlindungan-Nya
Doa terangkat, seperti aroma kembang
Mencapai langit, bertabur bintang

Pertemuan doa di langitNya
Air mata terus membanjiri
Malam Nisfu Sya'ban, menjadi saksi
Ciinta dan doa dalam balutan semesta

AKU DAN WAKTUMU

Aku dan waktumu, dua jiwa yang berbeda

Bertemu dalam kesempatan, yang tidak terduga

Aku yang selalu menunggu, waktumu yang selalu berlalu

Tapi dalam pertemuan kita, aku merasa waktu berhenti


Waktumu yang cepat berlari, aku yang ingin mengejar

Tapi aku sadar, waktu tidak bisa dikejar

Aku hanya bisa menikmati, setiap detik yang kita miliki

Dan berharap, waktumu bisa menjadi milikku


Tapi aku tahu, waktumu tidak bisa dimiliki

Aku hanya bisa menikmati, setiap saat yang kita bagi

Dan berharap, kenangan kita, bisa menjadi abadi


JANGAN JADI ILALANG

Jika tak mampu menjadi padi,

yang merunduk dalam rendah hati,

janganlah jadi ilalang tinggi,

yang sombong namun tak berarti.


Bila tak sanggup memberi terang,

seperti mentari yang cemerlang,

cukup jangan menebar bayang,

yang mengaburkan arah dan pandang.


Jika belum mampu jadi manfaat,

setulus embun yang turun hangat,

cukup berusahalah, sepenuh niat,

untuk tak jadi beban atau mudarat.


Karena hidup bukan soal jadi besar,

tapi bagaimana kita tak menyebar gusar.

Tak perlu jadi cahaya terang,

asal tak menambah gelap yang datang


Bolehkah Aku Meminta Waktumu Sebentar?

 




Tak banyak, hanya sekejap dalam genggaman hari

Aku tahu dunia menuntutmu berlari

Tapi aku di sini, merindukanmu tanpa henti


Langit malam kerap jadi teman bicara

Menanyakan kabarmu yang kian jauh

Aku tak ingin mengganggu langkahmu yang berharga

Namun, tidakkah ada celah di sela lelahmu?


Aku rindu percakapan tanpa batas waktu

Tawa sederhana, tatapan yang dulu hangat

Kini, aku hanya tamu dalam sibukmu

Menunggu sisa detik yang mungkin tersisa


Jika memang tak bisa lama, tak apa

Hanya sebentar, biarkan aku ada

Karena bagiku, satu menit bersamamu

Lebih berharga dari seharian tanpamu.


KASUR MULTIFUNGSIKU

Buat sebagian orang, kasur itu cuma tempat tidur. Tapi buat aku, kasur ini lebih dari itu!

🛏️ Tempat tidur? Jelas!

🚿 Kamar mandi? Bisaaa... soalnya aku mandi di sini 😆

🍽️ Ruang makan? Iya dong, makanku juga di sini!

🙏 Mushola? Sholatku pun di atas kasur ❤️

💻 Ruang kerja? Jelas! Di sini aku ngetik & edit video.

📱 Studio live streaming? Pastinya!

😢 Tempat nangis? Kadang-kadang... tapi habis nangis, bangkit lagi! 💪


Kasur ini saksi bisu perjuanganku. Dari sini aku berusaha, berkarya, dan tetap semangat menghadapi hari. Batasanku bukan penghalang, justru jadi penyemangat! ✨


TETAP KUAT

Dalam susah atau senang,

saat hati riang atau bimbang,

aku belajar bertahan,

sebab aku tahu — aku tak pernah sendirian.


Di kala sehat melukis senyum,

atau sakit merunduk diam,

aku tetap berserah,

karena kasih Allah tak pernah lelah.


Tak semua hari cerah,

tapi cahaya-Nya tak pernah patah.

Tak semua langkah mudah,

tapi kekuatan-Nya selalu ramah.


Aku percaya…

bukan pada dunia yang fana,

tapi pada janji-Nya

yang tak pernah lupa.


Jadi meski lelah, aku tetap berdiri,

meski jatuh, aku akan bangkit lagi.

Karena Allah…

tidak pernah meninggalkan

hamba yang percaya sepenuh hati