Cintailah dia yang mencintaimu,
bukan karena rupa atau waktu,
tapi karena hatinya memilihmu,
dalam diam, dalam doa yang tak pernah jemu.
Sebab di matanya, kau tak perlu menjadi lebih,
tak harus sempurna atau serupa bintang di langit bersih,
karena baginya, dirimu sudah cukup,
cukup indah, cukup utuh, cukup penuh harap.
Ia melihatmu bukan dengan mata,
tapi dengan jiwa yang rela,
menerima luka dan tawa,
menjadikanmu satu-satunya makna.
Cintailah dia yang mencintaimu,
karena hanya di hatinya,
kau akan selalu terasa sempurna,
meski dunia berkata sebaliknya.
