TERNYATA CINTA ITU....


Hari itu sudah tidak seperti biasanya

Chatku hanya kau baca tanpa membalasnya

Karena aku sudah terbiasa

Tanpa kabar setiap harinya

 

Hingga diapun menghilang tak tahu tentang keberadaanya

Aksaraku tersedak sesaat, berkecamuk dalam pikiran

Hubungan kami baik-baik saja, tak ada perselisihan maupun pertengkaran

Secepat itu semesta merenggut hasta

 

Tak terasa tetesan air mata menggores kertas putih di depanku

Walau aku sudah terbiasa dengan kepergianmu

Hingga kedatanganmu untuk mengucap janji suci akan menemani hingga akhir waktu

Dengan lakara arungi surga dunia

 

Namun.. kebahagiaan itu hanya sekejap mata

Goresan pisau di hati sangatlah lara

Kini dia hadir kembali dengan rasa penyesalannya

Dan.. Apakah aku akan kembali menerima juga mempercayainya?

 

TULUS

 jika kamu bertanya

mengapa disaat kamu menyakitiku

dan aku masih saja tetap sayang dan mencintaimu

jawabanku cuma satu.. tulus

yaa.. sesakit apapun yang kamu berikan kepadaku

tak akan merubah rasa sayang dan cintaku padamu

tapi kamu juga harus ingat

orang yang tulus itu hanya akan kamu temukan

sekali dalam seumur hidupmu

kamu boleh mencari

kamu boleh memilih

bahkan jika kamu menemukan seseorang

yang mungkin menemukan kelebihan daripadaku

akan kupastikan tidak akan pernah sama

karena aku bisa bertahan sejauh ini denganmu

bukan karena kelebihanku

tapi karena ketulusanku


PURA-PURA

 Aku ingin pura-pura lupa,

bahwa sebentar lagi semua akan tamat.


Aku ingin pura-pura lengah

sebenarnya cerita yang susah payah

dirangkai mau angkat kaki.


Aku ingin pura-pura lalai,

Sesungguhnya cinta yang dulu ambisius,

penuh kejaran dan perasaan candu,

nyatanya cukup prihatin.


Aku ingin pura-pura lena,

sejujurnya kisah kita

akan menjadi nostalgia.


Sebatas itu, 

Sampai jumpa lagi.


_Natasha Rizki_




TERHEMPAS TAKDIR



Terdengar suara salam dari pintu depan

Iyaa, sebentar.. Jawan mbak dari belakang

Bergegas keluar, berbincang dengan sang pemberi salam

Ternyata kurir pos menyampaikan amplop buatku

 

Tertulis jelas kop surat dari pengadilan agama

Sesuatu yang sangat menakutkan dalam hidupku

Akhirnya terjadi juga

Air mata jatuh tak terbendung, aku membaca satu persatu kata

 

Kali ini aku benar-benar kehilangannya

Separuh jiwa yang kucinta pendamping hidupku

Bertahun tahun lalu dengan gagahnya berikrar janji suci

Setia hingga akhir nanti

 

Namun.. Kini hanya tinggal janji

Takdir tidak berpihak kepadaku, kecelakaan telah melumpuhkan kaki

Dan kini orang yang kucintaipun meninggalkan luka dan trauma

Di saat aku masih sangat membutuhkan kekuatan darinya