Hari itu sudah tidak seperti biasanya
Chatku hanya kau baca tanpa membalasnya
Karena aku sudah terbiasa
Tanpa kabar setiap harinya
Hingga diapun menghilang tak tahu tentang keberadaanya
Aksaraku tersedak sesaat, berkecamuk dalam pikiran
Hubungan kami baik-baik saja, tak ada perselisihan maupun pertengkaran
Secepat itu semesta merenggut hasta
Tak terasa tetesan air mata menggores kertas putih di depanku
Walau aku sudah terbiasa dengan kepergianmu
Hingga kedatanganmu untuk mengucap janji suci akan menemani hingga akhir waktu
Dengan lakara arungi surga dunia
Namun.. kebahagiaan itu hanya sekejap mata
Goresan pisau di hati sangatlah lara
Kini dia hadir kembali dengan rasa penyesalannya
Dan.. Apakah aku akan kembali menerima juga mempercayainya?
