Dunia
ini serasa berhenti
Mesin
berat menimpa punggungku
Tiada
firasat
Tiada
mimpi
Kejadian
yang terjadi
21
september 2001
Seperti
biasa aku pergi bekerja
Hari
service untuk semua mesin di sana
Pabrik
plywood terbesar di kota nya
Kreekkk...
brekkkk
Mesin
itu jatuh tepat di atas punggungku
Sesaat
aku berucap
Innalillahi
wa innailaihi rojiun
Nafasku
tersendat di tenggorokan
Nafasku
hampir hilang
Allohu
Robbi...
Aku
berdoa dalam keadaan kesakitan
Berlarian
teman temanku
Berteriak
memanggil namaku
Seketika
riuh di sekelilingku
Aku
masih di bawah mesin yang menimpaku
Dengan
kepala yang sudah masuk di kolong nya.
Tidak
tahu berapa lama mesin itu berada di atas punggungku
Antara
sadar dan tidak
Aku
di tarik keluar dari kolong mesin
Tiada
luka
Tiada
darah yang mengalir
Di
atas kursi rodaku
Sudah
18 tahun menjalani nya
Berusaha
dan ikhtiar perobatan sudah di lakukan
Dari
barat sampai ke timur
Setiap
ada orang bilang, kami laksanakan.
Karena
ingin bisa berjalan
Allohu
Robbi...
Aku
ikuti garis perjalanan hidup ini
Ikhtiar
yang tiada henti
Semangat
dari sahabat sahabat yang membuatku bangkit kembali
Di
atas kursi rodaku
Banyak
yang mencaci
Banyak
yang menghina
Banyak
yang memicingkan mata
Itu
sudah biasa
Karena
memang aku tidak sempurna seperti mereka
Berusaha
semaksimal mungkin membantu
Bersama
dalam kepedulian kemanusiaan
Aku
bisa merasakan
Bahwa
kebahagiaan yang sebenarnya adalah
membahagian
orang yang mereka bahagia dengan kehadiran kita, bantuan kita, semangat dari
kita.
Di
atas kursi rodaku
Aku
membuat puisi ini
Pukul
10.35 waktu daerah tinggalku
Di
tengah terik matahari siang ini
Di
tengah pandemi wabah yang sedang terjadi
Semoga
walau aku berada di atas kursi roda
Tetap
berada di hati kalian semua
Aamiinn...