Tampilkan postingan dengan label cerita Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Sajak. Tampilkan semua postingan

Hati yang Tenang

Aku menunggu tanpa terburu-buru,

memberi ruang, memberi waktu, memberi kesempatan.
Mereka yang dzalim, urusannya bukan padaku, tapi pada Allah.
Hatiku tetap ringan, karena aku tahu:
jalan hidupku adalah tanggung jawabku sendiri.

Setiap langkahku penuh doa,
setiap napasku penuh tawakal,
setiap hatiku penuh ikhlas.
Aku percaya, kebahagiaanku akan datang,
tanpa dendam, tanpa takut, tanpa beban.




DIATAS KURSI RODA



 



Dunia ini serasa berhenti

Mesin berat menimpa punggungku

Tiada firasat

Tiada mimpi

Kejadian yang terjadi


21 september 2001

Seperti biasa aku pergi bekerja

Hari service untuk semua mesin di sana

Pabrik plywood terbesar di kota nya

 

Kreekkk... brekkkk

Mesin itu jatuh tepat di atas punggungku

Sesaat aku berucap

Innalillahi wa innailaihi rojiun

Nafasku tersendat di tenggorokan

Nafasku hampir hilang

Allohu Robbi...

Aku berdoa dalam keadaan kesakitan

 

Berlarian teman temanku

Berteriak memanggil namaku

Seketika riuh di sekelilingku

Aku masih di bawah mesin yang menimpaku

Dengan kepala yang sudah masuk di kolong nya.

 

Tidak tahu berapa lama mesin itu berada di atas punggungku

Antara sadar dan tidak

Aku di tarik keluar dari kolong mesin

Tiada luka

Tiada darah yang mengalir

 

Di atas kursi rodaku

Sudah 18 tahun menjalani nya

Berusaha dan ikhtiar perobatan sudah di lakukan

Dari barat sampai ke timur

Setiap ada orang bilang, kami laksanakan.

Karena ingin bisa berjalan

 

Allohu Robbi...

Aku ikuti garis perjalanan hidup ini

Ikhtiar yang tiada henti

Semangat dari sahabat sahabat yang membuatku bangkit kembali

 

Di atas kursi rodaku

Banyak yang mencaci

Banyak yang menghina

Banyak yang memicingkan mata

Itu sudah biasa

Karena memang aku tidak sempurna seperti mereka

 

Berusaha semaksimal mungkin membantu

Bersama dalam kepedulian kemanusiaan

Aku bisa merasakan

Bahwa kebahagiaan yang sebenarnya adalah

membahagian orang yang mereka bahagia dengan kehadiran kita, bantuan kita, semangat dari kita.

 

Di atas kursi rodaku

Aku membuat puisi ini

Pukul 10.35 waktu daerah tinggalku

Di tengah terik matahari siang ini

Di tengah pandemi wabah yang sedang terjadi

Semoga walau aku berada di atas kursi roda

Tetap berada di hati kalian semua

 

Aamiinn...