Aku pernah mundur dari seseorang
bukan karena cinta ini padam,
bukan karena hatiku berhenti bergetar,
tapi karena ada hati lain
yang lebih memanggil namanya.
Ada tangan lain
yang lebih ia cari,
ada dekap lain
yang lebih menenangkan jiwanya.
Dan aku…
hanya menepi,
memberi ruang bagi takdir
untuk memilih tempat terbaik baginya.
Mundur bukan berarti kalah,
bukan berarti rasa ini berakhir.
Justru di sanalah cinta diuji—
mampu merelakan,
meski dada sendiri
yang paling terasa hampa.
Aku mundur dengan perlahan,
tanpa drama,
tanpa meminta ia kembali.
Sebab aku tahu,
di suatu tempat,
ada sosok yang lebih ia butuhkan…
dan ia pun lebih bahagia di sana.






.png)