Tampilkan postingan dengan label LANGITDIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LANGITDIDA. Tampilkan semua postingan

Ketika Aku Harus Melepaskanmu

Aku pernah mundur dari seseorang

bukan karena cinta ini padam,
bukan karena hatiku berhenti bergetar,
tapi karena ada hati lain
yang lebih memanggil namanya.

Ada tangan lain
yang lebih ia cari,
ada dekap lain
yang lebih menenangkan jiwanya.

Dan aku…
hanya menepi,
memberi ruang bagi takdir
untuk memilih tempat terbaik baginya.

Mundur bukan berarti kalah,
bukan berarti rasa ini berakhir.
Justru di sanalah cinta diuji—
mampu merelakan,
meski dada sendiri
yang paling terasa hampa.

Aku mundur dengan perlahan,
tanpa drama,
tanpa meminta ia kembali.
Sebab aku tahu,
di suatu tempat,
ada sosok yang lebih ia butuhkan…
dan ia pun lebih bahagia di sana.



KARENA ALLAH MAHA MELIHAT


Di jalan sunyi perjuangan,

Ada hati-hati yang tetap bertahan.

Tak digaji, tak selalu dipuji,

Tapi memilih melangkah demi kemanusiaan yang hakiki.


Ada yang memberi dengan diam,

Ada yang memberi dengan ramai.

Ada yang peduli sampai ke detail,

Bahkan memikirkan ongkos dan lelah yang mengiringi amal.


Terkadang harus merogoh saku sendiri,

Untuk administrasi, logistik, atau sekadar transportasi.

Namun semua dijalani dengan senyum,

Karena keyakinan bahwa semua ini bukan untuk dunia semata.


Dunia sosial memang tak selalu mudah,

Tak semua berjalan lurus seperti yang diharap.

Namun di tengah segala ujian dan celah,

Selalu ada cahaya: Allah yang Maha Melihat segala langkah.


Pejuang kemanusiaan tak selalu punya panggung,

Namun mereka punya langit sebagai saksi.

Tak selalu dipeluk oleh manusia,

Namun selalu dijaga oleh Yang Maha Cinta.


Teruslah melangkah,

Walau pelan, walau sendiri.

Karena di balik letih yang tersembunyi,

Ada pahala yang Allah simpan abadi.

DEKAPAN ALAM

Berbisik tanpa ucap,

angin menitipkan rindu yang tak sempat tersampaikan.

Merawat luka tanpa tanya,

hujan diam-diam membersihkan jejak duka yang tertinggal.


Menjadi obat tanpa resep,

mentari menyusup lembut ke relung jiwa yang rapuh.

Dan memeluk tanpa lengan,

senja menggenggam sepi tanpa perlu banyak kata.


Biarkan hatimu pulih,

dalam dekapan alam yang tak pernah menuntut,

hanya menerima dan menyembuhkan dalam diam.




LILLAH, MAKA KUAT

Kami melangkah bukan karena kuat,

tapi karena Allah yang menguatkan niat.

Tak digaji, tak dipuji,

tapi hati ini cukup dengan ridha Ilahi.


Kami relawan,

bekerja senyap dalam bising dunia,

mengulurkan tangan di kala lupa,

mengusap luka yang tak tampak mata.


Tak perlu sanjungan,

karena yang kami harap hanya pandangan Tuhan.

Tak perlu upah,

karena yang kami cari adalah berkah.


Jika lelah mulai menjalar,

kami ingat:

“Barang siapa meringankan beban saudaranya,

maka Allah akan ringankan hidupnya di dunia dan akhirat.”


Jangan lelah, wahai hati yang ikhlas,

karena kerja kita bukan untuk dilihat manusia,

tapi agar bernilai di hadapan-Nya.


DAILY VOLUNTEER


Daily Volunteer
 

Di pagi yang sunyi, langkah pun berlari,
Menggapai harapan di sudut negeri,
Bukan mahkota, bukan puji,
Hanya hati yang ingin berbagi.

Tangan-tangan kecil menyapa hangat,
Mata berbinar meski langkah terpijat,
Relawan datang bukan untuk harta,
Tapi cinta yang selalu nyata.

Setiap hari adalah cerita baru,
Menghapus duka, membangun mimpi yang semu,
Di balik letih, senyum pun mekar,
Karena peduli tak pernah pudar.

Tak ada bayaran, tak ada tanda jasa,
Namun hati lapang penuh makna,
Daily volunteer, cahaya di kelam,
Menjadi pelita di malam yang suram.

Meski lelah menyapa di penghujung hari,
Hati bahagia, jiwa pun berseri,
Karena di setiap langkah yang tak terhitung,
Ada cinta yang terus menyambung.

Doa dan Doaku

Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  

Untuk suamiku, orang tua, saudara juga sahabat-sahabatku

Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.


Aku berharap pada takdir yang indah,  

Semoga pertemuan itu tak lama lagi,  

Di waktu yang tepat, di tempat yang tepat,  

Dengan pasangan yang akan saling melengkapi.


Aku berdoa, semoga aku dipersiapkan,  

Untuk menjadi yang terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri,  

Tapi juga untuk dia yang akan hadir,  

Menjadi pendamping sejiwa, dalam suka dan duka.


Malam ini aku hanya bisa berharap,  

Namun aku tahu, doa tak akan sia-sia,  

Suatu saat nanti, hidupku akan penuh dengan kebahagiaan,  

Dalam rumah tangga yang penuh berkah, penuh cinta.


--




AKU DAN WAKTUMU

Aku dan waktumu, dua jiwa yang berbeda

Bertemu dalam kesempatan, yang tidak terduga

Aku yang selalu menunggu, waktumu yang selalu berlalu

Tapi dalam pertemuan kita, aku merasa waktu berhenti


Waktumu yang cepat berlari, aku yang ingin mengejar

Tapi aku sadar, waktu tidak bisa dikejar

Aku hanya bisa menikmati, setiap detik yang kita miliki

Dan berharap, waktumu bisa menjadi milikku


Tapi aku tahu, waktumu tidak bisa dimiliki

Aku hanya bisa menikmati, setiap saat yang kita bagi

Dan berharap, kenangan kita, bisa menjadi abadi