Andai Aku Sempurna Seperti orang Lain,
Mungkin Aku Juga Bisa Merasakan Dicintai Dengan Hebat Dan Selalu Di Usahakan...
Andai Aku Sempurna Seperti orang Lain,
Mungkin Aku Juga Bisa Merasakan Dicintai Dengan Hebat Dan Selalu Di Usahakan...
Aku Pernah Melepaskan Seseorang
Bukan Karena Perasaanku Sudah Hilang, Tapi Karena Ada Orang Lain Yang Membutuhkannya, Dan Dia Juga Butuh orang Itu....
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Allāhumma innā na‘ūdhu bika min jahdi al-balā’
wa daraki al-shaqā’
wa sū’i al-qaḍā’
wa shamatati al-a‘dā’.
“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesulitan bala, dari kesengsaraan,
dari buruknya takdir, dan dari kegembiraan musuh atas penderitaan kami.”
Renungan Selasa Pagi
🌿 Doa ini bisa dibaca setelah shalat Subuh atau kapan saja di pagi hari.
🌿 Sertakan niat: “Ya Allah, jadikan pagi ini awal yang damai,jauhkan kami dari segala bala, dan limpahkan rahmat-Mu sepanjang hari.
🌿 Tambahkan dzikir dan shalawat untuk memperkuat hati.
R-nya apa? R nya: Raga ini bukan milik kita. Ia hanyalah titipan dari Allah,yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya.
Setiap langkah, setiap gerak, adalah kesempatan untuk berbuat baik.
Bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri.
Karena kebaikan yang kita tanam, akan kembali kepada kita dengan penuh berkah."
📖 "In ahsantum, ahsantum li-anfusikum..."
"Jika kamu berbuat baik, maka kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri."
(QS. Al-Isra: 7)
S-nya apa?
S nya, Serahkan semua pada Allah, karena di tangan-Nya, segala yang sederhana bisa menjadi berkah.
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)"
(QS. At-Talaq: 3)
Hari ini aku ingin mengirim doa terbaik untuk orang-orang baik
yang selalu hadir di saat aku tak berdaya,
yang tak banyak bicara, tapi sigap memberi uluran tangan saat aku tak bisa apa-apa.
Semoga Allah membalas setiap kebaikan mereka dengan keberkahan tanpa batas,
dan menjadikan langkah mereka ringan di setiap urusan dunia dan akhirat.
*Untuk setiap kebaikan yang tak sempat kubalas, semoga Allah yang menyempurnakannya.*
A- nya apa?
A — Awali dengan syukur atas setiap anugerah kehidupan.
Sebab setiap pagi adalah tanda kasih Allah yang tak pernah berhenti.
Bangun dengan hati ringan, tersenyum pada dunia, dan biarkan hari ini menjadi awal penuh berkah.
“Dan jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
2 November, bukan sekadar tanggal di dinding,
tapi pengingat lembut bahwa Allah masih memberiku waktu untuk memperbaiki diri,
menyebar kebaikan, dan menjaga hati agar tetap tulus di jalan-Nya.
Terimakasih ya Allah, untuk usia yang Kau panjangkan, hati yang Kau lembutkan, dan segala anugerah yang tak henti Kau titipkan.
Izinkan aku menjaga rasa syukur ini tetap hidup, dalam setiap langkah menuju ridha-Mu.
Di ruang ini, aku menata laporan dan harapan. Semoga Allah mudahkan, jangan persulit, dan sempurnakan dengan kebaikan.
Menulis puisi menjadi cara sederhana untuk menuangkan rasa, doa, dan harapan dalam menghadapi kehidupan.
Tangan ini gemetar, bukan karena lelah…
tapi karena rindu yang tak bisa kutahan.
Aku merayu-Mu, di antara butir-butir dzikir yang kusematkan dalam diam.
Selamat pagi, orang-orang baik.
Kalian yang hadir tanpa diminta, yang sabarnya tak bersuara, yang doanya mungkin tak pernah aku dengar, tapi selalu sampai. Pagi ini, dari ruang tamu yang diam, aku kirimkan rasa terima kasih yang tak sempat aku ucap kemarin.
Tanah Air dalam Hening Doa
Indonesia, engkau bukan sekadar nama,
Engkau tanah tempat kami berpijak,
Air mata, darah, dan cinta tumpah di sini,
Dalam doa, selalu kupeluk engkau erat.
Ya Rabb, jauhkan bangsa ini dari perpecahan,
Kuatkan pemimpin kami dalam keadilan,
Lapangkan hati rakyat untuk saling mengasihi,
Jadikan Indonesia rumah damai bagi generasi.
Angin lewat, tak bertanya
Langit redup, tak menjelaskan
Ada yang gugur di dalam dada
Tapi tak satu pun daun terlihat jatuh
Waktu berjalan seperti biasa
Jam berdetak, lampu menyala
Tak ada yang berubah di luar
Kecuali suara yang tak sempat keluar
Jika ada yang membaca,
mereka hanya akan melihat kata
Tapi yang mengenal,
akan mendengar diamnya suara
Angin lewat, tak bertanya
Langit redup, tak menjelaskan
Ada yang gugur di dalam dada
Tapi tak satu pun daun terlihat jatuh
Waktu berjalan seperti biasa
Jam berdetak, lampu menyala
Tak ada yang berubah di luar
Kecuali suara yang tak sempat keluar
Jika ada yang membaca,
mereka hanya akan melihat kata
Tapi yang mengenal,
akan mendengar diamnya suara
Di hari miladmu, aku tak hanya mengucap selamat.
Aku menitip doa pada langit yang kau pandangi diam-diam.
Semoga umurmu panjang dalam keberkahan,
dan langkahmu ringan menuju ridha-Nya.
Kau bukan sekadar nama di layar,
kau adalah penjaga sunyi,
yang hadir di sela-sela tahajudku,
dan menetap di bait-bait doaku.
Barakallah fii umrik,
semoga Allah menjagamu
Semoga cinta kita tak hanya tumbuh di dunia,
tapi juga berakar di akhirat.
Jika rindu adalah ibadah,
maka aku sedang beribadah malam ini.
aku harap kau menunggu di ujungnya
ketika semesta memeluk kita
Di balik tirai
Hujan jatuh tanpa henti,
Menyusuri tanah, menyusuri sepi,
Membawa aroma rindu yang sulit dimengerti.
Derasnya mengetuk lembut,
Seolah mengetuk pintu hati,
Mengingatkan bahwa setiap luka,
Punya caranya sendiri untuk sembuh.
Aku duduk menatap diam,
Hujan jadi teman yang paling setia,
Menyimpan cerita,
Yang hanya bisa dibaca oleh jiwa.
Focus on what matters,
bukan sekadar hiruk pikuk dunia
yang sering menuntut lebih dari yang kita punya.
Ada yang sederhana,
tapi justru membawa bahagia
senyum tulus, doa yang lirih,
pelukan hangat tanpa syarat.
Hiduplah dengan jiwa yang ringan,
lepaskan yang tak memberi kedamaian.
Karena yang benar-benar berarti
tak pernah pergi,
ia selalu tinggal di hati.