Tampilkan postingan dengan label Puisi pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi pendek. Tampilkan semua postingan

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin.

Lagi sumpek?

Jangan scroll terus.

Sebelum subuh, bisikkan:

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin.

Kadang kita nggak butuh solusi…

Cuma pengakuan bahwa kita lelah.

Allah tahu. Allah dengar


HARI INI UNTUKKU

Aku tak ingin jadi kuat hari ini,

cukup ingin jadi jujur pada lelahku.

Karena mencintai diri,

bukan soal tangguh… tapi soal tahu kapan rehat.


SAAT BERSAMAMU

 


Dear Tuan

Saat Bersamamu aku merasa tidak pernah hampa

Saat Bersamamu aku selalu bahagia

Saat bersamamu aku merasa tenang

Kamu tahu

Aku hanya ingin bersamamu

Aku ingin kamu berlama lama mendampingiku

Sebab begitu banyak perasaan yang tak bisa ku utarakan kepadamu


Aku merindukanmu




KAMU CINTAKU




Sebab hanya kamu cintaku

Seseorang yang aku cintai dengan sangat

Bukan karena apa yang dapat aku lihat

Melainkan karena apa yang dapat aku rasakan

Kamu yang rela membungkuk

Untuk memberiku sebuah peluk


Diantara kesibukanmu

kamu selalu meluangkan waktunya untukku

Terimakasih kamunya aku

 

KAMU SEDANG BERSAMA SIAPA?




Kita memandang langit yang sama 

Kita berada di bawah langit yang sama 

Kita berpijak di bumi yang sama 

Namun raga kita berada di tempat yang berbeda 

Dengan pikiran yang berbeda 

Kamu sekarang entah masih bersama siapa? 

Sedang mengerjakan apa? 

Terkadang pertanyaan-pertanyaan seperti itu melintas di kepala

PUISIKU KAMU


ketika aku memikirkanmu,

aku menulis puisi


ketika aku hanya mampu merindukanmu dari kejauhan,

aku menulis puisi


ketika aku diam diam mengagumimu,

aku menulis puisi

puisiku ini merupakan gambaran hatiku yang dipenuhi olehmu





MENIMBUN MASA LALU



Sejuta aksara menari di angkasa
mengeja kata tanpa makna
mengisi puisi-puisi sunyi
membisu dalam sepi
pada tiap ikhlas di ujung sujud
memeluk takdir suratan akhir

ada rapuh yang tersimpan rapih, tak ingin diintip angin lalu 
ada luka yang tersembunyi tawa, agar tak dibawa aliran gerimis jadi cerita
Mari kita menatakan senyuman
Biar masa lalu menjadi cerminan

TENTANG DIA

Puisi tercipta dari tumpukan imajinasi 
Tentang cerita yang secara tiba-tiba 
Ataupun tentang dia 

Hingga tertulis ratusan puisi
Padamu tuan
Berpuluh-puluh penghargaan
Kupersembahkan 
Rangkuman kata yang tak mampu terucapkan

16Mei2022
Ana Restuningtyas






DEAR KAMU



Sepanjang malam ini aku berbincang dengan rindu
Tentang rencana temu denganmu
Tentang kesukaanmu
Juga tentang caramu yang membuatku jatuh hati
Saat rindu bertanya tentang luka, aku hanya bisa tertawa
Bagaimana aku menceritakannya
Jika saat terluka pun aku masih jatuh cinta
Dear kamu ✍

JEJAK PERSAHABATAN

Kita melangkah bersama, jejak-jejak tersusun,  
Tak ada kehilangan, hanya perjalanan yang berubah.  
Di persimpangan waktu, terang siapa yang tinggal,  
Siapa yang berpegang erat, meski badai menggulung.  

Sejati bukan sekadar hadir dalam terang,  
Tapi dalam gelap, menggenggam tanpa ragu.  
Mereka yang bertahan, bukan sekadar nama,  
Melainkan cahaya di perjalanan yang panjang.