MENIMBUN MASA LALU



Sejuta aksara menari di angkasa
mengeja kata tanpa makna
mengisi puisi-puisi sunyi
membisu dalam sepi
pada tiap ikhlas di ujung sujud
memeluk takdir suratan akhir

ada rapuh yang tersimpan rapih, tak ingin diintip angin lalu 
ada luka yang tersembunyi tawa, agar tak dibawa aliran gerimis jadi cerita
Mari kita menatakan senyuman
Biar masa lalu menjadi cerminan