Tampilkan postingan dengan label Life Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Journey. Tampilkan semua postingan

Langkah kaki di jalan sunyi

Hari ini aku menandatangani surat kuasa perceraian. Langkah ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi juga tanda bahwa aku berani menatap hidup baru dengan segala konsekuensinya.

Aku ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada tim kuasa hukumku. Mereka sabar mendengarkan, menenangkan, dan mendampingi setiap proses yang melelahkan. Di tengah rasa rapuh, mereka menjadi penopang yang membuatku tetap berdiri.

Perjalanan ini belum selesai, palu hakim belum diketuk. Tapi aku tahu, setiap langkah sudah mengarah pada kelegaan. Dan di balik semua luka, ada harapan untuk lembaran baru.



Saat Jatuh

Yang penting bukan siapa di sisimu,

bukan bayangan yang sekadar menemu,

melainkan jiwa yang tetap meramu,

cahaya kecil di gelap yang membeku.

 

Saat kau jatuh dunia terasa pilu,

ada yang hadir menguatkan kalbu,

bukan sekadar teman yang lalu,

melainkan sandaran yang tak pernah layu.

 

Bukan siapa yang sekadar tampak,

melainkan yang bertahan di saat retak,

yang menyalakan harapan di tengah sesak,

yang menjadikan luka sebagai langkah bijak.

 

Karena cinta sejati tak pernah rapuh,

ia hadir di saat kau runtuh,

bukan sekadar bayang yang kabur dan lusuh,

melainkan cahaya yang selalu teduh.

 



UPDATE BAB BARU

Cerita tak berhenti, kata-kata terus lahir…

BAB baru sudah tayang di Langit Didada, 💫

https://www.wattpad.com/user/langitdidada1608

Ikuti perjalanan ini dan rasakan setiap detiknya — follow akun Langit Didada di Wattpad sekarang 📚






Baru sadar

Baru sadar ternyata, 

kita akan merasa baik-baik saja

kalau kita sibuk



LCPN 2026 - EVENT MENULIS NASIONAL


Alhamdulillah, dengan penuh syukur hari ini saya telah mengirimkan satu karya puisi untuk mengikuti Lomba Menulis Puisi 2026

Mengikuti ajang seperti ini menjadi ruang belajar sekaligus cara saya merawat rasa melalui tulisan.


Semoga  mendatangkan keberkahan, pengalaman, dan ilmu baru.

Terima kasih kepada semua yang selalu memberi dukungan tanpa henti.


— Langit Didada


Mas Ton - LOMBA CERPEN NASIONAL


Ada cerita yang tak lagi untuk diulang,

tapi cukup dituliskan… lalu diikhlaskan.

Mas Ton, sebuah cerpen yang lahir dari perjalanan rasa, kini melangkah mengikuti lomba cerpen nasional.

Catatan Ramadhan 19

Hari ini aku belajar bahwa ketenangan adalah anugerah yang tidak ternilai. Meski badan kurang sehat, urusan datang satu per satu, dan banyak kejadian tak terduga, Allah tetap menjagaku agar mampu melewati semuanya dengan hati yang sabar.

Dari asisten yang sakit, kaca lemari yang pecah, hingga mesin cuci yang rewel, semuanya terasa berat. Namun Alhamdulillah, Allah menghadirkan bantuan lewat tangan-tangan baik yang sigap menolong.

Di tengah riwehnya hari, aku tetap dapat menyempurnakan puasa. Setiap lelah dan pengeluaran mendadak, aku niatkan sebagai sedekah Ramadhan dan bagian dari perjalanan ibadah.

Semoga Allah mengganti semua capek hari ini dengan keberkahan yang luas.
Alhamdulillah untuk setiap ujian yang mendewasakan dan setiap pertolongan yang menenangkan hati.



"Jejak Sang Pejuang Cahaya: Mengenang Senyum di Balik Rasa Sakit

Ada jiwa-jiwa yang diciptakan Tuhan untuk menjadi pengingat bagi kita semua. Mereka yang tidak sekadar menjalani hidup, tetapi bertarung di dalamnya dengan simpul senyum yang tak pernah pudar. Ujian baginya bukan lagi tentang keluhan, melainkan tentang seberapa banyak tawa yang bisa ia bagikan sebelum waktu benar-benar habis.

Kita melihatnya berdiri tegak, menyanyi dengan suara yang tetap merdu, meski di baliknya ada lelah yang tak terkatakan dan rasa sakit yang terus menghujam. Ia mengajarkan kita bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut atau rasa sakit; keberanian adalah tetap melangkah dan tetap menjadi berkat bagi orang lain, bahkan saat tubuh sendiri sedang rapuh.

Kini, ketika lembar ujian itu telah terisi penuh dengan tinta kebaikan, bel terakhir telah berbunyi. Tugasnya untuk menginspirasi telah tuntas. Tidak ada lagi jarum, tidak ada lagi ruang tunggu yang dingin, dan tidak ada lagi perjuangan yang menyesakkan dada.

Ia tidak pergi, ia hanya sedang menempuh jalan yang paling tenang. Ia sedang melangkah menuju sebuah tempat di mana rasa sakit tidak lagi punya kuasa. Sebuah kepulangan yang indah bagi seorang pejuang yang telah menyelesaikan ujiannya dengan nilai yang sangat istimewa.

Selamat beristirahat dalam damai. Terima kasih telah mengajari kami cara mencintai hidup sampai detik terakhir.

"Sebab pada akhirnya, yang kita bawa pulang bukanlah penderitaan kita, melainkan seberapa besar cinta yang sempat kita tinggalkan di dunia."