Saat Jatuh

Yang penting bukan siapa di sisimu,

bukan bayangan yang sekadar menemu,

melainkan jiwa yang tetap meramu,

cahaya kecil di gelap yang membeku.


Saat kau jatuh dunia terasa pilu,

ada yang hadir menguatkan kalbu,

bukan sekadar teman yang lalu,

melainkan sandaran yang tak pernah layu.


Bukan siapa yang sekadar tampak,

melainkan yang bertahan di saat retak,

yang menyalakan harapan di tengah sesak,

yang menjadikan luka sebagai langkah bijak.


Karena cinta sejati tak pernah rapuh,

ia hadir di saat kau runtuh,

bukan sekadar bayang yang kabur dan lusuh,

melainkan cahaya yang selalu teduh.