Aku terlalu sering menyalahkan diri,
Pada luka yang tak sempat aku hindari,
Menyebut diri ini lemah dan tak berarti,
Hingga lupa… cara membahagiakan diri sendiri.
Malam-malamku penuh suara yang berisik,
Tentang “aku yang kurang” dan “aku yang gagal”,
Aku menelan semua tanpa sempat menjerit,
Seolah air mata pun tak layak ku kenal.
Hari ini aku lelah memusuhi diriku,
Lelah berpura-pura semua baik-baik saja,
Aku ingin memeluk semua rapuh dalam kalbu,
Meski tangan ini gemetar menerimanya.
Perlahan aku belajar menyebut namaku dengan lembut,
Tanpa benci, tanpa kata yang melukai,
Jika dunia tak pernah benar-benar memelukku,
Setidaknya… aku tak lagi meninggalkan diri sendiri.
