Di balik senyum yang tak bersuara,
ada luka yang tak pernah minta diberi nama.
“Ga apa-apa,” katanya ringan,
padahal hatinya sedang hujan pelan-pelan.
Langit di matanya mendung perlahan,
tapi ia tetap memilih diam,
karena kadang bicara pun tak cukup menjelaskan,
betapa lelahnya jadi kuat sendirian.
Tak semua yang tertahan itu tak berarti,
tak semua yang diam itu tak peduli.
Ada cinta dalam redanya,
ada harap dalam sunyinya.
“Ga apa-apa” bukan berarti tak sakit,
hanya cara paling lembut untuk tetap bertahan dalam sunyi yang tak menghakimi.



.jpg)














.jpg)

.jpg)




























