Pagi belum sepenuhnya bangun,
Tapi rinduku sudah duduk di sisi jendela.
Menyeruput hangat matahari,
Sambil membayangkan senyummu yang jauh di sana.
Angin pelan menyapu tirai,
seolah menyampaikan bisik:
“Dia juga merindukanmu, tenanglah.”
Tak ada yang lebih romantis
Dari pagi yang dibuka dengan doa untukmu.
Walau tak bersua,
Kita tetap satu arah:
Menuju hari yang penuh cinta, meski dari jarak
