AKU MENULIS PUISI TENTANG KAMU

Aku menulis puisi tentang kamu

bukan karena kata-kata itu manis,  

tapi karena di matamu,  

semua luka bisa berubah jadi doa yang tenang.


Aku menulis puisi tentang kamu,  

sebab diam-mu lebih jujur dari ribuan bait—  

dan dalam senyum kecilmu,  

aku menemukan alasan untuk percaya lagi.


Bukan cuma tinta yang bicara,  

tapi rindu, syukur, dan harap yang kau ajarkan tanpa sadar.  

Kamu...

adalah puisi yang tak pernah selesai kutulis.