Semakin sunyi seseorang,
semakin ramai dunia yang ia bawa ke dalam dada.
Bukan karena ia tak ingin bersuara,
tetapi karena di balik diamnya,
ada gugusan rencana,
pikiran yang saling berdesakan,
dan cita-cita yang belum sempat dirumuskan.
Langkahnya tenang,
namun kepalanya riuh oleh tanya, oleh harapan yang ingin disusun,
seperti langit senja yang tampak diam,
padahal sedang menyimpan peralihan dari terang ke gelap.
Mereka yang sunyi bukan kosong,
mereka penuh, oleh dunia yang tak semua orang bisa lihat,
tapi Alloh tahu,
dan di sanalah makna tinggal dalam senyap.
