Pada langit yang menangis, kutemukan ketenangan
butir hujan merenda zikir di jendela malam.
Seperti rahmat yang diturunkan perlahan,
Allah hadir dalam setiap gemuruh dan diam.
Langit bersyahadat lewat petir yang menyala,
dan bumi mengamini doa-doa yang terlupa.
Aku duduk berselimut harap dan taubat,
dalam sunyi yang mengajarkan makna sabar.
Tak ada yang sia-sia dalam tangis langit,
semuanya kembali pada takdir yang lembut.
Aku hanya hamba yang mencoba mengerti,
bahwa bahkan hujan pun bersujud.
