Tampilkan postingan dengan label KLI 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KLI 17. Tampilkan semua postingan

H-2 KLI 17 📖


Ada langkah yang sudah sampai di titik cukup,

tapi jiwa memilih untuk melampaui.
Bab minimal telah terlewati,
dan kini pena kembali bergerak
menyusuri bab-bab yang belum bernama.
Semangat, jangan padam.

Bismillah, Judul Baru untuk Perjalanan yang Sama

 

Hari ini aku ingin menyampaikan sebuah kabar kecil terkait novel yang sedang saya ikutsertakan dalam Kompetisi Literasi Indonesia (KLI) 17 di KBM App.

Setelah melalui perjalanan penulisan dan perkembangan cerita hingga puluhan bab, aku memutuskan untuk mengganti judul novel yang sebelumnya berjudul:

📖 Cintai Aku Karena Allah (Perjalanan Hati Menggapai Cinta Sejati)

menjadi:

🏠 Ketika Kakakku Menjadi Rumah

Perubahan ini dilakukan karena seiring berjalannya cerita, aku merasa judul baru lebih mewakili isi novel, perjalanan para tokohnya, serta pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Novel ini tetap menceritakan Gladis dan Kakaknya dengan segala perjuangan, harapan, dan pelajaran hidup yang mereka jalani.

Yang berubah hanyalah judul, cover, dan penyesuaian identitas cerita agar lebih selaras dengan isi novel yang telah berkembang hingga saat ini.

Alhamdulillah, atas izin Allah, novel ini juga telah melewati batas minimal jumlah bab yang dipersyaratkan untuk mengikuti KLI 17 yang insya Allah akan ditutup pada tanggal 22 Juni.

Perjalanan ini masih panjang.

Masih banyak bab yang akan ditulis.

Masih banyak pelajaran yang akan saya dapatkan sebagai penulis.

Karena itu aku ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah membersamai perjalanan ini sejak awal.

Terima kasih atas doa, dukungan, komentar dan semangat yang diberikan.

Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan kebaikan yang berlipat.

Bismillah.

Semoga judul baru ini menjadi pengingat bahwa rumah tidak selalu berupa bangunan.

Kadang rumah hadir dalam sosok yang menjaga, menguatkan, dan tidak pernah lelah mendoakan.

Allahumma yassir

Allahumma barik.

Allahumma sehat.

Allahumma lancar.

Allahumma sugeh.

Semoga Allah memberkahi setiap proses, memudahkan setiap langkah, dan menjadikan karya ini bermanfaat bagi banyak orang.

Aamiin ya Rabbal 'Alamiinn




https://kbm.id/book/detail/e9f7b585-93c4-4b79-a099-12e469302744

Refleksi Perjalanan 30 Bab KLI 17: Tentang Ikhtiar, Doa, dan Tidak Menyerah

Alhamdulillah.

Hari ini aku ingin berhenti sejenak, bukan untuk merayakan kemenangan, melainkan untuk bersyukur atas sebuah proses.

Target minimal 30 bab untuk naskah KLI 17 akhirnya tercapai.

Mungkin bagi sebagian orang, angka 30 bab adalah hal biasa. Namun bagiku, angka ini menyimpan banyak cerita. Ada rasa lelah, ada rasa ragu, ada hari-hari ketika ide terasa mengalir deras, dan ada hari-hari ketika aku hanya bisa menatap layar sambil berdoa agar Allah memudahkan langkah berikutnya.

Aku sadar bahwa perjalanan ini masih panjang.

Views ku masih jauh dibandingkan para penulis senior yang mengikuti kompetisi yang sama. Namun saya memilih untuk tidak menjadikan mereka sebagai pembanding yang melemahkan semangat.

Sebaliknya, aku memilih melihat mereka sebagai bukti bahwa sebuah perjalanan panjang memang mungkin ditempuh.

Jika mereka bisa sampai di titik itu, maka saya pun harus terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus melangkah.

Karena setiap penulis besar pun pernah memulai dari nol.

Melalui perjalanan menulis ini, aku belajar bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan.

Satu bab yang selesai lebih berharga daripada seratus rencana yang tidak pernah ditulis.

Satu langkah kecil lebih berarti daripada menunggu waktu yang dianggap sempurna.

Dan satu doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh sering kali mampu menguatkan hati ketika semangat mulai menurun.

Aku juga belajar bahwa hasil bukanlah wilayahku.

Tugasku hanyalah berikhtiar.

Menulis sebaik mungkin.

Mengunggah sebaik mungkin.

Belajar sebaik mungkin.

Sedangkan hasil akhirnya adalah hak Allah semata.

Karena itu hari ini aku tidak ingin terlalu sibuk memikirkan peringkat, jumlah views, atau hasil kompetisi.

Aku hanya ingin bersyukur.

Bersyukur karena Allah masih memberi kesehatan.

Bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan untuk belajar.

Bersyukur karena Allah masih mengizinkan saya menyelesaikan target yang dulu terasa begitu berat.

Dan saya ingin menyimpan tulisan ini sebagai pengingat.

Kelak ketika semangat menurun.

Kelak ketika merasa tertinggal dari orang lain.

Kelak ketika merasa perjalanan terlalu panjang.

Semoga saya bisa kembali membaca tulisan ini dan mengingat bahwa Allah pernah membantuku sampai sejauh ini.

Afirmasi dan doa yang ingin terus aku pegang:

Bismillah.

Allahumma yassir wa la tu'assir.

Allahumma barik.

Allahumma sehat.

Allahumma lancar.

Allahumma mudahkan setiap langkah yang baik.

Allahumma berkahi setiap ilmu yang dipelajari.

Allahumma berkahi setiap huruf yang ditulis.

Dan doa yang selalu membuatku tersenyum:

Allahumma sugeh.

Ya Allah, cukupkan rezeki kami dengan rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat.

Jika tulisan ini kelak menjadi jalan rezeki, jadikan ia rezeki yang mendekatkan kepada-Mu.

Jika tulisan ini kelak dibaca banyak orang, jadikan ia sumber kebaikan.

Jika tulisan ini kelak berhasil, jangan biarkan hati menjadi sombong.

Dan jika belum berhasil, jangan biarkan hati kehilangan harapan.

Alhamdulillah atas 30 bab pertama.

Bismillah untuk bab-bab berikutnya.

Karena perjalanan ini belum selesai.



Baca selengkapnya di KBM App:

https://kbm.id/book/detail/e9f7b585-93c4-4b79-a099-12e469302744