Tampilkan postingan dengan label PUISI CHAIRIL ANWAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI CHAIRIL ANWAR. Tampilkan semua postingan

Aku Masih Melangkah

Aku tidak punya sayap,

tapi aku punya harapan.

Aku tak bisa berlari,

tapi aku tak pernah berhenti berjalan.


Meski langit kadang gelap,

aku percaya fajar selalu datang.

Meski dunia tak selalu ramah,

aku percaya Allah selalu mendekap.


Aku mungkin terjatuh,

tapi aku tak akan tinggal di bawah.

Aku menangis,

tapi aku tak pernah menyerah.


Karena aku tahu,

setiap sabar akan diganti tawa,

setiap luka akan berubah doa,

dan setiap langkahku…

pasti mengarah ke surga.


SIA-SIA (CHAIRIL ANWAR)

Penghabisan kali itu kau datang membawa karangan kembang Mawar merah dan melati putih: darah dan suci. Kau tebarkan depanku serta pandang yang memastikan: Untukmu. Sudah itu kita sama termangu Saling bertanya: Apakah ini? Cinta? Keduanya tak mengerti. Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri. Ah! Hatiku yang tak mau memberi Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

PUISI "AKU" KARYA CHAIRIL ANWAR

Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi