Tampilkan postingan dengan label Rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah tangga. Tampilkan semua postingan

📚 PROMO E-BOOK ISTRI KEDUA

Tentang perempuan yang bertahan dalam hening,

dan laki-laki yang selalu kembali setiap kali rindu tak lagi bisa ia tahan.

Cinta yang tidak perlu bising

cukup dirasakan, cukup dipercayai.

Novel romance lembut, dewasa, dan menenangkan.

💸 Harga: Rp 20.000
📩 Mau order? Chat aku yaaa… (+62 895-4293-02105)





Hati yang Tenang

Aku menunggu tanpa terburu-buru,

memberi ruang, memberi waktu, memberi kesempatan.
Mereka yang dzalim, urusannya bukan padaku, tapi pada Allah.
Hatiku tetap ringan, karena aku tahu:
jalan hidupku adalah tanggung jawabku sendiri.

Setiap langkahku penuh doa,
setiap napasku penuh tawakal,
setiap hatiku penuh ikhlas.
Aku percaya, kebahagiaanku akan datang,
tanpa dendam, tanpa takut, tanpa beban.




Ketika Aku Harus Melepaskanmu

Aku pernah mundur dari seseorang

bukan karena cinta ini padam,
bukan karena hatiku berhenti bergetar,
tapi karena ada hati lain
yang lebih memanggil namanya.

Ada tangan lain
yang lebih ia cari,
ada dekap lain
yang lebih menenangkan jiwanya.

Dan aku…
hanya menepi,
memberi ruang bagi takdir
untuk memilih tempat terbaik baginya.

Mundur bukan berarti kalah,
bukan berarti rasa ini berakhir.
Justru di sanalah cinta diuji—
mampu merelakan,
meski dada sendiri
yang paling terasa hampa.

Aku mundur dengan perlahan,
tanpa drama,
tanpa meminta ia kembali.
Sebab aku tahu,
di suatu tempat,
ada sosok yang lebih ia butuhkan…
dan ia pun lebih bahagia di sana.



RAHASIA DI BALIK IJAB KABUL

Bukan sekadar lafaz ijab kabul… ada rahasia yang bersembunyi di balik akad ini. Siapa yang benar-benar ikhlas? Siapa yang diam-diam terluka?”

📖Cerpen RAHASIA DI BALIK IJAB KABUL

Sebuah kisah singkat tentang janji suci, cinta, dan rahasia yang tak semua orang tahu…

Baca Disini 👉https://w.tt/47H4aGr




WAKTU

Waktu…

adalah saksi yang tak pernah lelah

mengikuti langkah kita, dari gelap hingga cahaya

dari air mata yang jatuh di pagi buta

hingga tawa yang pecah di senja merah.

Kita pernah tersesat

pernah terdiam di persimpangan sunyi

namun genggaman itu tak pernah lepas

meski badai menampar, meski ombak mencaci.

Kita belajar,

bahwa cinta bukan hanya tentang rasa manis

tapi juga luka yang dirawat bersama

bukan hanya tentang janji di awal

tapi kesetiaan yang tumbuh di tengah ujian.

Hari ini…

aku tak minta emas atau permata

aku hanya ingin waktumu,

utuh, hangat, sederhana

karena di setiap detik bersamamu,

aku menemukan rumahku.

Selamat Anniversary,

untuk kita yang masih berdiri,

meski waktu tak selalu ramah…

namun selalu mengajarkan,

bahwa bersama… adalah waktu terbahagia




2nd

Dua tahun,

bukan tentang siapa yang tahu,

tapi tentang siapa yang tetap mendoakan,

meski tak pernah disebut dalam syair resmi.

Kita bukan rahasia,

hanya cerita yang belum waktunya dibaca.

Pernikahan ini bukan sembunyi,

tapi perlindungan dari dunia yang tak mengerti.


Aku tak menuntut hadir,

karena aku tahu, cinta sejati tak selalu harus dekat.

Aku hanya ingin kau damai,

dengan dia yang pertama,

karena aku tak ingin jadi luka,

aku ingin jadi pelipur.


Selamat ulang tahun,

untuk pernikahan yang tak bersuara,


DOA SEPERTIGA MALAMKU

 



Di malam yang hening, aku berdoa,  

Untuk kehidupan yang kujalani,  
Untuk seseorang yang bergelar suamiku, imamku
Dengan cinta yang tulus, dan ketulusan yang mendalam.

Rumah tangga kita, seperti taman yang selalu mekar,
Penuh bunga cinta yang tak pernah layu,
Meski terkadang badai datang mengusik,
Kita tetap bertahan, saling menggenggam tangan.

Doa malamku selalu untuk kita berdua,
Semoga kebahagiaan ini tak pernah pudar,
Semoga sabar dan cinta jadi cahaya penerang,
Di setiap langkah yang kita tempuh,hingga akhir waktu nanti.

Kehidupan rumah tangga, bukanlah tentang sempurna,
Tapi tentang menerima, tumbuh, dan berkembang,
Bersama kita jalani setiap detik yang ada,
Dengan penuh cinta dan doa yang tak pernah putus.


CINTA DALAM KEIKHLASAN




Aku memilih jalan ini dengan hati lapang,
Bukan karena tak mampu menghalangi,
Tapi karena cinta yang kupahami,
Adalah memberi waktu, bukan hanya memiliki.

Bahagiaku bukan saat dia di sisiku selalu,
Tapi saat rumah pertamanya tetap utuh.
Saat wajahnya berseri karena damai,
Saat tanggung jawabnya tetap terjaga.

Walau hatiku menjerit merindu
Ingin mengeluh, tapi kuurungkan.
Karena aku tahu, mencintai dengan hati,
Berarti merelakan tanpa menguasai.

Jalan ini mungkin tak semua pahami,
Tapi bagiku, cinta bukan hanya tentang aku.
Selama dia tetap dalam kejujuran
Aku pun bahagia dalam doa yang kupanjatkan

Bolehkah Aku Meminta Waktumu Sebentar?

 




Tak banyak, hanya sekejap dalam genggaman hari

Aku tahu dunia menuntutmu berlari

Tapi aku di sini, merindukanmu tanpa henti


Langit malam kerap jadi teman bicara

Menanyakan kabarmu yang kian jauh

Aku tak ingin mengganggu langkahmu yang berharga

Namun, tidakkah ada celah di sela lelahmu?


Aku rindu percakapan tanpa batas waktu

Tawa sederhana, tatapan yang dulu hangat

Kini, aku hanya tamu dalam sibukmu

Menunggu sisa detik yang mungkin tersisa


Jika memang tak bisa lama, tak apa

Hanya sebentar, biarkan aku ada

Karena bagiku, satu menit bersamamu

Lebih berharga dari seharian tanpamu.


TUAN

Tuan,

Di antara jarak yang tak selalu ramah

Aku titipkan rindu dalam doa yang tak lelah.

Bukan tentang pertemuan yang kupinta tiap detik,

Melainkan hatimu yang tetap berpihak padaku — meski dalam sunyi yang tak terusik.


Aku tak meminta dunia,

Hanya ingin jadi alas letihmu saat segala terasa hampa.

Tak perlu janji yang membuncah,

Cukup kepercayaan yang tak mudah goyah.


Tuan,

Jika malam datang menggiring sepi,

Percayalah, aku masih di sini.

Menjaga rasa,

Menjaga nama.


Cinta ini bukan bara yang membakar,

Tapi pelita kecil yang sabar.

Tak silau, tak padam,

Hanya ingin tumbuh dalam diam.


Dan bila langkahmu mulai letih melawan dunia,

Ingatlah ..aku ada,

Sebagai tempat pulang yang tak pernah bertanya,

"Hari ini kau milik siapa?"


TERNYATA CINTA ITU....


Hari itu sudah tidak seperti biasanya

Chatku hanya kau baca tanpa membalasnya

Karena aku sudah terbiasa

Tanpa kabar setiap harinya

 

Hingga diapun menghilang tak tahu tentang keberadaanya

Aksaraku tersedak sesaat, berkecamuk dalam pikiran

Hubungan kami baik-baik saja, tak ada perselisihan maupun pertengkaran

Secepat itu semesta merenggut hasta

 

Tak terasa tetesan air mata menggores kertas putih di depanku

Walau aku sudah terbiasa dengan kepergianmu

Hingga kedatanganmu untuk mengucap janji suci akan menemani hingga akhir waktu

Dengan lakara arungi surga dunia

 

Namun.. kebahagiaan itu hanya sekejap mata

Goresan pisau di hati sangatlah lara

Kini dia hadir kembali dengan rasa penyesalannya

Dan.. Apakah aku akan kembali menerima juga mempercayainya?

 

TERHEMPAS TAKDIR



Terdengar suara salam dari pintu depan

Iyaa, sebentar.. Jawan mbak dari belakang

Bergegas keluar, berbincang dengan sang pemberi salam

Ternyata kurir pos menyampaikan amplop buatku

 

Tertulis jelas kop surat dari pengadilan agama

Sesuatu yang sangat menakutkan dalam hidupku

Akhirnya terjadi juga

Air mata jatuh tak terbendung, aku membaca satu persatu kata

 

Kali ini aku benar-benar kehilangannya

Separuh jiwa yang kucinta pendamping hidupku

Bertahun tahun lalu dengan gagahnya berikrar janji suci

Setia hingga akhir nanti

 

Namun.. Kini hanya tinggal janji

Takdir tidak berpihak kepadaku, kecelakaan telah melumpuhkan kaki

Dan kini orang yang kucintaipun meninggalkan luka dan trauma

Di saat aku masih sangat membutuhkan kekuatan darinya




 

DIARYKU

Cukup teh-ku dan kopimu-mu saja yang aku posting..

Hubungan kita jangan.... 
Kita tak perlu menuai komentar orang2... 
Hubungan kita pribadi... 
Bukan proyek komunitas...

MENUJU NIRWANA

Cintaku hanya sederhana,

Bagai dedaunan gugur di tengah safana.

Tak riuh, tak mewah,

Hanya bisu, namun tak lelah.


Bukan cinta yang dilumuri hasrat durjana,

Melainkan bening, seumpama embun di pagi buta.

Tak kupahat dalam kata manja,

Tapi kutulis sunyi di ujung pena.


Tiadalah ia sempurna,

Namun jujur adanya.

Bukan bayang fatamorgana,

Yang menipu pandang dalam dahaga.


Aku tak datang membawa mahkota,

Hanya tekad yang berani bersua.

Sebab cintaku adalah doa,

Yang berjuang senyap menuju nirwana


.

PERCIKAN API PERPISAHAN





Awal perjalanan cinta dua sejoli
Mengarungi hidup bersama dalam ikatan suci
Bahagia rasa dalam dada
Sehari bak ratu dan raja

Kehidupan kita semakin bahagia
Kehadiran bayi mungil buah cinta kita
Aku makmum yang menjalankan perintah agama
Sebagai ibu rumah tangga nan bahagia

Seiring waktu, bermunculan sifat aslinya
Semakin hari semakin nyata
Lelaki yang aku cinta tak seperti pertama jumpa
Sejak saat iitu percik api pertengkaran mulai ada

Rumah tangga sudah tak sehat lagi
Terlontar kata talak dari mulut suami
Kubertahan walau hati terus di tusuk duri
Hingga akhirnya aku memiliih untuk pergi 


RETAK JANJI

Di pertemukan oleh semesta

Di luar negara tanpa sengaja

Perkenalan singkat antara aku dan dia

lelaki yang ingin meminangku dengan segera

 

Dalam hitungan bulan segera di gelar

Perjanjian abadi sehidup semati

Dengan melalui beberapa ritual pernikahan

Kami lewati dengan senang hati

 

Perjalanan cinta kami sangat berarti

Impian bersama mengarungi bahtera rumah tangga

Hingga datang petaka

Tragedi yang menjadikanku sebagai wanita tak sempurna

 

Mungkin sudah menjadi ketetapanNya

Ikatan suci retak seketika

Dari waktu ke waktu luka ini semakin menganga

Hanya melalui goresan tinta aku bercerita