MALAM NISHFU SYA'BAN


Dalam terangnya purnama Nishfu sya'ban

Semesta mengembangkan senyumnya

Berduyun-duyun orang-orang mendatangi masjid ataupun mushola

Melafadzkan doa memohon ampunannya


Malam nishfu sya'ban yang bercahaya

Pertanda akan hadirnya tamu nan mulia

Bulan Ramadhan nan penuh Suci

Bulan penuh ampunan untuk semua insani


Dimana catatan amalmu akan di angkat kelangit

Penuhilah malam-malam yang di lalui dengan ibadah

Instropeksi diri akan hidup yang telah di jalani

Memohon ampunan pada Illahi Robbi


Malam nishfu sya'ban nan di nanti-nanti

Alhamdulillah akan waktu yang Kau beri

Untuk kami berjumpa kembali pada bulan Ramadhan nan suci

Semoga kami bisa menjalani ibadah dengan lebih baik lagi






KESENDIRIAN

 

 Menikmati kesendirian

Ternyata lebih melegakan

tanpa beban

terasa ringan menjalankan

 

Menikmati kesendirian

tetapi tidak sendiri

Masih banyak yang peduli

Walau hanya Menyemangati

 

Menikmati kesendirian

Dalam ruang hati yang masih tak ingin di ganggu

banyak tugas yang harus di selesaikan

konsentrasikan pikiran tanpa memikirkanmu


 

Menikmati kesendirian

biar kuobati perihnya luka dihati

sebuah pengkhianatan

rasa sayang yang kini berubah jadi benci






SENJA YANG KUNANTI

 

Temaram senja basah air hujan

menunggu bedug maghrib melafazhkan doa2

pucuk waktu akhir jumah

doa semoga Alloh ijabah

 

menikmati alur air hujan yang turun

sejuk sekujur tu:buh di terpa semilir angin

dari jendela kamar kunikmati

sambil memejamkan mata bersyukur kepada Nya

 

Illahi Robbi

Ikhlasku menjalani takdir yang sedang kujalani

hilangkanlah segala sakit ini

ijinkan untuk bisa berjalan lagi

 

Senja yang kunanti

Bedug maghrib sudah berbunyi

Alhamdulillah.. kuambil segelas air putih melepas dahaga hari ini

ku tutup jendela kamar karena malam telang datang






MELANGKAH BERSAMA

Melangkah bersama

Dalam kebaikan

Dalam kepedulian sosial

Dalam kemanusiaan

 

Walau banyak aral rintangan

amanah tetap harus disampaikan

Tanpa lelah

Karena hanya berharap redho Illahi Robbi

 

Melangkah bersama

Dalam satu cinta

Cinta terhadap sesama

Cinta kepada mereka para kaum dhuafa

 

Melangkah bersana

dimanapun kita berada

Menebar kebaikan

Untuk kebermanfaatan




SURPRISE DARI KAMU

Hari ini aku menulis cerita tentang kisah kita

Perjalanan hidup yang tak akan terlupa

Ada goresan sejarah di dalamnya

Yang kita tidak bisa lepas walau sudah tidak bersama

 

Ponselku berbunyi dering nada notifikasi 

Segera ku ambil 

Ada voice yang di kirim teman

Aku baca kembali pesannya, ternyata pesan buat ku yang di titipkan

 

Hati bertanya, dari siapa?

Pesan audio yang tertera

Aku putar suara yang di kirimnya

Dengan sabar ku tunggu apa isinya

 

Sebuah lagu favorit kita berdua

Di kala bercumbu dengan cinta yang sempurna

Kini kau nyanyikan dengan penuh penghayatan

Ku dengarkan sambil pejamkan mata mengenang perjalanan kasih kita


Dear kekasih hati

Sengaja ku buat puisi ini

Sebagai rasa terimakasih diri

kepadamu yang pernah singgah di hati







ADA APA DENGANMU KORONA

Kedatanganmu yang tidak terduga

Menghebohkan sejagat raya

Dari rakyat biasa hingga para pemegang kuasa

Semua membentengi dirinya dengan doa


 Ada apa denganmu corona

Yang sudah menjalar kemana-mana

Tidak pandang kepada siapa

Yang kaya hingga miskin papa

 Banyak korban berjatuhan

Banyak orang yang terisolasi

Para medis mengerahkan tenaganya

Garda terdepan mereka mempertaruhkan nyawanya

 

Kita ikuti aturan yang berkuasa

Membatasi diri keluar rumah yang tidak ada kepentingannya

Menjaga jarak sebentar untuk orang-orang yang tersayang

Hingga mengunci wilayah demi mencegah corona

 

Ada apa denganmu corona

Lihatlah orang-orang kecil di sekitarnya

Dari juru parkir hingga wiraswasta

Banyak kehilangan mata pencahariannya





DIATAS KURSI RODA



 



Dunia ini serasa berhenti

Mesin berat menimpa punggungku

Tiada firasat

Tiada mimpi

Kejadian yang terjadi


21 september 2001

Seperti biasa aku pergi bekerja

Hari service untuk semua mesin di sana

Pabrik plywood terbesar di kota nya

 

Kreekkk... brekkkk

Mesin itu jatuh tepat di atas punggungku

Sesaat aku berucap

Innalillahi wa innailaihi rojiun

Nafasku tersendat di tenggorokan

Nafasku hampir hilang

Allohu Robbi...

Aku berdoa dalam keadaan kesakitan

 

Berlarian teman temanku

Berteriak memanggil namaku

Seketika riuh di sekelilingku

Aku masih di bawah mesin yang menimpaku

Dengan kepala yang sudah masuk di kolong nya.

 

Tidak tahu berapa lama mesin itu berada di atas punggungku

Antara sadar dan tidak

Aku di tarik keluar dari kolong mesin

Tiada luka

Tiada darah yang mengalir

 

Di atas kursi rodaku

Sudah 18 tahun menjalani nya

Berusaha dan ikhtiar perobatan sudah di lakukan

Dari barat sampai ke timur

Setiap ada orang bilang, kami laksanakan.

Karena ingin bisa berjalan

 

Allohu Robbi...

Aku ikuti garis perjalanan hidup ini

Ikhtiar yang tiada henti

Semangat dari sahabat sahabat yang membuatku bangkit kembali

 

Di atas kursi rodaku

Banyak yang mencaci

Banyak yang menghina

Banyak yang memicingkan mata

Itu sudah biasa

Karena memang aku tidak sempurna seperti mereka

 

Berusaha semaksimal mungkin membantu

Bersama dalam kepedulian kemanusiaan

Aku bisa merasakan

Bahwa kebahagiaan yang sebenarnya adalah

membahagian orang yang mereka bahagia dengan kehadiran kita, bantuan kita, semangat dari kita.

 

Di atas kursi rodaku

Aku membuat puisi ini

Pukul 10.35 waktu daerah tinggalku

Di tengah terik matahari siang ini

Di tengah pandemi wabah yang sedang terjadi

Semoga walau aku berada di atas kursi roda

Tetap berada di hati kalian semua

 

Aamiinn...