Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan

"Seperti Pertama Kalinya"

Aku selalu mencintaimu

seperti pertama kalinya meski jarak menjelma dinding, meski waktu sering mencuri pertemuan.

Di setiap senja yang sunyi, aku mendengar namamu berbisik dari doa yang tak pernah letih, menyulam rindu jadi kekuatan.

Kau di sana, aku di sini, namun hati kita tak pernah berpisah. Setiap tatap yang tertunda, setiap pelukan yang menunggu, tetap hangat, tetap utuh, seperti pertama kalinya.

Dan bila esok kita kembali bertemu, biarlah dunia tahu cinta ini tak pernah menua, ia selalu lahir kembali, seperti pertama kalinya.



Aku Pernah

Aku Pernah Melepaskan Seseorang

Bukan Karena Perasaanku Sudah Hilang, Tapi Karena Ada Orang Lain Yang Membutuhkannya, Dan Dia Juga Butuh orang Itu....


Langkah yang Dilapangkan – Catatan Ramadhan, Doa, dan Jalan Baru

Assalamu’alaikum 

E-book ini adalah catatan perjalanan hati: dari doa Ramadhan, jejak masa lalu yang ditinggalkan, hingga cahaya yang membuka jalan baru. Ditulis dengan kelembutan, kisah ini bukan sekadar cerita pribadi, melainkan serpihan cahaya yang bisa menjadi pengingat bagi siapa pun yang sedang mencari ketenangan.

Untuk membaca versi lengkap e-book ini, silakan unduh di sini:
https://drive.google.com/file/d/10h28WVafFv17NQ07hrcxhA9MsU1RYx9g/view?usp=drive_link





"Redho adalah cahaya yang membuka jalan baru, membawa hati menuju ketenangan."


Ketika Aku Harus Melepaskanmu

Aku pernah mundur dari seseorang

bukan karena cinta ini padam,
bukan karena hatiku berhenti bergetar,
tapi karena ada hati lain
yang lebih memanggil namanya.

Ada tangan lain
yang lebih ia cari,
ada dekap lain
yang lebih menenangkan jiwanya.

Dan aku…
hanya menepi,
memberi ruang bagi takdir
untuk memilih tempat terbaik baginya.

Mundur bukan berarti kalah,
bukan berarti rasa ini berakhir.
Justru di sanalah cinta diuji—
mampu merelakan,
meski dada sendiri
yang paling terasa hampa.

Aku mundur dengan perlahan,
tanpa drama,
tanpa meminta ia kembali.
Sebab aku tahu,
di suatu tempat,
ada sosok yang lebih ia butuhkan…
dan ia pun lebih bahagia di sana.