TERHEMPAS TAKDIR



Terdengar suara salam dari pintu depan

Iyaa, sebentar.. Jawan mbak dari belakang

Bergegas keluar, berbincang dengan sang pemberi salam

Ternyata kurir pos menyampaikan amplop buatku

 

Tertulis jelas kop surat dari pengadilan agama

Sesuatu yang sangat menakutkan dalam hidupku

Akhirnya terjadi juga

Air mata jatuh tak terbendung, aku membaca satu persatu kata

 

Kali ini aku benar-benar kehilangannya

Separuh jiwa yang kucinta pendamping hidupku

Bertahun tahun lalu dengan gagahnya berikrar janji suci

Setia hingga akhir nanti

 

Namun.. Kini hanya tinggal janji

Takdir tidak berpihak kepadaku, kecelakaan telah melumpuhkan kaki

Dan kini orang yang kucintaipun meninggalkan luka dan trauma

Di saat aku masih sangat membutuhkan kekuatan darinya