Puasa Daud: Belajar Istiqamah, Sehari Bersama Allah

Sehari menahan lapar,
sehari belajar bersabar,
bukan sekadar menahan dahaga,
tetapi menundukkan hati
agar lebih dekat kepada-Nya.

Pagi datang dengan sunyi,
dan aku menyebut nama-Mu
di antara lapar yang sederhana
dan doa-doa yang panjang.

Aku belajar, Ya Allah,
bahwa istiqamah bukan tentang
tak pernah merasa lelah,
bukan pula tentang
selalu kuat setiap waktu.

Istiqamah adalah
ketika hati hampir menyerah,
namun kembali berkata,
“Bismillah... aku lanjut karena-Mu.”

Sehari berpuasa,
sehari berbuka,
namun cinta kepada-Mu
semoga tak mengenal jeda.

Di saat dunia menawarkan banyak hal,
aku belajar berkata cukup.

Di saat rezeki terasa sempit,
aku belajar percaya.

Di saat ujian datang bertubi-tubi,
aku belajar diam sejenak,
mengangkat tangan,
lalu berkata:

“Ya Allah, aku serahkan semuanya kepada-Mu.”

Puasa Daud mengajarkanku
bahwa lapar pun bisa menjadi guru,
sunyi bisa menjadi sahabat,
dan air mata bisa menjadi jalan
pulang kepada-Mu.

Aku tidak meminta
hidup tanpa ujian.

Aku hanya meminta
hati yang tetap tenang
ketika ujian datang.

Sebab aku tahu,
aku tidak berjalan sendirian.

Ada Allah
yang selalu melihat.

Ada Allah
yang selalu mendengar.

Ada Allah
yang mengetahui
bahkan doa yang belum sempat
terucap oleh bibirku.

Maka jika esok aku kembali berpuasa,
kuatkanlah aku.

Jika tubuhku lelah,
berikanlah kesehatan.

Jika hatiku goyah,
teguhkanlah.

Jika langkahku berat,
mudahkanlah.

Dan jika suatu hari
aku lupa mengapa aku memulai,
ingatkan aku kembali:

Aku tidak sedang mengejar lapar.
Aku sedang belajar istiqamah.

Sehari bersama Allah,
sehari menata hati,
sehari belajar mencintai-Nya
lebih dari kemarin.

Hingga suatu hari nanti,
semoga seluruh hidupku
menjadi perjalanan panjang
untuk selalu kembali kepada-Mu.

Ya Allah...
istiqamahkan aku.

Dalam puasaku.
Dalam doaku.
Dalam shalatku.
Dalam dzikirku.
Dalam karya-karyaku.
Dalam seluruh sisa hidupku.

Karena aku tahu,
yang membuatku mampu bertahan
bukanlah kuatku.

Tetapi pertolongan-Mu.

Dan untuk setiap hari
yang masih Engkau izinkan aku jalani,
aku ingin terus berkata:

Alhamdulillah...
Bismillah...
sing tenang.

Allahumma istiqamah fi shaumi Dawud.

Aamiin ya Mujibassailiin. 🤲



"Istiqamah bukan berarti selalu mudah. Istiqamah adalah tetap kembali kepada Allah, meski langkah kadang terasa berat."