Tampilkan postingan dengan label Penulis KBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penulis KBM. Tampilkan semua postingan

COMING SOON... KLI 18 - KBM App

Katanya...

Waktu bisa menyembuhkan segalanya.

Lalu mengapa, setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih belum sanggup melupakan lelaki berseragam loreng itu?

Ia datang bukan membawa janji-janji manis.

Ia datang membawa kesungguhan.

Bahkan keberaniannya mengetuk pintu rumahku jauh lebih besar daripada keberanianku memberikan jawaban.

Ada cinta yang tidak kalah karena hadirnya orang ketiga.

Ada cinta yang tidak berakhir karena pengkhianatan.

Melainkan... karena sebuah keraguan yang datang pada waktu yang salah.

DI UJUNG SERAGAM LORENG

Sebuah novel remaja yang terinspirasi dari kisah yang pernah singgah dalam hidup.

Insya Allah... segera hadir.

Siapkan hati, karena mungkin... kamu akan menemukan sepotong kisahmu di dalamnya. 

A Novel by Langit Didada






H-2 KLI 17 📖


Ada langkah yang sudah sampai di titik cukup,

tapi jiwa memilih untuk melampaui.
Bab minimal telah terlewati,
dan kini pena kembali bergerak
menyusuri bab-bab yang belum bernama.
Semangat, jangan padam.

Menulis Adalah Perjalanan: Inspirasi dari Mas Dwi Wahyudi

 






Komunitas penulis KBM malam ini kembali belajar dari bintang. Kisah Mas Dwi Wahyudi dari Blora adalah pengingat bahwa mimpi seorang penulis tidak pernah mati, meski jalan penuh liku.

Bertahun-tahun ia menulis tanpa hasil besar. Naik sedikit, turun lagi. Ada masa ketika hasilnya nyaris tak terlihat. Namun ia tidak berhenti. Ia tetap menulis, tetap mengirim naskah, tetap mengikuti lomba.

Perlahan, namanya mulai dikenal: 🏆 Finalis Inspiring Story: Sang Petarung 🏆 Finalis KLI 12: Jerat Dosa Nadia 🏆 Juara Harapan KLI 13: Pernikahan yang Sempurna

Puncaknya datang ketika karyanya Surga di Bawah Telapak Kaki Terpidana Mati berhasil menjadi Juara Utama Spesial Ramadan 3. Sebuah capaian yang bukan hanya penghargaan, bukan hanya apresiasi, tetapi juga hadiah perjalanan umroh 🕋.

Kisah ini bukan hanya milik Mas Dwi Wahyudi, tetapi juga milik kita semua sebagai penulis KBM. Ia mengajarkan bahwa:

  • Ketekunan adalah kunci, meski hasil belum terlihat.

  • Kesabaran menjaga mimpi tetap hidup.

  • Syukur dan cahaya menjadikan setiap karya bermakna, bahkan melampaui waktu.

Mari kita jadikan kisah ini sebagai pengingat: jangan pernah berhenti menulis, jangan pernah berhenti bermimpi. Setiap kata yang kita tulis adalah doa, setiap karya adalah cahaya.

Dengan syukur dan cahaya, kita akan terus belajar… belajar… dan belajar.