TAHUN BARUKU MASIH BERJARAK

Hari ini,

bulan menyapu langit dengan cahaya yang pelan,

dan aku berdiri di antara jejak yang kutinggalkan

seraya memeluk harapan yang baru kupintal.


Tahun baruku bukan sekadar tanggal,

ia adalah zikir yang kusematkan di dada,

doa yang kutanam di sepi malam,

dan luka yang perlahan kupelajari untuk sembuhkan.


Aku melangkah,

tidak lagi mengejar sempurna,

tapi memilih menjadi lebih bermakna.

Dengan segala letih, ragu, dan syukur yang tak putus-putus,

aku ucapkan:

Selamat datang, tahun hijrahku.