Ada yang menunggu,
menunggu kau hancur, jatuh, tenggelam
seperti malam menanti fajar terlambat datang.
Ada yang berharap,
berharap kau lelah, menyerah
seperti angin menguji nyala api kecil di tepi jalan.
Ada yang menginginkan,
ingin melihatmu rapuh, terbawa arus, hilang arah
seperti daun gugur yang tak lagi berpijak.
Namun, kau bukan malam yang ditelan gelap,
kau adalah cahaya yang menembus batas.
Kau bukan api yang mudah padam,
kau adalah bara yang tak gentar pada angin.
Kau bukan daun yang menyerah pada musim,
kau adalah akar yang menolak tercerabut.
Biarlah mereka menunggu, berharap, menginginkan.
Sebab kau melangkah bukan untuk jatuh,
melainkan untuk berdiri lebih tegak, lebih kuat,
lebih tak terkalahkan.
