LANGKAH YANG TERTUNDA

Di ujung senja ia berdiri,  

perempuan berhijab, menggenggam sunyi.  

Jalan di hadapannya berhiaskan cahaya lembut,  

tapi hatinya masih menimbang: siapa yang akan tinggal, siapa yang akan ikut.


Ia tahu arah

arah ke cahaya, ke cita-cita, ke ikhlas yang belum sepenuhnya tuntas.  

Tapi keberanian bukan hanya tahu,  

ia adalah doa yang digenggam erat dalam dada yang ragu.


Angin membelai jilbabnya pelan,  

seakan berkata: “tak apa jika belum sekarang.”  

Dan di langit senja yang mulai ungu,  

seekor burung melintas pelan, menjadi tanda…  

bahwa langkah itu akan datang, dengan izin-Nya.